Ambo raso admin/pengurus RN masih dalam posisi netral salamo iko

Baitu juo kalau ado nan mungkin bisa dianggap merendahkan Lembaga nan ado di 
Ranah Minang, masih ado juo nan mempertahankan Lembaga itu di RN

Seperti lah pernah dikamukokan. 
Sasuai jo  Adat Salingka Palanta 

Indak mungkin Rang Dapua ma hambek postingan dari Member nan masuak

Jadi ambo raso Rang Dapua indak paralu minta maaf atau manutuik diskusi iko

Kalau memang ado nan tasingguang beleknyo. Sebaiknyo baliau itu menggunakan hak 
jawabnyo

Ciek lai,,,kalau di media cetak ado istilah : isi diluar tangguang jawab 
penerbit

Rasonyo itu  pas juo untuak Rang Dapua

Adolah labiah elok awak badiskusi disiko seluas-luasnya

Sehingga nanti bisa dipertimbangkan mano nan boneh mano nan silangkaneh 

Bravo Rang Dapua

Mungkin ado pandapek nan labiah boneh ????

Monggo

TR
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: "Dapua r...@ntaunet" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Tue, 21 Sep 2010 19:56:31 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Hak Jawab Palanta RantauNet >>RE: [...@ntau-net] Haruskah Admin dan
 Pengurus rantaunet minta maaf ?

Rang Dapua batanyo ka sanak kasadonyo di Palanta RantauNet ko. Silahkan 
sampaikan tambahan jawaban sanak-sanak penggiat Palanta RantauNet yang 
berkomunikasi, sharing informasi dan berdiskusi di Palanta RantauNet kito ko.

1.      Ada permintaan Admin dan Pengurus mailinglist RantauNet menghentikan 
perdebatan yang menurut GM KKM ... tidak perlu dan bahasanya sudah melampaui 
kesopanan dan etika Minangkabau?

2.      Admin dan pengurus Rantau.Net diminta agar meminta maaf kepada 
ninik-mamak yang telah dilecehkan dan disumpah-serapahi melalui email yang 
dimuat Rantau.Net.

 

Sekaligu Rang Dapua memberikan hak jawaban dan klarifikasi dari Dapua RantauNet 
atas tudingan atas Kesepakatan PERTEMUAN SILATURAHMI IDUL FITRI GM KKM, sebagai 
berikut: 

·         Indak ado Admin dan Pengurus RantauNet nan mangurus/mangatur apolai 
manmbuek content diskusi di Palanta r...@ntaunet dan untuk posting yang 
berimbang indak ado moderasi dari setiap posting di Palanta RantauNet!? 
Perdebatan terjadi begitu saja, sesuai dengan semangat dunia online dewasa ini 
... dilakukan dengan selfservice. Makanya disebut Rang Dapua RantauNet atau 
kadang Admin RantauNet, yang hanya mangelola persoalan teknis server mailing 
list, bukan moderator Palanta RantauNet.

·         Dalam dunia internet dan online sarato maya sarupo zaman kini ko, 
maksimal yang bisa dilakukan hanya himbauan. Dan itu sudah dilakukan secara 
terus menerus oleh Rang Dapua RantauNet. Entah dimana korelasinya, jika Rang 
Dapua RantauNet lah yang harus minta maaf untuk content posting yang bukan 
ditulis oleh Rang Dapua RantauNet.

·         Harusnyo agak spesifik dan detail menyampaikan bagian ma nan dimaksud 
poin diatas. Karena dengan sendirinya akan bertemu dengan penulis dimaksud dan 
silahkan sajo memberikan klarifikasi dan/atau hak jawab jiko dirasokan ado nan 
ganjie. Kalau pihak GM KKM manuduah sarupo iko ... jaleh indak paham mailing 
list, serba indak jaleh dan sarupo fitnah, yang sayang sekali disebarkan 
kama-kama.

·         Kasado alahnyo sanak nan ado di Palanta RantauNet, bisa mengingatkan, 
meminta menghentikan perdebatan sampai meminakan mengeluarkan personal yang di 
anggap bermasalah. Ada mekanisme yang diberlakukan di Palanta RantauNet untuak 
hal sarupo iko.

·         Dengan demikian Rang Dapua RantauNet secara resmi, meminta untuk 
menghapus poin 2 Kesepakatan PERTEMUAN SILATURAHMI IDUL FITRI GM KKM yang 
dikeluarkan Jum'at 17 September 2010, di ruang Chairil Anwar, Taman Budaya 
Sumatera Barat.

 

Dan juga untuk penggiat GM KKM ... silahkan menyampaikan hak jawab sebagaiman 
mestinya di Palanta RantauNet, karena Palanta RantauNet indak pernah 
menghalangi untuk penyampaian klarifikasi dan hak jawab dari siapa pun 
sepanjang emailnyo terdaftar di Palanta RantauNet.

 

MIKO A Mikardo

Nofendri Sutan Mudo

Rang Dapua RantauNet

 

 

> -----Original Message-----

> From: [email protected] [mailto:[email protected]]

> On Behalf Of Men Armedi Edi Koto

> Sent: 21 September 2010 15:40

> To: [email protected]

> Cc: [email protected]

> Subject: [...@ntau-net] Harus kah Admin dan Pengurus rantaunet minta maaf

> ?

> 

> Baik buruk nya tulisan seseorang biarlah masyarakat yang menilai nya dan kita

> tidak boleh lansung memvonis nya , kebetulan saya dikirim sebuah catatan

> kesepakatan dari GM KKM dan silakan menilai nya seperti link dibawah ini

> serta copy nya .

> 

>  
> <http://www.facebook.com/note.php?note_id=155395517823270&id=100000157172670&ref=mf>
>  http://www.facebook.com/note.php?note_id=155395517823270&id=100000

 
<http://www.facebook.com/note.php?note_id=155395517823270&id=100000157172670&ref=mf>
 > 157172670&ref=mf

> 

> 

> 

> Kesepakatan dari PERTEMUAN SILATURAHMI IDUL FITRI GM KKM oleh

> Muhammad Ibrahim Ilyas pada 20 September 2010 jam 21:20 PERTEMUAN

> SILATURAHMI IDUL FITRI GM KKM, Jum'at 17 September 2010, di ruang

> Chairil Anwar, Taman Budaya Sumatera Barat.

> 

> Pertemuan Silaturahmi Idul Fitri Gerakan Menolak Kongres Kebudayaan

> Minangkabau (GM KKM) 2010, berlangsung secara sederhana, di ruang Chairil

> Anwar, Taman Budaya Sumatera Barat. Pada kesempatan itu hadir antara lain

> Wisran Hadi (budayawan), Darman Moenir (penyair, novelis), M. Sayuti Dt.

> Rajo Penghulu (Ketua LKAAM Sumbar), H. Asbir Latif Dt. Rajo Mangkuto

> (penulis dan pelaku sejarah, mantan wali nagari), Rusli Marzuki Saria Dt.

> Halaman Panjang (penyair senior, budayawan), H. Syamsir Roust

> (Muhammadiyah), H. Hawari Siddik (tokoh masyarakat Kurai), Arif Rangkayo

> Mulia (wartawan, Jakarta), Femmy Sutan Bandaro (peneliti budaya), Ismar

> Maadis Dt. Putiah (pelaku budaya, pengurus LKAAM), Amran SN (sastrawan),

> Emral Djamal Dt. Rajo Mudo (sastrawan), Yeyen Kiram (wartawan), Emeraldy

> Chatra, Luzi Diamanda (wartawan, Pekanbaru), Nasrul Azwar (redaktur

> pelaksana Bangka Pos, Bangka), Dr. Syawaluddin Ayub (pelaku seni tradisi),

> Asraferi Sabri (walinagari Pasia), Rizal Tanjung (teaterawan), Muhammad

> Ibrahim Ilyas (DKSB), Fauzul El Nurca (seniman), dan Deslenda (Lembaga Seni

> Budaya Minangkabau). Beberapa sms, antara lain dari Prof. Dr. Nursyirwan

> Effendi (Unand), Prof. Dr. Harris Effendi Thahar (DKSB, UNP), Prof. Dr.

> Raudha Thaib (Unand, Bundo Kanduang), Dr. Shofwan Karim Elha

> (Universitas Muhammadiyah Sumbar, ICMI), Ery Mefri (sedang di Australia),

> Mohamad Isa Gautama (UNP), Trikora Irianto (seniman), S. Metron

> (wartawan) dan Infai Rajo Imbang (Media Sumbar). Karena alasan masing-

> masing, mereka tidak bisa hadir namun memberikan dukungan kepada

> pertemuan ini.

> 

> Pertemuan silaturahmi yang berlangsung akrab selama lebih kurang dua

> setengah jam itu, membicarakan banyak hal yang berfokus pada guncangnya

> silaturahmi sesama orang Minangkabau, yang berpangkal-bala kepada

> penyelenggaraan Kongres Kebudayaan Minangkabau (KKM) 2010 dan

> ngototnya panitia KKM walaupun perwakilan masyarakat dan Pemerintah

> Daerah Sumatera Barat telah menolak.

> 

> Dari pembicaraan yang bergulir, ada beberapa poin penting yang kemudian

> disepakati sebagai hasil dari pertemuan tersebut. Hasil pertemuan ini

> kemudian diserahkan kepada Asraferi Sabri, Emeraldy Chatra dan

> Muhammad Ibrahim Ilyas selaku admin GM KKM untuk ditindaklanjuti

> menjadi pernyataan pers GM KKM.

> 

> Poin penting yang dihasilkan pertemuan tersebut adalah sebagai berikut:

> 

> 1. Meminta agar Gubernur Sumatera Barat mengeluarkan pernyataan tertulis

> menyusul persetujuan Gubernur (dalam hal ini diwakili oleh Wakil Gubernur

> Muslim

> Kasim) mengenai penolakan pelaksanaan KKM, sesuai dengan hasil

> pertemuan di rumah Gubernur Sumatera Barat, pada hari Jumat, 3

> September 2010, yang dihadiri oleh perwakilan masyarakat Sumbar,

> budayawan, wartawan, tokoh masyarakat dan Tim Lima (tim mediasi dari

> forum bakor). Pernyataan mengenai penolakan ini pun sudah disampaikan

> Wakil Gubernur dalam pertemuan halal bi halal PKDP (Persatuan Keluarga

> Daerah Padangpariaman) se-Dunia, Kamis, 16 September 2010 di Pariaman,

> yang juga dihadiri Ketua Gebu Minang, Asril Tanjung.

> 

> 2. Meminta kepada admin dan pengurus mailinglist Rantau.Net untuk

> menghentikan perdebatan yang tidak perlu dan bahasanya sudah melampaui

> kesopanan dan etika Minangkabau. Admin dan pengurus Rantau.Net diminta

> agar meminta maaf kepada ninik-mamak yang telah dilecehkan dan

> disumpah-serapahi melalui email yang dimuat Rantau.Net.

> 

> 3. Penolakan terhadap KKM dilakukan bukan dengan niat untuk memusuhi

> orang-orang yang akan melaksanakannya, tidak pula karena pihak penolak

> tidak diikutsertakan.

> Penolakan terhadap KKM dilakukan dengan banyak pertimbangan dan telah

> mempelajari draft yang disiapkan oleh SC KKM secara cermat. Sesuatu yang

> dipaksakan dalam kerangka kebudayaan, bukanlah hal yang baik.

> 

> 4. Meminta seluruh Wali Nagari/KAN untuk menolak KKM 2010, dengan

> memberikan informasi pembanding yang jelas tentang penolakan terhadap

> KKM. Sebagai catatan penting, surat Panitia KKM kepada Wali Nagari

> mengenai keikutsertaan KKM diarahkan/diberikan langsung tanpa tembusan

> kepada Gubernur, Bupati, Walikota,

> Camat, sebagai atasan struktural mereka dalam Provinsi Sumatera Barat.

> 

> 5. Penggunaan lambang LKAAM, MUI Sumbar, Universitas Andalas dan

> Pemerintah Daerah Sumatera Barat dalam logo KKM 2010, berbagai buku

> materi KKM dan sosialisasi KKM selama ini supaya segera dihentikan karena

> itu merupakan pembohongan terhadap publik. Tidak/belum ada izin resmi

> dari lembaga-lembaga yang bersangkutan terhadap penggunaan logonya.

> 

> 6. KKM merupakan wacana pemikiran yang bertujuan 'demi dan atas nama

> kebudayaan Minangkabau'. Sejak KKM disosialisasikan sudah banyak pikiran

> banding yang dikemukakan dan berada pada posisi menolak KKM, bukan

> hanya di Sumatera Barat, tapi juga di rantau. Sangat mengherankan bila

> masalah ini dijadikan ajang untuk mempertentangkan rantau dan kampung

> halaman. Dengan situasi dan kondisi yang ada sekarang, bila KKM dipaksakan

> untuk dilaksanakan, dikuatirkan akan menyebabkan perpecahan dan lebih

> banyak mudharat daripada manfaatnya.

> 

> 7. Menuntut LKAAM dan MUI Sumbar agar lebih memaksimalkan kinerja dan

> fungsinya sesuai dengan harapan masyarakat terhadap kedua lembaga ini.

> Pertemuan menyepakati memberikan dukungan terhadap LKAAM Sumbar

> dan MUI Sumbar dalam mengoptimalkan fungsi lembaganya.

> 

> 8. Meminta kepada Pemerintah Daerah Sumatera Barat untuk lebih

> memperhatikan soal-soal yang berkaitan dengan kebudayaan.

> 

> Padang, 17 September 2010

> Atas nama GM KKM

> Admin: Asraferi Sabri - Emeraldy Chatra - Muhammad Ibrahim Ilyas  Komentari 
> · SukaTidak Suka · Bagi

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke