Assalamu'alaikum Wr Wb.... InyiaInyiak-NiniakMamak-AlimUlama-CadiakPandai-BundoKanduang sarato jo Nan Mudo,
Ambo mohon ma'af, sangajo malewakan lagi Berita Harian Singgalang, mengenai KKM, dipalanta ko. Semoga bisa menjadi masukkan bagi kita di rantau. tentang bagaimana masyarakat di kampuang melihat KKM ini. Sabtu, 09 Oktober 2010 Prakongres KKM Jebak GubernurBukittinggi, Singgalang Rencana panitia Kongres Kebudayaan Minangkabau (KKM) melaksanakan kegiatan Prakongres KKM, Selasa, (12/10), yang disebut panitia KKM atas saran dan difasilitasi gubernur Sumbar, dapat menjadi bumerang dan jebakan terhadap gubernur. Ini memungkinkan, karena sebelumnya gubernur/Pemda Sumbar sudah bersikap jelas dan meminta agar KKM tidak dilaksanakan karena begitu besar dan kuatnya penolakan dari berbagai lembaga, budayawan dan ma syarakat pemangku adat Minangkabau. “Kita tahu pra-kongres adalah suatu kegiatan sebelum kongres. Setelah itu, tentu akan diteruskan dengan kongres yang sebenarnya. Jika prakongres terlaksana, panitia KKM dan Gebu Minang bisa menyatakan atau mengklaim gubernur Sumbar mendukung pelaksanaan KKM,” kata Asraferi Sabri, salah seorang panggagas dan aktivis Gerakan Menolak Kongres Kebudayaan Minangkabau (GM KKM) kepada Singgalang, tadi malam. Sebagaimana mana diberitakan Singgalang, (8/10) setelah menuai kritik kanan kiri, terutama penolakan keras dari kampung halaman, pengurus Gebu Minang yang menggagas KKM 2010, akhirnya melunak. Mereka menyambut baik saran Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno agar KKM ini lebih dulu diprakongreskan di Padang, pada Selasa (12/10). Para penggerak GM KKM lain M. Ibrahim Ilyas mengatakan, acara prakongres KKM merupakan trik baru yang dimainkan Gebu Minang dan SC KKM dengan mendekatkan diri pada gubernur. Seperti disampaikan Zulhendri, Ketua OC KKM dalam berita Singgalang, mereka memahami gagasan “Pak Gubernur dan sejumlah pituo lainnya agar dilakukan prakongres lebih dulu untuk menyamakan persepsi dengan seluruh lapisan masyarakat di ranah maupun di rantau.” “Pernyataan itu seperti memperlihatkan mereka sadar selama ini konsep dan rencana KKM yang digagas dari Jakarta oleh Gebu Minang, tidak dipahami seluruh lapisan masyarakat. Justru panolakan atas KKM dilakukan karena sangat paham KKM akan mengakibatkan terpecah-belahnya masyarakat Minangkabau,” kata M. Ibrahim Ilyas, Sekretaris Dewan Kesenian Sumatra Barat. Prakongres KKM yang akan dilaksanakan, Selasa, 12 Oktober 2010, informasi sebelumnya diadakan di Gubernuran, terakhir akan dilaksanakan di Bukittinggi. Berkaitan dengan itu, M. Ibrahim Ilyas, yang juga aktivis GM KKM mengatakan, Gubernur Sumbar sebaiknya tidak hadir. “Kita menghormati gubernur kita yang baru ini. Gubernur Irwan Prayitno bisa kehilangan wibawa, dipermalukan atau dibuat malu nantinya di acara itu,” ujar M. Ibrahim Ilyas. Penolakan atas rencana KKM sejak beberapa bulan lalu disampaikan berbagai lembaga (LKAAM Sumbar, DKSB), ninik-mamak, para budayawan, seniman dan masyarakat di ranah dan di rantau serta anak-kemenakan orang Minang yang terhimpun pada GM KKM. Bahkan, sesepuh dan tokoh-tokoh orang Minang di Jakarta H. Azwar Anas, H. Hasan Basri Durin, Mendagri Gamawan Fauzi, H. Is Anwar, H. Dasrul Lansudin telah menyuarakan, KKM tidak perlu dipaksakan karena begitu banyaknya penolakan atas rencana KKM (baca Harian Singgalang (29/9 dan 2/10). Tapi, Gebu Minang tetap bersikeras akan melaksanakan KKM, 30-31 Oktober 2010 di Bukittinggi, setelah beberapa kali ditunda. “Gebu Minang dan SC KKM begitu keras kepalanya, tidak menghiraukan saran dan seruan anggota masyarakat di ranah dan di rantau serta para tokoh-tokoh penting itu. Semakin kuat dugaan kita bahwa ada agenda lain yang ingin dicapai orang-orang tersebut. Kita yakin semua itu bukan untuk kebaikan Minangkabau dan Sumatra Barat. Jika tidak ada maksud tertentu mereka, kan sederhana, tidak usah dilaksanakan KKM, habis perkara,” kata Emeraldy Chatra, anggota GM KKM yang lain. Kian keras Di bagian lain, Asraferi Sabri mengatakan, semakin hari penolakan atas rencana KKM kian besar dan menyebar. Daulat Yang Dipatuan Rajo Alam Pagaruyuang, Sutan Muhammad Taufik juga sudah menyatakan sikap menolak KKM. Di jaringan media internet disampaikan, setiap pemikiran yang akan memajukan Minangkabau akan kita terima. Tetapi kalau akan memecah-belah persatuan orang Minang, kita menolaknya dengan tegas. “Seperti KKM ini, yang akan mendirikan lembaga atau majelis adat dan syarak, yang nantinya akan melikuidasi lembaga adat yang ada. Hal tersebut jelas-jelas akan merusak tatanan masyarakat Minangkabau, dan kita menolaknya,” ungkap Daulat Yang Dipatuan Rajo Alam Pagaruyuang. Berbagai alasan penolakan terhadap KKM sudah disebarkan di media massa umum dan jaringan internet. Beberapa di antaranya alasan penolakan; KKM akan mengembalikan Adat Minangkabau pada titik nol. KKM akan membentuk lembaga baru yang super-body bernama Forum Adat dan Syara yang akan membawahi semua lembaga adat yang sudah ada, serta KKM akan merumuskan pasal-pasal ABS,SBK seperti yang dilakukan terhadap Pancasila dengan P4-nya. “Yang sungguh kita tidak bisa menerima KKM ini, semua yang tidak baik yang terjadi di Sumatera Barat dalam konsep dan ekspos mereka di media massa, mereka menyalahkan adat Minangkabau. Mereka menyebut bahwa ABS, SBK itu hanya pameo, hanya ucapan di bibir tapi tidak dilaksanakan. Saya kira semua orang Minangkabau tidak suka dan akan terhina mendengar kesimpulan picik itu,” ujar Asraferi Sabri, yang juga Walinagari Pasia, Ampek Angkek, Agam.(501) Salam, Marindo Palar 50th-Suku:Tanjuang-Kampuang:Kuraitaji-Piaman -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
