Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh,

 

Ondeh mandeh..adiak ambo nan di ancol tan, sabana inyo gasak ambo manaruihan
carito ko, baa laih, bialah dipakanankan pintaknyo ko, kok indak mangganyuak
lo no bikoh, sarik mancari urang manggaleh lambuang-lambuang oek-oek kini ko
untuak pambujuaknyo. Peace Ren.

 

Padohal to be continued ko biasonyo bajarak-jarak saminggu minimal.haha..

Jadih menah oi Diak Kanduang...ko nyo ha..

 

...............

 

Senja sudah mulai turun di perumahan di atas bukit itu, keluarga kecil itu
masih sibuk dengan urusan dapurnya yang lintang pukang. Jadilah ayam ungkap
yang sudah matang itu didaulat beberapa potong dijadikan si Ayam Pop ala
Minang. Ayam dicelup sebentar ke telur trus dibenamkan ke tepung bumbu
langsung terjun ke minyak panas dipenggorengan. Menjelmalah ia menjadi Ayam
Pop yang asik punya. Sebenarnya bumbu ayam pop dengan ayam opor itu mirip
sekali, hanya saja ayam pop alas ungkapnya ada daun kunyit selain daun yg
lainnya. Sedikit perbedaan itu ga ada yang protes sebab menu buka puasa
biasanya udah amat sangat dinanti plus ditunggu sebab ya..namanya aja orang
berbuka puasa.

 

Sambal ijau segar kesukaan Maspun tak lupa kusiapkan dengan dua gelas teh
manis yang penuh cinta (Ups maaf pemirsa.bagian ini memang harus gombal
haha..).  Tepatnya jam tujuh malam setelah mandi dan shalat Maghrib barulah
kami makan. Selesai makan ala kadarnya itu, Maspun cabut dengan anak-anakku
entah kemana bersama ABKnya (sebutannya untuk para pembantu bisnis dia di
Pasar). Tinggalah ku sendiri dihadang oleh 3 hidangan yang harus kusiapkan
segera, jika tidak aku harus rela untuk begadang, sesuatu yang sangat ku
benci. Aku benci begadang bukan karena apa-apa, ya.. karena penyakit darah
rendahku yang siap menyergap jika aku tidak disiplin dengan jadwal tidurku.
Kayak anak kecil aja kupikir, mesti tidur tepat waktu dan segala macam teori
makan yang harus sesuai jadwal dan cukup Protein. Padahal aku adalah orang
yang sangat menyukai apa yang disebut dengan Kinco. Kinco adalah sebutan
lauk pendamping di dalam masakan orang Minang. Misalnya saja untuk ikan asin
balado bercampur kentang goreng. Nah . saudaraku. yang ku incar itu bukan
ikan asinnya, melainkan si kentang goreng yang melekat ladonya itu yang
sudah bersimbiosis dengan ikan asin itu. Dan satu lagi saudaraku.. aku ini
penyuka makanan-makanan karbohidrat yang diberi macam-macam ramuan bumbu
sehingga terciptalah nasi goreng, miehun goreng, soto, bakso, mie ayam atau
sekedar kentang goreng saja. Ini jugalah yang menimpa Mamaku dan Uniku
tersayang di kampung sana,kami sering diserang darah rendah itu.tapi
ya..karena kebandelan sendiri juga sih.hehe.

 

Menjelang Isya santan dari sepuluh butir kelapa sudahpun kelar
meregang-regang otot-otot tanganku. Langsung masuk ke dalam wajan raksasa
yang biasanya hanya di pakai untuk acara kendurian yang sudah sering
berpindah-pindah tempat di seputaran rumahku.  Kucemplungkan semua bumbu dan
daun-daun rempah serta sedikit kutambahkan bumbu kambing biar lebih wangi.
Pas waktu Isya masuk, santanpun sudah mendidih sehingga semua daging has
yang sudah dipotong tadi kumasukkan semua. Sambil kuaduk-aduk trus ku
kecilin apinya. Ku ambil wudhu, akupun shalat Isya'. Biasanya jika ku tidak
jama'ah di mesjid maka shalat tarawih kukerjakan di waktu sepertiga malam
dan kulanjut dengan tahajjut dan mengaji. Setelah mendekati waktu Imsak
barulah aku makan sahur dan ketika Imsa' masuk  itulah baru aku akan
melaksanakan witir. Sehingga begitu witir selesai selang beberapa menit
waktu Shubuhpun masuk.

 

Sehabis Isya' mulailah kukeluarkan usus sapi tadi dari dalam kulkas untuk
memeriksa apakah ada kebocoran di saluran pencernaan sapi itu. Memang sangat
tipis, fleksible dan nyaris transparent sang usus ini, tapi sungguh sangat
alot. Kebocoran hanya terjadi kiranya oleh  ujung pisau si abang tukang
daging nyasar ke dinding usus ini. Ku masukkan ujung usus itu ke dalam mulut
kran air sehingga usus berubah jadi slang air yang membesar. Kupotong di
titik mana ada kebocoran. Tak lupa kuberi sedikit bawang putih dan garam ke
usus yang sudah bersih ini. Sebenarnya di pasar tadi aku sudah siapkan tahu
dan telur untuk mengisi sang usus ini. Tapi untuk sekedar memastikan lagi ku
telpon Mamaku yang di kampung sana, yang ku tau lagi tarawih di rumah
bersama Niya, kakak perempuanku yang lumpuh sejak dari dia lahir. Sebab aku
agak ragu dengan isi usus ini yang aslinya konon kabarnya adalah tepung
beras dengan telur, bukan dengan tahu seperti di tempat aslinya di daerah
Kapau Kamang sana. Tapi kupikir, dibanding tepung beras tentunya justru
lebih mantap tahu.  Akhirnya dari diskusi singkat dengan Mamaku itu,
kuputuskan untuk mengisinya dengan campuran tahu bertelur atau telur bertahu
hehe.

 

Tahunya biar kamek kata Bunda yang jualnya tadi itu, ungkap dulu sebentar
dengan air garam dan daun salam. Okelah kuturuti nasehat-nasehat berbagai
pihak pihak itu. Ternyata tahunya memang terlihat semlohay.. mewangi gak
asem. Ku aduk telur sepuluh biji dengan tahu sepanci lalu kutambahkan bawang
putih giling, merica dan garam. Lalu kupaksakan kehendakku ke usus sapi itu
supaya mau menerima adonan tahu bertelurku ini. Benang jahit telah
kupersiapkan untuk mengikat ujung-ujung usus ini, sehingga usus-usus yang
menggembung ini terlihat seperti sosis yang kepanjangan bergelung-gelung.
Kasihan memang nasib si usus, ketika sapinya bernyawa udah tahunan menyimpan
olahan pakan ternak, sekarang udah matipun dipaksa si rina pula untuk makan
tahu bertelurnya. Tapi yang ini enak katanya hehe.Maaf saudaraku.jika sudah
memasak dan menulis itu, biasanya aku kadang suka berhalusinasi dengan
pikiranku sendiri hehe. Tapi diriku masih tetap normal dan sadar
sesadar-sadarnya kok. Don't worry..

 

To be continued...

 

 

Batam Island

September 24th, 2010

 

Wassalam

Rina, 33, batam

 

 

 

 

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke