Lah ampek baleh tahun se ni Rita yo... 
ndak taraso se do ndak ?
ntu lah gadang anak ?.
Baa kaba ni Rita kini tu ?.
Nan ambo lah tamanuang se di suduik lapau,
taraso lai takatokan indak...
 
 
Wassalam
 
St. Sinaro


--- On Sat, 9/25/10, Rita Desfitri Lukman <[email protected]> wrote:


From: Rita Desfitri Lukman <[email protected]>
Subject: Syukur Alhamdulillah...Re: [...@ntau-net] Re: THREAD CLOSED
To: [email protected]
Date: Saturday, September 25, 2010, 8:23 PM



Assalamu'alaikum Wr. Wb.
 
Terima kasih banyak nasehatnyo Bundo, dan mamak-mamak kakak dan dunsanak 
sadonyo...
 
Begitu banyak yang saya pelajari di RantauNet ini, dengan berbagai topik yang 
dibincangkan dari hari ke hari. Saya belajar banyak dari bundo, mamak-mamak, 
kakak-kakak, dunsanak bahkan adik-adik yang ada di palanta ini. 
 
Ada banyak dunsanak kita di palanta yang selalu mengingatkan kita agar jangan 
lupa dengan ajaran agama, agar berusaha mencari jalan ke sorga. Subhanallah, 
indahnya..., semoga amal-amal beliau itu mendapat balasan dari Allah Ta'ala. 
 
Banyak pula di antara mamak-mamak, Bundo dan dunsanak lain yang sering 
membimbing dan mengajak kita untuk selalu berbuat baik demi negara, kampung 
halaman, keluarga, bahkan diri sendiri, supaya hidup di dunia menjadi lebih 
bermakna (dan nanti juga di akhirat tentunya... Insya Allah)
 
Banyak pula mamak-mamak, bundo dan dunsanak diantara kita, yang kaya dengan 
berbagai macam ilmu, baik ilmu adat maupun ilmu agama, ataupun ilmu umum 
lainnya, sehingga kita bisa menjadikan beliau-beliau menjadi tempat mengadu dan 
bertanya... Alhamdulillah, banyak hal-hal yang awalnya terasa susah, menjadi 
mudah akhirnya...
 
Tidak lupa pula banyak dunsanak kita yang selalu mengajak kita untuk menghadapi 
hidup dengan ceria dan bermakna, sehingga ketika hati sedang gundah gulana, 
suasana menjadi cair dan kita bisa kembali bergembira. Indah nian hidup ini...
 
Topik RN boleh berjuta macamnya, tapi seperti kata mamak-mamak dan bundo kita, 
itu hendaknya tidak membuat kita mengkotak-kotakkan diri karena kita tetap 
membaur menjadi satu seperti seharusnya. 
 
Kalau ada yang lebih suka dengan topik-topik ringan (saya pun termasuk golongan 
ini, misalnya), apakah pantas kita hakimi seolah-olah mereka adalah orang yang 
tidak suka bekerja, tidak suka berpikir untuk kebaikan kampung halaman?... 
Tentu tidak...
 
Seperti yang selalu disebutkan mamak-mamak kita juga, kita berprasangka baik 
saja... Bisa jadi mereka justru sudah bekerja keras dengan tenaga dan 
pikirannya dibidang pekerjaan yang dilakoni, yang tentunya didedikasikan juga 
untuk keluarga, dan kampung halaman tercinta, sehingga ketika masuk palanta, 
mereka ingin berbicara topik-topik yang lebih rileks dari biasanya.
 
Kalau ada yang, Alhamdulillah, punya waktu dan pemikiran untuk berdiskusi dan 
membicarakan bagaimana sebaiknya membangun kampung halaman di RN ini, kita 
syukuri dan kita berterima kasih kepada mereka, karena ide-ide mereka yang 
brilian bisa jadi pelajaran dan kita usahakan bersama merealisasikannya.
 
Tapi saya rasa, semua kehadiran kita di palanta adalah dengan niat baik, dan 
semua  kita juga adalah aset minangkabau yang Insya Allah berguna. 
 
Cukup banyak mungkin kita di sini yang sebenarnya juga sudah banyak berbuat 
untuk ranah tercinta, sesuai dengan kemampuan dan kesempatan yang mereka 
miliki, baik secara langsung atau lewat perantara, baik dengan cara sederhana 
atau yang cukup yang spektakuler. Mereka melakukannya dengan ikhlas dan tulus 
hati, sehingga banyak kita yang tidak mengetahui, karena dianggap sudah 
rutinitas biasa, atau juga tidak terpublikasi...
 
Jadi memang sebaiknya kita hindari sikap saling menghakimi...  dan memandang 
sesuatu hanya dengan kacamata kita sendiri. Kecuali kalau sudah menyangkut 
aqidah, mungkin mamak-mamak atau bundo kanduang yang lain yang memang harus 
mengajarkan kepada kami bagaimana harus bersikap... Wallahu'alam...
 

Sejak saya mengenal dan menjadi anggota Rantaunet sekitar 14 tahun yang lalu, 
(walaupun kadang on off), RN juga mengajarkan kepada saya betapa indahnya 
silaturrahim yang terbina di antara kita. Nikmatnya punya saudara dimana-mana, 
senangnya bisa berkumpul ibarat satu keluarga...
 
Nyeri rasanya di ulu hati, seandainya tali silaturrahim yang sudah terbina ini 
jadi rusak dan kita tak lagi saling bertegur sapa. Tertahan rasanya air mata, 
ketika dunsanak yang kita sayangi, sudah kita anggap seperti keluarga sendiri, 
menjadi seseorang yang seperti tak dikenal sebelumnya...
 

Sekali lagi, Alhamdulillah... Senang rasanya hati ini, ketika kita semua 
berusaha memandang semua riak dan benturan-benturan ini dengan jiwa yang lapang 
dan tulus hati. Sejuk rasanya di dalam diri, ketika kita semua mau mengalah dan 
tidak mementingkan diri sendiri demi menjaga tali silaturrahim yang diajarkan 
nabi. 
 
Ya Allah... tolong jadikan semua ini pelajaran bagi kami makhluk yang tidak 
sempurna ini... Amin...
 
Maninjau, 26 September 2010
Wassalam, 
 
Rita Desfitri Lukman
------- 


Pada 26 September 2010 08.57, Nismah Rumzy <[email protected]> menulis:
















Assalamu Alaikum W. W.
Beberapa hari ini bundo serta semua anggota RN belajar banyak dari pengalaman 
kita berdiskusi di RN.

Kesetia Kawanan - Terima kasih untuk anak2ku sahabatku yang telah ikut serta 
dalam menghentikan perdebatan yang tak ada ujungnya. Terima kasih untuk pak 
Saaf, ananda Zul Amri, Zulkarnain Kahar, Darwin Chalidi, add. Zubir Amin dan 
bundo sendiri. Semuanya telah cukup 7 orang menandakan kita itu bersatu kita 
teguh.
Pemaaf - Seseorang yang telah minta maaf kita hargai dan sebagai orang Islam 
yang baik jangan pendendam.
Mungkin untuk anak2ku yang lain bundo itu tidak mengingini debat bakapanjangan 
dan marilah kita hindari. Kalau ingin juga berdebat teruskan ke japri.
Juga untuk member setia baik yang belum ketemu atau belum marilah kita jaga 
suasana damai ini.
Sebaiknya ketidaksukaan kita terhadap FB dan BB tidak dipostingkan disini. 
So'alnya tidak ada dalam agama Islam larangan tsb. setahu bundo. Kalau ada 
hadis atau ayat mungkin harus dikirim ke bundo lewat japri.
Thread tt Marindo terpanjang dalam sejarah RN.
Untuk diketahui ayah Rumzy adalah seorang PRRI yang sebelumnya pernah menjadi 
guru SGB di Pariaman.
Salah seorang sahabat saya dan Mak Ngah adalah Safinah Oedin mantan anggota 
DPRRI tinggalnya di Cinere anak dari bupati Oedin.
Sekianlah dulu keterangan bunda untuk sementara mohon maaf kok ado nan talendo. 
Wassalam
Hayatun Nismah Rumzy (71++). 

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.



      

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke