Assalamualaikum wr wb

pak Muhammad Syahreza sarato angku, mamak, bundo jo dunsanak sapalanta RN nan 
ambo hormati. Tsunami yang terjadi di Pagai dengan ketinggian + 3 meter, 
membuktikan analisa bahwa kepulauan Mentawai berfungsi sebagai "bumper" menahan 
gelombang tsunami mencapai wilayah pesisir Sumatera Barat. Gugusan kepulauan 
Pini, Mentawai & Pagai selama ini memiliki fungsi sebagai "bumper" menahan 
gelombang tsunami untuk wilayah pesisir Sumbar yang panjangnya mencapai + 400 
km 
itu. 

Saya kira, kita sudah memiliki persatuan wali nagari di 11 kabupaten, demikian 
pula dengan organisasi perantau yang ada dipenjuru antero nusantara hingga 
mancanegara. Alangkah baiknya terjalin sebuah network untuk komunikasi antara 
ranah & rantau, sekaligus membantu perkembangan kemajuan nagari-nagari di 
Sumatera Barat. Dengan begitu, setiap terjadi bencana di manapun di 
nagari-nagari (total 625 nagari) & di wilayah "bumper" kepulauan Pini, Mentawai 
& Pagai, kita masyarakat minangkabau dimanapun berada bisa sato sakaki untuk 
menyingsingkan "lengan baju" membantu dunsanak-dunsank kita yang sedang 
tertimpa 
musibah bencana alam.

Saya kira, Mailing List RantauNet dengan YPRN-nya sebagai salah satu milist 
orang minang, yang pertama & terbesar di internet bisa menjangkau seluruh 
organisasi-organisasi yang ada diperantauan. Saya sendiri yang saat ini 
berdomisili di Padang bisa membantu untuk menjangkau persatuan Wali Nagari yang 
ada di 11 Kabupaten. Selama ini, kalau saya tidak salah Departemen Sosial sudah 
mencanangkan "Kampung Siaga Bencana" yang mengadaptasikan program-programnya 
sesuai dengan kultur daerah masing-masing di Indonesia. Saya kira, 2/3 populasi 
perantau minangkabau merupakan aset yang dimiliki oleh Sumbar saat ini. Mohon 
ditukuak pabilo ado nan kurang, salam mitigasi.

wasalam

AZ - 32 th
Padang
(kita wajib berusaha, mengenai hasil serahkan pada Allah SWT)          



________________________________
Dari: muhammad syahreza <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Sel, 26 Oktober, 2010 15:50:55
Judul: [...@ntau-net] 103 hilang 4 meninggal karena sunami mentawai

Assalamu'alaikum wr.wb.

http://regional.kompas.com/read/2010/10/26/15200988/4.Tewas..103.Hilang-5

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat mencatat,
empat orang meninggal dan 103 orang hilang saat tsunami menyapu
sejumlah desa di Mentawai pascagempa berkekuatan 7,2 SR yang
mengguncang wilayah itu.

"Kami masih terus melakukan pendataan. Tim kami masih terus bekerja di
lapangan. Bukan tidak mungkin angka itu bertambah," ujar Kepala BPBD
Sumatera Barat, Herman, yang dihubungi Kompas.com, Selasa
(26/10/2010).

Lokasi gempa berada di 78 km barat daya Pagai Selatan Mentawai,
Sumatera Barat, dengan kedalaman 10 km. Pakar gempa dari Universitas
Andalas, Dr Badrul Mustapa Kemal, mengatakan, gempa mengakibatkan
tsunami setinggi dua meter di Pulau Mentawai.

"Tsunami setinggi dua meter yang terjadi itu antara lain ditandai
dengan ada perahu nelayan yang tersangkut di darat. Informasi tersebut
berasal dari pemantau relawan Australia, counterpart (mitra)
Sucofindo," kata Badrul Mustapa di Padang, Selasa (26/10/2010).

Berdasarkan data situs BMKG, gempa itu pada awalnya dinyatakan
berpotensi tsunami. Namun, sekitar 25 menit kemudian, mereka merilis
kabar bahwa gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Hormat saya

Muhammad Syahreza

HP : 0811 193 646 / 0817 169 015

Blog bisnis : http://ohiofreshyoghurt.wordpress.com

Setiap pengusaha
sekecil apapun kita
semuda apapun kita
dapat membuat Indonesia menjadi lebih baik!

Mulailah dari diri kita sendiri, jika setiap kita menjadi lebih baik,
maka Indonesia pasti menjadi lebih baik!

Kunjungi Sumbar online di :

www.west-sumatra.com
www.mentawaiislands.com
www.newsikuaiisland.com
www.visitminangkabau.com
www.aloitaresort.com/diving
www.cimbuak.net

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib 
mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.


-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke