بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Tulisan yang menarik saya baca malam ini seusai shalat tahjud, semoga bermanfaat sebagai bahan renungan BREAK YOUR MENTAL BARRIERS ! April 24, 2008 10:04 am Oleh : Sony Whatever your believe, with conviction, become your reality. Your beliefs largely determine your reality.” - Brian Tracy - Selama beratus-ratus tahun, ada satu rekor dunia di bidang olahraga yang diyakini banyak orang tidak akan mungkin terpecahkan sepanjang masa, yaitu rekor lari jarak pendek dengan jarak 1 mil. Rekor terakhir yang tercatat adalah empat menit dan dua belas detik. Para pakar olahraga dan kesehatan bahkan sudah mengukur, bahwa dengan kemampuan manusia yang paling super sekalipun, tidaklah mungkin otot manusia bisa digerakkan lebih cepat lagi untuk menembus batas di bawah empat menit. Dalam berbagai lomba lari 1 mil yang diadakan di berbagai penjuru dunia, memang benar tidak adalah seorangpun yang berhasil melebihi rekor dunia itu. Tapi pendapat ini tidak berlaku bagi seorang Roger Bannister, seorang atlet lari jarak pendek. Di dalam pikirannya Roger berpendapat, bahwa apapun bisa dicapai, asalkan kita sendiri punya KEYAKINAN yang kuat dan BERANI MENCOBA untuk melakukannya. Dengan latihan yang amat keras, Roger ingin membuktikan kepada dunia, bahwa dirinya mampu memecahkan rekor dunia tersebut. Tapi yang lebih penting adalah, di dalam pikiran, Roger bisa MEMBAYANGKAN secara detail bahwa hal itu bisa tercapai, bahwa dirinya bisa mematahkan rekor dunia tersebut. Dari imajinasi tersebut, menimbulkan KEYAKINAN yang semakin hari semakin kuat di dalam dirinya. Akhirnya, saat yang ditunggu-tunggu itu tibalah. Di tahun 1954, Roger Bannister menjadi orang pertama di dunia yang berhasil menempuh jarak 1 mil dibawah empat menit. Yang menarik, satu tahun setelah kejadian pemecahan rekor dunia tersebut, ada 37 atlit lainnya yang juga berhasil menembus jarak 1 mil dibawah empat menit. Dan dua tahun kemudian, 300 atlit juga berhasil melakukan hal yang sama. Apa yang menarik dari cerita diatas ? Tentu, pemecahan rekornya sendiri adalah suatu prestasi yang patut dibanggakan, tapi yang paling luar biasa adalah apa yang terjadi setelah pemecahan rekor itu. Mengapa setelah rekor itu terjadi, tidak begitu sulit bagi atlet lain untuk mencapainya ? Batasan mental di dalam diri para atlet pada waktu itu adalah jawabannya. Hanya karena pendapat para ahli yang menyatakan sesuatu hal tidak mungkin, maka mereka menganggapnya sebagai suatu kebenaran dan keyakinan. Dalam kehidupan, Kita seringkali membangun pembatas di dalam pikiran terhadap segala sesuatu yang ingin kita capai. Pembatas tersebut mengajarkan kepada kita untuk bersikap ‘realistis’ terhadap kondisi lingkungan. Bahkan sebelum kita mulai melakukan sesuatu, kita sudah memberi batasan antara sesuatu yang mungkin dan tidak mungkin. Padahal, untuk membuat kualitas hidup kita naik satu level saja misalnya, diperlukan tindakan-tindakan yang tidak biasa kita lakukan. Berapa banyak keinginan di dalam hidup kita yang tidak pernah tercapai, hanya karena kita sebelumnya sudah terhambat secara mental bahwa hal itu tidak mungkin, bahkan sebelum kita mulai melakukannya ? Ada tiga langkah untuk mematahkan belenggu mental tersebut, yaitu : 1. KEYAKINAN MENTAL YANG POSITIF Bagaimana bisa kita mencapai sesuatu hal bila didalam pikiran kita saja, kita tidak begitu yakin bahwa hal itu bisa dicapai ? Banyak belenggu mental yang tercipta dari keraguan dan ketakutan yang kita ciptakan sendiri. Mulailah dengan membuat satu keyakinan mental yang positif, yang selalu mendorong kita untuk maju. Keraguan dan ketakutan bisa langsugn diganti dengan keyakinan yang positif saat hal yang negatif tersebut muncul. Misalnya apabila saat akan memulai sesuatu hal, di dalam pikiran kita timbul suatu keraguan yang mengatakan “Apa bisa ya …..” atau “Saya tidak begitu yakin ……..” atau “Saya ragu-ragu ……”, maka cepat-cepat berpikiran positif dengan mengatakan di dalam hati “Saya yakin …..”, atau “Saya pasti bisa !”. 2. BAHASA TUBUH YANG POSITIF Gerakan tubuh kita, secara tidak langsung ikut mendukung apa yang sedang kita pikirkan. Saat kita menghadapi masalah, sedih, atau kecewa, umumnya bahasa tubuh seseorang akan menunduk kebawah, tampang lesu, mulut cemberut, dan tatapan mata kosong. Bila kita berani mengubah bahasa tubuh kita menjadi lebih positif, seperti tatapan mata lurus ke depan, kepala tegak, mulut normal atau tersenyum, dan tampang kita normal, perasaan kita akan lebih cepat kembali ke arah normal. Dengan mengubah bahasa tubuh bukan berarti segala masalah kita akan selesai, tapi setidaknya perasaan negatif seperti kecewa dan sedih, akan lebih cepat dihilangkan dari diri kita. Dan akan lebih mudah untuk menyesaikan masalah tersebut dengan pikiran yang bersih, apabila didukung oleh sikap tubuh yang positif. 3. BERANI MENCOBA UNTUK MELAKUKAN Hanya karena sesuatu belum pernah kita lakukan sebelumnya, bukan berarti hal tersebut tidak bisa dilakukan. Ciptakan keberanian untuk mulai mencoba melakukan tindakannya. Sekecil apapun tindakan yang kita lakukan, akan menjadi awal yang bagus untuk mencapai keinginan kita dan mematahkan belenggu mental yang menghambat. Apabila di dalam tindakan kecil yang kita mulai lakukan tersebut ada hambatan yang menghalangi, jangan cepat menyerah. Selalulah berpikir “Ini bukan kegagalan, hanya saja saya melakukannya dengan cara yang kurang tepat”. Cara pikir seperti ini akan membuat kita selalu mencari solusi baru saat hambatan terjadi, bukannya menyerah begitu saja. Hidup hanya satu kali, dan kita tidak pernah tahu kapan kehidupan kita akan berakhir. Tapi kita memiliki hak dan kebebasan untuk mengisi hidup kita ini dengan keinginan, tindakan, dan keyakinan di dalamnya. Jangan biarkan belenggu mental menghambat kita. Hancurkan belenggu mental kita, ciptakan keinginan, keyakinan, dan tindakan yang positif, yang bisa memberikan kebahagiaan di dalam hidup kita. Sukses untuk anda ! Untuk itu ingin saya petikkan sebuah Firman Sucinya dalam Al_Qur'an. Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): 'Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir'.(2;286) وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ Pekanbaru 2 okt 2010 Tulisan ini bisa dibaca pada http://hospital-pmc.com/ Powered by Telkomsel BlackBerry® -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
