Tulisan ini ditulis oleh Awang S (ahli geologi) pada millis geologi Universitas
Padjadjaran pada tahun 2009. Semoga menambah pengetahuan bila ada yang tertarik.
Wassalam,
Herman Moechtar
Dalam enam bulan terakhir ini, buku-buku sejarah Indonesia tulisan ilmuwan luar
pada zaman dahulu ataupun para empu Jawa banyak diterjemahkan dan diterbitkan.
Rekan-rekan yang sering mengunjungi toko-toko buku besar pasti akan menemukan
buku-buku tersebut. Mulai dari “Sejarah Jawa” Raffles (1817), seri Babad Jawa
tulisan Purwadi (Babad Tanah Jawi, Babad Mataram, Babad Giyanti, dan
sebagainya), sampai buku “Sejarah Sumatra” Marsden (1783) yang akan saya
ceritakan di bawah ini.
William Marsden adalah seorang pekerja EIC (East India Company –kongsi dagang
Inggris di Indonesia, saingan VOC –Vereenigde Oost Indische Compagnie –kongsi
dagang Belanda di Indonesia). Dia bertugas di Bengkulu, suatu wilayah di
Sumatra
yang lama dikuasai Inggris berdasarkan perjanjian dengan Belanda. Sambil
menjalankan tugasnya sehari-hari, rupanya Marsden melakukan banyak hal untuk
memenuhi ambisinya : yaitu membuat karya ensiklopedik tentang Sumatra, pulau
besar dan penting dalam sejarah Indonesia .
Selama di Bengkulu, Marsden melakukan banyak pengamatan ke beberapa wilayah
Sumatra, bertanya kepada banyak orang sebangsanya atau orang Belanda atau
pribumi, dan mengumpulkan bahan-bahan publikasi pada zamannya tentang Sumatra.
Tahun 1779, tugasnya selesai di Bengkulu dan ia kembali ke London . Di London
ia
mendapatkan banyak dukungan dari Royal Society untuk menulis buku tentang
Sumatra . Maka pada April 1783, terbitlah karyanya berjudul “The History of
Sumatra”, suatu karya pionir tentang Sumatra yang komprehensif.
Bahwa buku ini komprehensif, bisa dilihat dari daftar isinya yang meliputi 23
Bab terdiri atas : Deskripsi Umum, Perbedaan Penduduk, Infrastruktur dan
Kehidupan Sehari-Hari, Kekayaan Alam Sumatra, Aneka Varietas Dunia Flora,
Keanekaragaman Dunia Fauna, Komoditas Perdagangan dan Hasil Perkebunan,
Kekayaan
Alam dan Perdagangan Impor, Keahlian Orang Sumatra, Bahasa dan Abjad, Sosiologi
Masyarakat Sumatra, Adat Istiadat dan Hukum Adat, Hukum Adat dan Perbudakan,
Ritus Perkawinan dan Hiburan, Tradisi Orang Sumatra, Lampung, Perbedaan
Penduduk, Kerajaan Melayu dan Kerajaan Minangkabau, Kerajaan-Kerajaan di Tepi
Sungai, Batak, Aceh, Sejarah Kerajaan Aceh, Gususan Pulau di Pantai Barat
Sumatra.
Buku Marsden (1783) ini diterjemahkan dan diterbitkan di Indonesia oleh
Komunitas Bambu, Jakarta pada Juli 2008. Terjemahan ini didasarkan pada buku
asli edisi ketiga yang diterbitkan Oxford University , Kualalumpur tahun 1966.
Tebal buku terjemahannya 445 halaman, ringkas dan ringan untuk dibawa ke
mana-mana, cetakan bagus, dilengkapi dengan foto-foto tempo doeloe Sumatra
periode 1600-1950. Harga buku Rp 95 ribu.
Meskipun buku ini menceritakan situasi Sumatra 225 tahun yang lalu, setelah
membacanya kita akan berkomentar bahwa buku ini tetap aktual. Marsden merupakan
salah satu dari penulis-penulis yang menggambarkan kesusastraan, sejarah, dan
adat-istiadat di Sumatra secara rinci, akurat, trampil dan orisinil.
Kali ini, saya ingin menceritakan bagaimana pengamatan William Marsden atas
beberapa fenomena geologi di Sumatra . Bisa jadi catatan Marsden ini merupakan
salah satu dari pengamatan-pengamat an geologi tertua di Sumatra bahkan di
Indonesia sebab penyelidikan sistematik geologi Indonesia baru bermula pada
tahun 1850.
Kita tahu bahwa Bengkulu adalah wilayah yang sering dilanda gempa, dan Marsden
pun saat tinggal di Bengkulu merasakannya dan ditulisnya, “Gempa bumi yang
paling keras saya alami terjadi di daerah Manna pada tahun 1770. Sebuah kampung
musnah, rumah-rumah runtuh dan habis dimakan api. Beberapa orang bahkan tewas.
Di satu tempat, tanah retak sepanjang ¼ mil, lebarnya 2 depa, dan dalamnya 4
atau 5 depa. Benda seperti aspal mengkerut dan memuai silih berganti. Banyak
bukit longsor. Akibatnya, Sungai Manna penuh sesak dengan tanah liat sehingga
penduduk tak dapat mandi di dalamnya. Pada waktu itu juga, terbentuk sebuah
daratan yang panjangnya 7 mil dan lebarnya ½ mil dekat muara Sungai Manna.
Terbentuklah sebuah tanah datar yang luas.Padahal, dahulu di tempat itu hanya
ada pantai yang sempit.
Marsden pun mengamati bahwa gempa di Sumatra suka terhubung ke vulkanisme.
Marsden menulis, “Saya tidak pernah dapat membayangkan bahwa letusan-letusan
gunung mempunyai hubungan dengan gempa bumi yang sering terjadi di sana .
Terkadang gunung itu mengeluarkan asap ketika ada gempa, namun kadang juga
tidak. Beberapa tahun sebelum saya datang, ada gempa keras menggoncang. Saat
itu, orang-orang mengatakan bahwa gunung itu mengeluarkan api yang jarang
terlihat.”
Marsden mencatat juga apa yang kita sebut sekarang sebagai fluktuasi muka laut.
Marsden menulis : …., lambat laun permukaan laut menurun di beberapa bagian dan
mengakibatkan efek yang serupa. Banyak contoh dapat ditunjukkan mengenai
kejadian ini. Salah satu contoh yang saya ketahui adalah Tanjung Pulo, tanjung
yang terdapat di daerah Silebar. Tanjung Pulo terbentuk akibat gerakan air laut
yang naik ke permukaan sehingga memisahkan pulau-pulau yang terletak di
atasnya.
Pada mulanya, pulau-pulau tersebut menyatu.
Marsden (1783) juga berhipotesis tentang bagaimana kejadian pulau-pulau di
sebelah barat Sumatra itu (Simeulue-Enggano) . Pulau-pulau ini pada mulanya
mungkin bersatu dengan Sumatra, tulis Marsden. Namun, bisa juga terpisah akibat
goncangan dahsyat alam atau karena terkikisnya daratan yang pernah
menyatukannya
dengan air laut.
Bumi Sumatra kaya akan mineral dan bahan-bahan tambang, begitu tulis Marsden di
bawah judul “Produksi Mineral”. Taka da negeri lain yang lebih dikenal karena
persediaan emas yang melimpah sepanjang masa kecuali Sumatra. Akan tetapi,
sumber-sumber aslinya dalam batas tertentu sudah habis karena eksploitasi
selama
berabad-abad. Walaupun begitu, kuantitas yang didapat hari ini masih cukup
banyak, bahkan akan jauh bertambah andaikata cara-cara pengumpulannya dilakukan
dengan teknik mineralogi. Selain itu, ada juga tambang tembaga, besi, dan
timah.
Sumber panas bumi dan air panas terdapat di beberapa tempat. Minyak tanah, yang
terutama dipakai untuk racun antirayap, dikumpulkan di Ipu dan tempat lain. Di
daerah rendah bagian selatan pulau itu hampir tidak ditemukan batu keras di
dekat pantai. Di bagian pantai yang dikikis air laut, terdapat batu-batu karang
terjal yang mengandung fosil-fosil aneh, seperti kayu dan kerang-kerang laut
berbagai jenis. Hipotesis mengenai subyek ini telah menimbulkan kontroversi
sebab menunjukkan goncangan permukaan daratan bumi.
Demikian sedikit sekali penggalan-penggalan catatan geologi dari buku Sejarah
Sumatra Marsden (1783) ini. Masih banyak penjelasan geologi lainnya yang muncul
di bab-bab awal tentang alam Sumatra dengan gaya penjelasan yang khas : teliti
dan lebih bernalar dibandingkan zamannya.
Harus diingat, bahwa buku geologi moderen baru muncul pada tahun 1795, ”Theory
of the Earth” (James Hutton), dan William Marsden menjelaskan fenomena-fenomena
geologi Pulau Sumatra secara baik 12 tahun sebelum Hutton menerbitkan bukunya.
Buku ”History of Sumatra” William Marsden (1783) kaya sekali akan khazanah
alam,
budaya, dan sejarah Sumatra. Sekalipun buku ini telah 225 tahun umurnya,
penerbitan terjemahannya dalam bahasa Indonesia tetap bermanfaat bagi para
pengamat alam, budaya, dan sejarah Sumatra. Misalnya,bagaimana karakter
tiap-tiap suku di Sumatra dapat dibaca di buku ini, suatu karya antropologi
pionir.
Buku-buku sejarah tidak pernah tinggal di masa lalu, ia juga bisa menjadi mesin
waktu ke masa sekarang dan bahkan ke masa depan lalu dengan secepat kilat
kembali lagi ke masa lalu.
Salam,
awang
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.