Terima kasih atas pencerahannya bung Armen. Gamblang sekali.
Kalau begitu duduknya perkara, apa tak mungkin secara bertahap dibuat 
saluran-saluran air, yang secara berkelanjutan membasahi lahan gambut itu ?
Tentunya harus didahului dan diikuti dengan penegakan hukum yg ketat terhadap 
larangan membakar semak dan hutan.
Wassalam,
Saafroedin Bahar  Taqdir di tangan Allah, nasib di tangan kita.

-----Original Message-----
From: Armen Zulkarnain <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Fri, 22 Oct 2010 01:17:47 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Bls: [...@ntau-net] Asok

Assalammualaikum wr wb.


Inyiak Sunguik, sarato angku, mamak, bundo jo dunsanak sapalanta RN nan ambo 
hormati,  

Setiap tahun (ketika musim kemarau) provinsi Riau selalu mengalami kebakaran 
lahan. Hal ini disebabkan sebaran lahan gambut yang sangat dominan pada kontur 
tanah hampir di seluruh wilayah provinsi Riau. Kebakaran lahan  ini bukan 
berarti tanaman/tumbuhan saja yang terbakar, namun lebih kepada "lapisan 
tanahnya" sendiri yang terbakar. Memang tanah bisa terbakar? Tentu saja pada 
tanah yang umum kita jumpai tidak akan bisa terbakar. Lahan gambut memiliki 
karakteristik berbeda seperti tanah-tanah yang umum kita jumpai. Tanah gambut 
berasal dari sisa pelapukan tanaman (daun-ranting-kayu) yang tidak selesai 
proses pembusukannya. Sebenarnya lahan gambut lebih mirip dengan sekam atau 
serbuk gergaji yang padat berada pada lapisan tanah. Sehingga kebakaran di 
lahan 
gambut sama seperti "api/bara di dalam sekam". Yang sangat menyulitkan, lokasi 
kebakaran utama, berada di dalam tanah.    

Ketebalan lahan gambut di provinsi Riau mulai 0.5 m - 5 m yang bervariasi pada 
setiap kabupaten. Lahan gambut di provinsi Riau tersebar di seluruh wilayah, di 
10 kabupaten 2 kota (Siak, Rokan Hilir, Bengkalis, Rokan Hulu, Pelalawan, 
Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Kampar, Kuantang Singingi, Pekanbaru & Dumai). 
Lahan gambut di provinsi Riau adalah lahan gambut terbesar di Indonesia. 
Keberadaan lahan gambut ini selalu dipertimbangkan pada setiap mata kuliah 
Fakultas Pertanian Universitas Riau, sebab mempengaruhi teknik budidaya, 
pemupukan, varietas & hasil usaha tani serta karakteristiknya yang memiliki 
tingkat keasaman tinggi (pH < 7). 

Pada musim penghujan umumnya kondisi tanah lembab & basah, sehingga amat kecil 
terjadi kemungkinan kebakaran lahan. Namun di musim kemarau, keberadaan lahan 
gambut sangat rentan dengan kebakaran. Lapisan tanah gambut ibarat hamparan 
luas 
tumpukan sekam yang mudah terbakar. Hal ini diperparah ketidakmengertian 
masyarakat akan potensi bahaya, seperti membakar sampah, membuang puntung 
rokok, 
dll. Kondisi ini semakin dipermudah dengan tingginya suhu di provinsi Riau yang 
bisa mencapai 350C hingga 35,50C.   

Pada lokasi yang tidak terlalu besar, kebakaran ini bisa dilakukan dengan 
teknik 
pemadaman "memotong" aliran api (bara) di areal kebakaran. Caranya dengan 
menggali lapisan tanah dengan membuat lubang-lubang parit yang disebut beje 
disekitar areal kebakaran dan mengisinya dengan air. Penggalian dilakukan 
dengan 
alat berat seperti excavator. Namun apabila lokasinya terlalu luas, saya kira 
sulit untuk dilakukan pemadaman. Permasalahan klasik lainnya, tidak semua 
lokasi 
terdapat alat berat seperti excavator. Semoga bermanfaat, amin ya Rabbal alamin

 wasalam

AZ - 32 th
Padang



________________________________
Dari: sjamsir_sjarif <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Kam, 21 Oktober, 2010 23:01:39
Judul: Re: [...@ntau-net] Asok

Iko sabagian gambar-gambarnyo:
http://www.google.com/images?hl=en&expIds=17259,17291,22881,24472,25532,\
25907,26095,26562,26637,26992,27013,27147&sugexp=ldymls&xhr=t&q=Hot+Spot\
s+Sumatra+Satellite&cp=16&client=firefox-a&rls=org.mozilla:en-US:officia\
l&channel=s&um=1&ie=UTF-8&source=og&sa=N&tab=wi&biw=1024&bih=568

--MakNgah

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke