Sanak Andiko , baru pulang dari Sumba sanak nampake yo , untuk menambah kenangan tentang Sumba dengan ibukotanya Waingapu dan Waikabubak , bisa di baco tulisan GM AP I Ngurah Rai di Harian Kompas sbb :
http://wisata.kompasiana.com/group/jalan-jalan/2010/10/23/waingapu-nun-jauh-disana/ Sewaktu masih bertugas da Angkasa Pura Ngurah Rai , saya sudah beberpa kali berkunjung kesana dengan naik pesawat , kapal cepat , maupun kapal Pelni Awu .karena disana ada peralatan untuk pengaturan lalulintas penerbangan yang mesti dirawat. Zul Amry Piliang ________________________________ Dari: andiko <[email protected]> Kepada: rantaunet <[email protected]> Terkirim: Sab, 23 Oktober, 2010 22:11:51 Judul: [...@ntau-net] Beri Daku Sumba-Taufik Ismail Sanak Palanta Puisi Pak Taufik Ismail ko, mungkin dapat mewakili ketakjuban ambo ka alam sumba beserta budayanyo. Lagian ambo batamu di Sumba jo beberapa urang Minang yang marantau kasinan, sempat bersilaturrahmi. Kalau ado niat bajalan, pailah sakali-sakali ka Sumba ko. Salam Andiko Sutan Mancayo Beri Daku Sumba Taufik Ismail di Uzbekistan, ada padang terbuka dan berdebu aneh, aku jadi ingat pada Umbu Rinduku pada Sumba adalah rindu padang-padang terbuka Di mana matahari membusur api di atas sana Rinduku pada Sumba adalah rindu peternak perjaka Bilamana peluh dan tenaga tanpa dihitung harga Tanah rumput, topi rumput dan jerami bekas rumput Kleneng genta, ringkik kuda dan teriakan gembala Berdirilah di pesisir, matahari ‘kan terbit dari laut Dan angin zat asam panas dikipas dari sana Beri daku sepotong daging bakar, lenguh kerbau dan sapi malam hari Beri daku sepucuk gitar, bossa nova dan tiga ekor kuda Beri daku cuaca tropika, kering tanpa hujan ratusan hari Beri daku ranah tanpa pagar, luas tak terkata, namanya Sumba Rinduku pada Sumba adalah rindu seribu ekor kuda Yang turun menggemuruh di kaki bukit-bukit yang jauh Sementara langit bagai kain tenunan tangan, gelap coklat tua Dan bola api, merah padam, membenam di ufuk teduh Rinduku pada Sumba adalah rindu padang-padang terbuka Di mana matahari bagai bola api, cuaca kering dan ternak melenguh Rinduku pada Sumba adalah rindu seribu ekor kuda Yang turun menggemuruh di kaki bukit-bukit yang jauh. 1970 -- . -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
