Pak Edy Utama yang saya hormati, sesungguhnya saya tidak tahu & tidak mengerti 
bagian mana dari respon dan ceramah saya yang menjadi salah satu sumber masalah 
kenapa KKM ini semakin ditolak dan ditentang. Saya harap pak Edy Utama bisa 
menjelaskan lebih rinci. Apabila saya memang salah akan saya akui & apabila 
tidak tentu tidak saya akui.

wasalam

AZ - 32 th
Padang    




________________________________
Dari: Edy Utama <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Ming, 17 Oktober, 2010 08:13:19
Judul: MASALAH ARMEN ZULKARNAIN_Re: Bls: [...@ntau-net] FW: Kebijaksanaan 
Gubernur 
Sumbar untuk mengadakanpra KKM.



>
>Bung Armen, saya ingin bertanya, apakah Anda betul-betul mengerti dengan 
>persoalan yang sesungguhnya dari masalah KKM ini? Menurut saya, cara Anda 
>merespon dan menceramahi orang selama ini merupakan salah satu sumber masalah, 
>kenapa KKM ini semakin ditolak dan ditentang. Sebaiknya Anda hati-hati membuat 
>pernyataan.
>
>Salam
>Edy Utama
>
>--- On Sat, 10/16/10, Armen Zulkarnain <[email protected]> wrote:
>
>
>>From: Armen Zulkarnain <[email protected]>
>>Subject: Bls: [...@ntau-net] FW:  Kebijaksanaan Gubernur Sumbar untuk 
>>mengadakanpra KKM.
>>To: [email protected]
>>Date: Saturday, October 16, 2010, 11:50 AM
>>
>>
>>Assalamualaikum wr wb
>>
>>
>>pak Edy Utama & pak Saaf, izinkan saya memberikan sedikit pandangan saya 
>>mengenai permasalah ini. Apabila kita memahami ala minangkabau - kedua belah 
>>pihak sama-sama minangkabau - seharusnya kritikan mengenai KKM ini  sifatnya 
>>"tukuak manukuak", bukan saling "patah mematahkan". 
>>
>>
>>Saya kira banyak senior saya disini yang pernah belajar silek di surau-surau 
>>sewaktu masih tinggal dikampung. Dalam silek minang setiap serangan tidak 
>>lakukan dengan manahan secara frontal, tapi dilakukan dengan "memapahnya", 
>>membelokan ke arah yang lain. Saya kira, terlalu banyak teknik-teknik yang 
>>dilakukan meniru seni beladiri seperti Karate, Taekwondo, Judo  atau yang 
>>sejenis. Beradu kareh dengan menahan secara frontal, tentu  akhirnya kedua 
>>belah 
>>pihak yang akan babak belur. 
>>
>>
>>Terakhir saya melihat,  lebih aneh lagi, sebab alun sampai ka galanggang, 
>>pihak 
>>nan manulak alah babaliak pulang. Apakah ini teknik seni beladiri yang lebih 
>>baru? Terkadang bagi kami yang muda, lebih mudah saling memaafkan, saling 
>>mengaku kekhilafan. Bukankah lebih baik berdamai saja? Saya kira posisi pak 
>>Edy 
>>sangat mnguntungkan disini, sebab lebih diterima oleh pihak GM KKM dan lagi 
>>pula 
>>pak Edy Utama sudah menyebutkan sejak lama tidak memihak atau berada 
>>ditengah-tengah. Bukan begitu pak Saaf ?   
>>
>>
>>wasalam
>>
>>
>>AZ - 32 th
>>Padang 
>>(kami nan mudo masih baraja basilek, sabab kato Rasullullah barajalah sampai 
>>ka 
>>cino, ambo caliak banyak jurus kung fu nan kalua salamo ko)
>>          
>>
>>
>>
________________________________
Dari: Dr Saafroedin Bahar <[email protected]>
>>Kepada: Rantau Net <[email protected]>
>>Terkirim: Sab, 16 Oktober, 2010 08:12:56
>>Judul: Re: [...@ntau-net] FW: Kebijaksanaan Gubernur Sumbar untuk 
>>mengadakanpra 
>>KKM.
>>
>>Memang, bung Edy. Lha yang diundang untuk menyelesaikan malah tak datang, dan 
>>kemudian membuat wawancara sendiri di luar. Hebat ndak tuh ?
>>Saafroedin Bahar. Taqdir di tangan Allah swt, nasib di tangan kita.
________________________________

>>From:  Edy Utama <[email protected]> 
>>Sender:  [email protected] 
>>Date: Sat, 16 Oct 2010 02:15:53 +0800 (SGT)
>>To: <[email protected]>
>>ReplyTo:  [email protected] 
>>Subject: Re: [...@ntau-net] FW: Kebijaksanaan Gubernur Sumbar untuk 
>>mengadakan  
>>pra KKM.
>>
>>
>>
>>Terimakasih kirimannya Pak Saaf, namun dari apa yg saya baca dibeberapa media 
>>pers, permintaan Gubernur pada saat pembukaan pra kongres, agar masalah pro 
>>kontra soal KKM  dapat diselesaikan melalui pra kongres tersebut, ternyata 
>>belum 
>>dapat diselesaikan, atau tidak terselesaikan.
>>
>>Salam
>>Edy Utama
>>
>> 
>>
>>
>> 
> 

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke