Pemred Singgalang Khairul Jasmi menulis notes di facebooknya, menjawab
diskusi di rantaunet ttg pemberitaan singgalang soal KKM.
Karena beliau bukan anggota milis ini, ia minta tolong saya
mempostingkan tulisannya itu.
Berikut tulisan Bang KJ sesuai aslinya:

-------

Ass ww,

Saya bukan anggota rantaunet. dikirimi orang hal di atas. Nama saya
Khairul Jasmi, pemimpin redaksi suratkabar tersebut.

Saya terusik oleh : ((( Berita dari Koran Singgalang (koran nan ba
motto: Membina Harga Diri Untuk Kesejahteraan Nusa dan Bangsa) ko
bantuak no indak balance, labiah mamihak sabalah sajo. Memang koran ko
typenyo bantuak tu dari dulu. Labiah lamak mambaco Padang Express,
tapi sayang kini sadang lalok. Dedi N)))

 Pak Syaf, Dedi dll. Saya mhn koran saya jangan dicabik-cabik di forum
rantau.net. Saya hormat sama Pak saf dan antara saya dengan Pak saf
tidak ada masalah. Sejak dulu. Saya tak kenal Dedi N.

Singgalang, paling banyak memberitakan KKM, saya sudah tawarkan sama
Pak Saf untuk menulis. Saat ini, baru ada dua tulisan yang masuk dan
pasti saya turunkan.

Masalah KKM bukan bagian penting dari keselruuhan Harian Singgalang,
juga oleh koran lain. Ada setidaknya 165 berita tiap hari dan KKM
hanya satu berita saja. Kami di Padang, maksudnya koran, lebih fokus
pada persoalan rehab rekon gempa.

Kalau ada beberapa orang do forum rantaunet, menilai Singgalang tidak
balance. Saya mau berdebat dengan siapa saja soal netralitas,
independensi, obyektif sebuah mediamassa.

Menilai suratkabar saya darikacamata bapak-bapak, belum tentu
penilaian itu benar. Singglang berusia 41 tahun, tiap hari bergelimang
dengan orang Minangkabau. Singgalang bukan mencari makan di
Minangkabau, tapi bagian dari geliat masyaralkatnya. Ratusan anak2
miskin kami beritakan dan kemudian puluhan orang berrebut membantu
untuk biaya sekolah mereka. Kami punya buku tentang nasib anak-anak
miskin itu. Hanya Singgalang yang menerbitkan 3 buah buku dan nestapa
soal gempa. Hanya Singgalang yang mengirim tim ekspedisinya ke desa-
desa tercencil daj kami ulas berhari-hari kemudian kami terbitkan
bukunya.

Karena itu, menilai Singgalang barek sabalah soal KKM, sebaiknya
dalami dulu persoalan keminangkabauan jangan melihat dari geladak
kapal di tengah laut dengan teropong.

Proses KKM terus berjalan dan karena itu, terlalu dini menilai
singglang barek sabalah. Bacalah berita pra KKM, singgaanglah yang
paling jernih menulis. Pakai tabel. Koran lain, bacalah baik-baik.
Bacalah komentar Alwi Karmena di Haluan sehari setelah pra KKM.
Komentar fachrul rasyid yang dikatakan tidak seimbang. Komentar itu by
name. Kolom komentar itu, sudahada sejak Singgalang lahir. Diisi oleh
siapa saja yang mau menulis sesuai konteks.

Setiap berita dari KKM selalu dimuat dan kemudian dimuat pula berita
dari pihak kontra.

Pak Syaf tahu benar posisi suratkiabar, tapi beliau pula yang bilang
koran lokal "aa tuuu".

Semakin banyak kawan semakin baik.



Dan lagi, siapa bisa menjamin orang rantau lebih tahu soal Minangkabau
dari saya yang bodoh ini? Siapa pula yang bisa menjamin bahwa saya
lebih tahu dari semua orang? Tidak ada yang lebiuh tahu tentang
Minangkabau. Tiap orang punya cara pandang sendiri.


DENGAN PENUH SANTUN SAYA SEBAGAI PEMIMPJN REDAKSI SINGGALANG, MEMOHON
SEBELAS DENGAN KEPALA KEPADA BAPAK2 YG TERHORMAT AGAR TIDAK MENCACI
MAKI SINGGALANG DI FORUM MANAPUN, KECUALI CACI MAMI ITU DIKIRIM KE
SINGGALANG UNTUK DIMUAT.

SALAM HORMAT SAYA KHAIRUL JASMI


Re: [...@ntau-net] KKM Kembali ke Nol Meter

 Setuju, Sanak Dedi Nofersi. Nampaknyo Padang Ekspres memang labiah
obyektif dari Singgalang. Mulonyo ambo maraso ambo sajo nan punyo
kesan baitu. Syukur Sanak Dedi juo marasokannyo.Mari kito doakan
supayo sasudah ko Singgalang labiah adil dalam meliput.Wassalam,

Saafroedin Bahar. Taqdir di tangan Allah swt, nasib di tangan kita.

From: Dedi Nofersi <dxnof...@...>

Sender: [email protected]

Date: Tue, 12 Oct 2010 23:48:44 -0700 (PDT)

To: <[email protected]>

ReplyTo: [email protected]

Subject: Re: [...@ntau-net] KKM Kembali ke Nol Meter



Berita dari Koran Singgalang (koran nan ba motto: Membina Harga Diri
Untuk Kesejahteraan Nusa dan Bangsa) ko bantuak no indak balance,
labiah mamihak sabalah sajo. Memang koran ko typenyo bantuak tu dari
dulu. Labiah lamak mambaco Padang Express, tapi sayang kini sadang
lalok.



<span>Dedi N</span>

<span> </span>


<span>From: Ahmad Ridha <ahmad.ri...@...>To:
[email protected]: Wed, October 13, 2010 1:19:09
PMSubject: Re: [...@ntau-net] KKM Kembali ke Nol Meter</span>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke