Assalamualaikum ww
Kisanak RP mamak 'n dunsanak yang dirahmati Allah

Muhammadiyah itu sebuah ormas Islam yang bergerak dibidang pendidikan Islam 
namun berbeda sedikit dengan NU yang walau sama2 bergerak dibidang pendidikan 
NU 
rada klasik pesantren maka Muhammadiyah melepas sarung dan menganti dengan 
pentalon, gamis atau baju koko diganti dengan kemeja bahkan kadang2 berdasi 
atau 
juga memakai jas dan nuansa kelasnya sebagaimana sekolahan belanda sehingga 
terkesan up to date dan moderen walau kurang pas kalau dikatakan ke-barat2an 
(takuik kanai berang ambo)

Sebagaimana kita saksikan di TV Muhammadiyah sering tampil beda dengan 
pemerintah terutama dalam penentuan jadwal awal Ramadhan dan ari rayo, lha 
itukan hanya dikarenakan PAN yang didukung massa Muhammadiyah itu kalah 
sa-angin 
sajo dari PKB dalam Pemilu sehingga posisi Menteri Agama selalu dipegang oleh 
PKB yang didukung massa NU, kalau seandainya PAN lebih unggul sedikit saja 
tentu 
MenAg dipegang oleh PAN dan tentu saja kebijakan pemerintah dalam menetapkan 
jadwal awal Ramadhan dan Rirayo akan berfihak ke Muhammadiyah, kan pernah juga 
dulu MenAg dipegang orang Muhammadiyah kalau gak salah zaman Singodimejo ya, 
maaf ambo lupo  

Apakah Muhammadiyah itu sebuah organisasi, sekte atau aliran mahzab tertentu?
Muhammadiyah bukan sekte tidak pula aliarn dari mahzab tertentu tetapi 
Muhammdiyah hanyalah sebuah Organisasi Massa Islam sahaja sama juga dengan FPI 
dan kalau dikatakan aliran atau mahzab mungkin sedikit campur sari antara 
Syafei 
kadang terlihat Hanafi, yang jelas non mahzab lah gitu

Muhammadiyah tidak mendunia seperti Ikhwanul Musliminm, Hizbut Tahrir atau 
lain-nya bahkan dinegara tetangga Malaysia dan Singapore pun tidak ada, jadi 
tidak akan kita jumpai sekretariatnya di negara Islam lain apalagi Maroko

Apakah Muhammadiyah itu bagian dari Wahabi?
Tentu saja tidak sama sekali, kalau boleh dibisikkan gerakan sangat miripWahabi 
hanya pernah ada di Minangkabau dizaman Paderi kalau boleh dibisik lagi go eh, 
H. Miskin (Luhak Agam), H Sumaniak (Luhak Tanah Data) dan H Piobang (Luhak 50 
Koto) sedikit banyaknya mereka yang tiga ini pernah berdinas di ketentaraan 
Wahabi sebagai perwira lapangan 


Dari mereka bertiga lalu dengan pesat mendapat pengikut hingga berkembang ke 
wilayah Rantau Minangkabau lainnya misal daerah Bonjol dipercayakan kepada TIB, 
Pariaman Tuangku Pariaman (ayah dari Kakek buya Hamka), di Rao ada Tuangku Rao, 
di Lintau ada Tuangku Lintau, di Agam ada Tuangku nan Renceh an Tuangku 
Mansiang, di Rokan Riau ada Tuangku Tambusai dan banyak lagi yang tidak tercatat

Kalau ada kesamaan dengan Wahabi sih benar sebagian, terutama dalam hal2 anti 
syirik, anti khurafat, anti jimat, anti tanam kepala kerbau, anti tepung tawar, 
anti ambuih2, anti patang balimau, anti zikir terpimpin, anti zikir teriak2 
ratik tojak sambil geleng2 sapi kekanan kekiri, anti doa terpimpin dan tarik 
urat leher apalagi pakai loudspeaker 19 inci, anti mandi kembang dan banyak 
lagi 
termasuk dalam sholat Bismillahnya sama di siir kan saja, tidak perlu 
dilafazkan 
betul niat mau sholat pakai Ushali....tu, dan banyak lagi beberapa kesamaan 
dengan Wahabi

Wahabi di Saudi Arabia saat inipun ada yang menilai sudah tidak Wahabi benar 
lagi karena katanya sih kok tibo didado lah ba-busuangkan kok tibo di paruik 
lah 
bakampihkan kini, dan lebih dari itu antah dima salahnyo ketergantungan dengan 
Amerika nampak bana kini makonyo Osama Been Ladiin baganyi dan mamiliah 
bagabuang ka Afganistan, apak nan ciek kok sobana sangaik di-cari bana (wanted) 
kini dek Obama (mungkin ka diajak minum kawa)

Istilah gerakan pembaharuan dalam Islam kayaknya salah kaprah mungkin lebih 
tepat puritan atau pemurnian dalam Islam karena Islam itu kan tidak ada yang 
baru dan tidak pula ada yang usang, Islam itu ciek sajonyo dari dulu sampai 
kiamat 


mohon maaf kok kuran topek
wasalam
abp58


________________________________
Dari: Ramadhanil pitopang <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Rab, 29 September, 2010 12:35:36
Judul: Bls: [...@ntau-net] Muhammadiyah Minangkabau Memasuki Abad Kedua

Ass.ww. Dunsanak di Palanta,

Topik tentang Muhammadiyah ini adalah sutau hal yang  menarik bagi kebanyakan 
orang.Karena keberadaan organisasi Muhammadiyah dan sekaligus pahamnya hanya 
terdapat di Indonesia khususnya berkembang pesat seperti di Sumbar dengan 
karakteristik egaliternya. Sering juga disaksikan di Televisi atau media massa 
organisasi sering tampil beda dan seringkali berseberangan dengan Pemerintah RI 
dalam penetapan awal puasa ataupun hari raya.
Mungkin dunsanak di palanta iko bisa memberikan pencerahan terhadap beberapa 
pertanyaan berikut :
1. Apakah Muhammadiyah sebuah Organisasi, sebuah Sekte atau aliran dalam Islam 
yang berpegang pada suatu Mazhab tertentu? 

2. Apakah Muhammadiyah juga terdapat di negara-negara Islam lain seperti Arab 
Saudi, Muhammadiyah, Aljazaer, Maroko, Turki dll yang sangat kental 
keislamannya.
3. Apakah benar organisasi Muhammadiyah ini merupakan bagian dari "Kaum 
WAHABI"yang terkenal sebagai "Gerakan Pembaharuan Dalam Islam"?

Wassalam,

Ramadhanil Pitopang



--- Pada Jum, 24/9/10, Nofend Marola <[email protected]> menulis:

> Dari: Nofend Marola <[email protected]>
> Judul: [...@ntau-net] Muhammadiyah Minangkabau Memasuki Abad Kedua
> Kepada: [email protected]
> Tanggal: Jumat, 24 September, 2010, 11:58 PM
> Jumat, 24 September 2010
> RB.Khatib Pahlawan Kayo 
> 
> Minangkabau terkenal sebagai daerah yang punya kontribusi
> besar dalam
> mengembangkan Muhammadiyah di Indonesia. Bahkan jelang abad
> ke-21 hingga
> sekarang terus berpartisipasi dalam upaya pengembangan
> Muhammadiyah Asean,
> khususnya di Singapura dengan obyek pengembangan sebuah
> Perguruan Tinggi
> Islam pertama yang diberi nama "Kolej Islam Muhammadiyah"
> bekerjasama dengan
> IAIN Imam Bonjol Padang sejak 15 April 2000. Doeloe ketika
> Muhammadiyah baru
> berdiri di Yogyakarta pada 1912, tidak lama setelah itu
> berdiri pula di
> Sungai Batang Maninjau pada 29 Mei 1925. Dalam waktu
> singkat Muhammadiyah
> tumbuh hampir di seluruh nagari di Minangkabau. 
> 
> Pertumbuhan tersebut semakin konkret setelah Kongres
> Muhammadiyah ke-19 di
> Bukittinggi (14-21 Maret 1930) berlangsung sangat sukses
> yang dihadiri
> ribuan peserta dari seluruh Tanah Air, tak terkecuali
> perantau Minang pulang
> basamo. Pertemuan akbar itu disebut juga sebagai kongresnya
> masyarakat
> Minangkabau. Tampilnya kader-kader muda seperti HAMKA dan
> M.Zen Jambek dalam
> pidatonya yang berapi-api. Sampai akhir tahun 50-an,
> Muhammadiyah telah
> menjadi bagian tak terpisahkan dari dinamika kehidupan
> masyarakat
> Minangkabau. Buktinya bisa dilihat dalam konteks pemahaman
> hidup beragama
> yang berkemajuan dengan motto "kembali kepada Alquran dan
> Al-Sunnah yang
> bebas TBC (Tahayul, Bid'ah dan Churafat)." 
> 
> Muhammadiyah cepat tumbuh dan berkembang di Minangkabau,
> karena alumni Timur
> Tengah bekas murid Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi
> (diawal abad ke-20),
> seperti Taher Djalaluddin, Abdul Karim Amrullah, Abdullah
> Ahmad, Djamil
> Djambek, Mohd.Thaib Umar dan Ibrahim Musa, Abbas Abdullah,
> dan lainnya,
> merancang membangun landasan pemikiran yang kritis bebas
> fanatik dan taklid
> melalui dakwah lisan dan tulisan. Dakwah itu disemaikan di
> berbagai surau
> dan madrasah yang dibina secara integral. Melalui
> penyebaran faham tajdid
> itu perubahan-perubahan dinamika berpikir mulai hidup di
> hati masyarakat,
> terutama di kalangan generasi muda yang terdidik. 
> 
> Akibatnya, terjadilah proses pencerahan nalar dalam
> memahami hakekat ajaran
> Islam dari kondisi statis-pasif yang hanya menjadikan agama
> sebagai simbol
> yang terlihat dalam upacara-upacara tradisional; seperti
> perkawinan,
> kelahiran, kematian, turun ke sawah, tolak bala dan ziarah
> ke kubur-kubur
> keramat, beralih memasuki wilayah aplikatif. Aplikatif
> yaitu menerjemahkan
> pesan-pesan Alquran dan hadits Rasulullah ke ranah
> pencerahan dan
> pencerdasan ber pikir dengan nalar kritis, dalam kondisi
> yang dinamis. 
> 
> Di tengah-tengah gelombang berpikir yang bergejolak maju
> itulah organisasi
> Muhammadiyah Minangkabau berkembang dengan pesatnya.
> Bersamaan dengan itu,
> disusun barisan dengan organisasi yang kuat dan kader-kader
> yang militan
> melalui gerakan Pandu Hizbul Wathan dan pengajian-pengajian
> berkala di
> setiap cabang dan ranting. Tak lama kemudian berdirilah
> amal-amal usaha yang
> menjadi kebutuhan masyarakat seperti sekolah/madrasah,
> panti asuhan, balai
> pengobatan, penyantunan fakir miskin dsb. Gerakan memahami
> dan mengamalkan
> ajaran Islam secara kaffah ini senantiasa dibimbing agar
> selalu konsisten
> berpegang teguh kepada dua sumber pokok hukum Islam yakni
> Alquran dan
> Al-Sunnah. 
> 
> Gerakan dakwah Muhammadiyah menyigi praktik pengamalan
> agama dalam
> masyarakat, mana pola dan gaya hidup yang perlu
> dikembangkan dan mana pula
> yang perlu direformasi karena tercemar prilaku syirik,
> khurafat, bid'ah dan
> tahayul. Gerakan Islam Muhammadiyah dengan corak berpikir
> demikian merupakan
> bagian tak terpisahkan dari apa yang disebut "Gerakan Kaum
> Muda" yang
> berbasis ulama intelektual. 
> 
> Perubahan-perubahan terjadi, dimulai dari menerjemahkan
> khutbah Jumat,
> Shalat Id di tanah lapang, membetulkan arah kiblat,
> pengumpulan zakat
> melalui amil dan mendistribusikannya kepada asnaf yang
> delapan. Meninggalkan
> makan-makan di rumah kematian, talqin mayat dikubur dan
> sesajian untuk
> roh-roh jahat di tempat-tempat yang sakti dan seterusnya.
> 
> Muhammadiyah dengan misi dakwah amar maruf, nahi munkarnya
> semakin kokoh,
> karena didukung kepemimpinan yang kuat dan semangat juang
> (jihad) yang
> tinggi dalam wadah organisasi yang solid. Ruh kepemimpinan
> spiritual yang
> menyatu dalam kepribadian/kharismatik para tokoh pembaharu
> tersebut di atas,
> merupakan motor penggerak dari persyarikatan Muhammadiyah,
> kemudian
> diteruskan dalam bentuk pembinaan ruh tauhid oleh Buya
> AR.Sutan Mansoer.
> Sedangkan dalam menggerakkan organisasi dan pendidikan
> sebagai wadah
> perjuangan; peran Buya Saalah Yususf Sutan Mangkuto, HAMKA,
> A.Malik Ahmad
> dan Harun 'L Ma'any sangat menentukan. Sementara untuk
> operasional
> pengembangan dakwah dan tajdid dalam arti yang lebih luas,
> muncul kader
> berlapis seperti Buya R.I.Dt.Sinaro Panjang, Abdullah
> Kamil, Yacub Rasyid,
> Iskandar Zulkarnaini, H.Sd.M.Ilyas, ZAS, Oedin, Marzuki
> Yatim, Samik
> Ibrahim, Duski Samad, H.Darwas Idris, HAK.Dt.Gunung Hijau,
> Hasan Ahmad,
> Hasan Byk dan H.M.Idris Manaf, dll. 
> 
> Semua bentuk keberhasilan para pendahulu itu perlu warisi
> dan dikembangkan
> untuk diteruskan kepada generasi berikutnya. Meskipun
> banyak tantangan dan
> rintangan dalam tahap-tahap awal perkembangannya, namun
> kita gembira, saat
> ini alah basuluah matohari - bagalanggang mato rang banyak
> alhamdulillah apa
> yang dirintis dan diperjuangkan Muhammadiyah telah menjadi
> bagian tak
> terpisahkan dari jati diri umat Islam Minangkabau.
> 
> Kini ketika Muhammadiyah memasuki abad kedua, kita
> bersyukur di level
> nasional bahkan internasional Muhammadiyah semakin besar
> dan kuat. Namun
> secara lokal di samping beberapa kemajuan yang perlu
> disyukuri, masih banyak
> pula hal-hal penting yang perlu dicermati. Ini misalnya
> pembenahan
> profesionalitas organisasi dan manajemen, peningkatan mutu
> dan kualitas
> kader serta amal usaha dan penguatan akhlaq kepemimpinan. 
> 
> Bila dipakai analisis SWOT agaknya antara kekuatan dan
> kelemahan boleh
> dikata kurang seimbang, begitu juga antara peluang dan
> ancaman. Hal ini
> perlu disadari agar ke depan kekuatan harus dibangun dengan
> optimalisasi
> pemberdayaan segenap potensi dan sumber yang tersedia. 
> 
> Sebagai organisasi yang cukup tua, Muhammadiyah tidak saja
> panjang umur,
> tapi juga kaya pengalaman dan banyak aset. Namun
> sebagaimana diungkapkan
> Prof.Dr.Amin Rais ketika menjabat Ketua PP Muhammadiyah
> mengatakan,
> Muhammadiyah menghadapi lima kelemahan yaitu; kepemimpinan,
> kaderisasi,
> organisasi, konsepsional dan mass media. Semua bentuk
> kelemahan itu memang
> dirasakan dan sebagiannya sudah dan terus diperbaiki namun
> masih banyak yang
> belum teratasi.
> Menghadapi abad kedua ini, Muhammadiyah Minangkabau/Sumatra
> Barat sudah
> waktunya berbenah diri lebih serius dengan melanjutkan
> apa-apa yang telah
> dirintis sebelumnya. (*)
> 
> http://www.hariansinggalang.co.id/sgl.php?module=detailberita&id=788

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke