Alaikumusalaam ww Wah,... satolah ambo ciek, Dulu sabalum masuak Islam ranah kito ko tantu lah kadatangan Hindu dan Budha dan sabalun itu tantu sudah menganut faham animisme dan dinamisme, percaya adanya kekuatan diluar diri mereka seperti adanya kekuatan roh orang2 yang sudah mati atau roh leluhur
Nenek moyang orang minang mungkin pula pernah menganut agama Hindu, sayang bekas2nya tidak ada yang bisa kita jadikan alasan, apalagi dipulau Sumatera tidak ada tersebut eksisnya kerajaan Hindu, kan kerajaan Hindu itu adanya di Pulau Jawa yaitu kerajaan Mataram Hindu yang sampai sekarang masih bisa kita lihat candinya seperti candi Mendut dll bahkan sisa2 penganutnya masih bisa kita lihat di Pulau Bali Nenek Moyang orang Minang dikatakan pernah pula menganut agama Budha, hal ini bisalah kita terima, namun pertanyaannya agama budha yang mana Karena yang masih terlihat bekas2nya sampai hari ini ada candi Muara Takus dekat perbatasan Sumbar Riau maka bisalah disimpulkan nenek moyang kita pernah beragama Budha yang kebetulan di Muara Takus itu dulu berkembang agama Budha sekte Hinayana dengan kerajaan yang jaya waktu itu adalah Kerajaan Sriwajaya Jambi yang berpusat di Muara Sabak Sungai Batang Hari propinsi Jambi Kerajaan Sriwijaya Jambi yang Budha Hinayana dikudeta oleh penganut Budha Mahayana yang diam2 dibantu oleh intelijen dan militer kerajaan Cina waktu itu, yang kesal karena pusat perdagangan rempah2 dipelabuhan Cina Canton dan Syanghai sepi pedagang hingga jalur sutra di utara pun juga jadi sepi, karena pedagang2 Arab sudah pintar dan sudah langsung mencari rempah2 ke pusatnya di Muara Sabak Sriwijaya jambi Penganut Budha Hinayana Sriwijaya Jambi hingga pusatnya di Candi Muara Takus Kampar Riau dijajaran Bukit Barisan hingga ke lereng Merapi dihabisi oleh pengikut Mahayana lalu mereka memindahkan pusat kerajaan Sriwijaya ketepioan Sungai Musi Palembang Berikutnya bersamaan dengan berkembangnya Islam dari jazirah Arab, nenek moyang orang Minang sudah mulai pula mengenal Islam lewat pedagang Islam yang mencari rempah2 ke Sumatera terutama Kuntu Darusasalam dan kota pelabuhan Jambi dipesisir timur dan pesisir barat Sumatera terutama di Pelabuhan Barus Sumatera Utara dan kota2 pelabuahan lain di Aceh dan Palingam, Tiku, Ulakan, Padang dan Begkulu Sumatera Barat Yang namanya pedagang yang beragama Islam itu ada yang datang langsung dari jazirah Arab dan ada juga yang datang dari daerah India seperti Gujarat, kalau yang datang dari Jazirah arab seperti Hadramaut Yaman Selatan tentu berfaham Sunni namun kalau yang datang itu dari Gujarat biasanya banyak yang beraliran Syiah Ulama dan pedagang slam yang Syiah ini bisa kita lihat bekas2nya di Aceh Syiah Kuala bahkan dulunya disini sudah ada perguruan tinggi Islam (syiah) yang kita kenal sekarang diabadikan sebagai Universitas Syiah Kuala Aceh, bekas2 Syiah di Minangkabau bisa kita lihat TABUIK PIAMAN di Sumatera Barat dan TABOT di Bengkulu yang hanya sebagai budaya dan permaianan anak negeri saja lagi Orang2 Gujarat yang menganut Syiah itu sangat memuja2 Iskandar Zulkarnain karena dulunya tentara Iskandar The Great ini juga pernah bercokol di anak benua India, dari mereka yang sangat menyanjung kehebatan Iskandar Zulkarnain The Great ini lah orang Minang dan Melayu pada umumnya ikut mengaggumi kebesaran Iskandar The great ini, yangh sekarang terlihat dalam tambo dan hikayat Melayu yang mencantumkan nama Iskandar Zulkaranain sebagai asal nenek moyang mereka Karena penyiaran da'wah Islam kulit2nya saja baru yang diterima atau sebatas pengenalan, tentu tidak heran ajaran Islam yang sudah diterima yang baru sedikit itu tercampur pula dengan keyakinan2 lama sebelum datang Islam, baik yang berbau animisme, klenik yang sarat dengan mistis dan perdukunan maupun yang berbau hindu dan budha serta tidak kurang masuk pula bumbu2 penyedap dari berbagai aliran tarikat dan sufisme, karena nenek moyang kita memang kreatif maka dirangkai berbagai faham tersebut dengan segala keterbatasan pemikiran waktu itu, memunculkan produk berupa pandangan hidup yang kita kenal sekarang sebagai "Alam Takambang Jadi Guru" Mungkin sanak St Firson ingin berterimakasih atas kreatifitas nenek moyang kita itu maka sanak kita ini coba2 mengatakan itu sebagai agama orang Minang, tantu tagak talingo kawan di rantaunet Era pembersihan ajaran Islam yang sudah campur sari itu di Minangkabau pernah juga heboh dizaman Paderi yang puritan itu, sayang karena ada tersalah langkah dan salah teknis yang berakibat fatal, hingga purifikasi atau pemurnian ajaran Islam itu tidak sampai tuntas terlebih waktu itu kan disibukkan dengan pertelagahan awak samo awak, kaum putih versus hitam yang sebenarnya cuma cabiak2 bulu ayam, namun karena ada yang mendatangkan kapir belanda maka kerja yang hampir tuntas itu berantakan karena energi tambah terkuras menghadapi belanda, akibatnya sama kita lihat pro kontra antara ABSSBK yang simbolis itu dengan gerakan Penerapan ABSSBK yang mungkin dicikal bakali KKM itu Ejekan "masak kalah sama Aceh" yang lebih dulu menerapkan Syariat Islam dinegerinya membuat sebagian elit Minang ketar ketir untuk melepaskan diri dari malu ejekan itu, lha sampai kapan ejekan itu melekat terus dikening ini kalau tidak segera dilepaskan, memang dibiarkan nempel terus disana, lha sampai kapan? Firson Sutan tenang2 saja menunggu peluang mancogok baliak dengan jilid berikutnya sambil melihat tali layangan yang diulurnya sedikit2, diantara kita ada yang tertengadah sampai2 ada yang jengkotnya berasap lalu teriak "hei Firson ado juo lai ndak, kaluakan lah! wasalam abp58 ________________________________ Dari: Armen Zulkarnain <[email protected]> Kepada: [email protected] Terkirim: Sab, 23 Oktober, 2010 22:26:50 Judul: Bls: [...@ntau-net] Kitab Allah - Alam Takambang Jadi Guru - Agama asliorang minangkabau Assalammualaikum wr wb, Angku, mamak, bundo jo dunsanak sapalanta RN nan ambo hormati. Ketika dahulu saya belajar tentang adat di kampung halaman, disebutkan sebelum datangnya agama Islam ke ranah minang, yang berkembang adalah ajaran animisme, hindu & budha seperti yang disebutkan pada "Alam Takambang Jadi Guru". Ajaran ini mengajarkan untuk melihat kepada alam, hukum-hukum alam yang mana meninggalkan warisan pada kita berupa pepatah - petitih minangkabau & pola matrilineal. Dalam buku kumpulan 1000 petatah petitih minang yang ditulis alm. Idrus Hakimi Dt Rajo Pangulu disebutkan seorang pengembara dari negeri Tiongkok yang bernama I Tsing pernah mengunjungi minangkabau yang menyebutkan adanya lembaga pendidikan (sejenis universitas) di Limo Kaum yang menyusun 500.000 pepatah petitih minangkabau. http://en.wikipedia.org/wiki/I_Ching_(monk) Seiring masuknya islam ke ranah minang, terjadi perbaikan-perbaikan kehidupan masyarakat minang sesuai dengan ajaran agama islam yang semakin bekembang luas. Oleh karena itu dikenal adagium "Adat Basandi Syara, Syarak Basandi Kitabullah". Apabila ditanyakan apakah agama orang minangkabau? Saya kira jawabannya ada beberapa pilihan, dimasa lalu, saat ini atau dimasa yang akan datang? Apabila ditanya pada masa lalu mungkin jawaban ini yang disebutkan pak Sutan Firson. Apabila ditanyakan pada saat ini, tentunya adalah agama Islam yang diajarkan Rasulullah SAW. Mengenai masa yang akan datang saya sendiri tidak tahu, namun masa lalu selalu mempengaruhi masa yang datang. Begitu juga dengan pekermbangan Islam disaat ini, apakah baik atau tidak, kuat atau lemah, tentunya akan mempengaruhi sejarah minangkabau di masa yang akan datang. Mohon ditukuak pabilo ado nan kurang. salam ta'zim AZ - 32 th Padang asa nagari Kubang, 50 Koto babako ka Canduang Koto Laweh, Agam ________________________________ From: Firson Maryutenli <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Fri, 22 Oct 2010 18:30:58 +0700 To: <[email protected]> ReplyTo: [email protected] Subject: [...@ntau-net] Kitab Allah - Alam Takambang Jadi Guru - Agama asli orang minangkabauOrang minangkabau belajar ke alam (alam takambang jadi guru). Sistem matrilineal-pun dipelajari dari alam. Dan adat pun disusun berdasarkan filsafat alamiah (ABS-SBK) yang berdasarkan ketuhanan. Kitab Allah - merupakan hukum hukum Allah yang berlaku universal (adat nan sabana adat) yang tidak akan berubah sampai hari kiamat. Yang disebut hukum Allah termasuk juga "hukum fisika", "hukum kimia" atau hukum ekonomi. Newton, Albert Einstain, Archimides, Aljabar, Ibnu Sina menemukan hukum hukum Allah, dan dibukukan termasuk juga kepada Kitab Allah. Jadi Kitab Allah tidak saja terbatas kepada Alqur'an, tapi juga termasuk kitab yang ditulis oleh Keynes misalnya "the general theory of economics" dan para ahli riset diseluruh dunia sibuk mempelajari hukum hukum Allah tersebut untuk kemaslahatan umat manusia. Jadi kalau ditanya apa agama orang minangkabau jawabannya adalah : ALAM TAKAMBANG JADI GURU regards, Sutan Firson -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
