Kamis, 14 Oktober 2010 DARLIS SYOFYAN KETIKA Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumatra Barat, Bagindo Fachmi, mengatakan, jika hukum tegak, korupsi tidak ada, kesejahteraan rakyat akan meningkat.
Saya teringat ungkapan Perdana Menteri (PM) Singapura, Lee Kuan Yew sekitar 1990-an. Dalam suatu wawancara, wartawan menanyakan apa kunci kesejahteraan masyarakat Singapura bisa menjadi terbaik di Asia. “Karena hukum di negeri kami bisa ditegakkan dengan baik,” jawab PM Lee. Saya kaget membaca berita itu. Dalam pikiran saya tadinya, PM Lee akan menjawab, ia mampu membangun industri-industri, menjadikan negaranya pusat perdagangan Asia, dan ia punya praktisi yang kuat di bidang ekonomi, perdagangan dan sebagainya. Karenanya, yang disampaikan Kajati waktu berkunjung ke Harian Singgalang Rabu lalu, sangat pantas kita renungkan. Tegaknya hukum, akan membuat investor merasa aman dan nyaman masuk ke Sumatra Barat. Ekonomi rakyat akan bergerak maju. Pengangguran pastilah tidak membengkak seperti saat ini. Kemiskinan, tidak membludak. Ketika hukum ditegakkan, banyak para pejabat kita yang menjadi tersangka. Angka korupsi di daerah ini menjadi meningkat, dipertanyakan oleh wartawan. “Sulitkah menegakkan hukum di Sumatra Barat ini Pak Kajati?” Jawaban Kajati sangat mendasar dan membumi untuk Sumatra Barat. “Sangat mudah menegakkan hukum di Sumatra Barat. Tidak akan menjadi pekerjaan yang sulit. Masyarakat Sumbar sudah memiliki nilai-nilai Adat Basandi Syarak (ABS) dan Syarak Basandi Kitabullah (SBK),” katanya. Jika ABS-SBK ini tegak dan berjalan sebagaimana mestinya, penjara di Ranah Bundo ini tidaklah seperti sekarang. Lengang. Sangat memungkinkan menjadi Finlandia dan Swiss, dua negara yang penjaranya paling sepi di dunia itu, nyaris tidak berpenghuni. Jaksa dan polisi di sana, lebih banyak menghabiskan waktunya dengan memberi ceramah, seminar, diskusi, menulis buku dan olahraga.Sangat membumi dan bisa diterima akal, yang disampaikan oleh Kajati, putra Pariaman itu. Dalam kehidupan masyarakat Minangkabau, ABS-SBK seharusnya dijunjung tinggi. Orang Minang itu mutlak Islam. Alquran, menjadi pedoman dalam semua denyut kehidupan sebagai khalifah Allah di bumi dan Nabi Muhammad SAW, menjadi junjungan umat. Sunnahnya menjadi uswatun hasanah, dalam segala perkataan, perbuatan dan perilaku manusia. Dengan demikian masyarakat yang menerapkan dan menjunjung tinggi ABS-SBK, hidupnya akan terkendali, teratur, terkontrol, islami dan dipastikan terlindung, baik secara individu maupun bermasyarakat. Ini pulalah mungkin menjadi sesuatu yang sangat menyentuh dan penting, ketika petinggi penegak hukum diberi tugas di daerah asalnya sendiri. Lebih mudah dia merumuskan antara tugas negara dengan kearifan, potensi dan keunggulan lokal. Harapan kita adalah, keinginan Kajati ini harus mendapat tanggapan, gayuang basambuik, kato bajawek oleh kepemimpinan tripartit, tungku tigo sajarangan, tali tigo sapilin, (ninik mamak, alim ulama dan cerdik pandai), yang sudah sangat dikenal dalam masyarakat Minangkabau. Sasaran akhir kita, terciptanya masyarakat madani di Ranah Minang. Masyarakat yang berkembang sesuai dengan potensi budaya, adat istiadat dan agama. Bentuknya adalah, terciptanya masyarakat yang sejahtera, aman dan islami. Dilukiskan dalam ungkapan, padi manjadi, jaguang maupieh, urang kampung aman sentosa, adat dan agamo tapaliharo. (*) http://www.hariansinggalang.co.id/sgl.php?module=detailberita&id=1232 -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
