2010/10/27 Mochtar Naim <[email protected]>
>
> Sdr Andre Suchitra, sebagai juga Sdr Ridha sebelumnya,
>
> Saya paham. Kalau bukan hadith, dan dibuktikan memang bukan hadith, harus 
> kita tolak sebagai hadith. Saya akan
> perlakukan ungkapan itu sebagai tamsil saja, karena ada kebenaran 
> filosofis-sosiologisnya di sana. Tolong Sdr bantu saya,
>  apa sumber rujukan penolakannya itu.
>

Pak Mochtar Naim, penjelasan tentang kelemahan riwayat tersebut dapat
dilihat di:

http://www.perpustakaan-islam.com/index.php?option=com_content&view=article&id=122%3Akedhaifan-hadits-tuntutlah-ilmu-sekalipun-ke-negeri-cina&catid=37%3Ahadits&Itemid=92
-----------------------------------------------------
Kedhaifan hadits ''Tuntutlah ilmu sekalipun ke negeri Cina''

Written by Administrator
Saturday, 30 May 2009 03:28
Tuntutlah ilmu sekalipun ke negeri Cina

Riwayat ini batil. Ini diriwayatkan oleh Ibnu Adi II/207, Abu Naim
dalam Akhbar Ashbahan II/206, Al-Khatib dalam At Tarikh IX/364 dan
sebagainya, yang kesemuanya dengan sanad dari Al-Hasan bin Athiyah,
dari Abu Atikah Tharif bin Salman, dari Anas bin Malik radiallahu
‘anhu. Kemudian semuanya menambahkan lafazh “fainna thalabul ilmi
faridatun ‘ala kulli muslimin. Ibnu Adi berkata: “Tambahan kata walaw
bish Shin kami tidak mengenalinya kecuali hanya datang dari Al-Hasan
bin Athiyah”. Begitu pula pernyataan Al-Khatib dalam kitab Tarikh
seperti dikutip Ibnul Muhib dalam Al-Fawaid.

Kelemahan riwayat ini terletak pada Abu Atikah yang telah disepakati
muhaditsin sebagai perawi sanad yang sangat dhaif, bahkan oleh Imam
Bukhari dinyatakan mungkar riwayatnya. Begitu pula jawaban Imam Ahmad
bin Hanbal ketika ditanya tentang Abu Atikah ini.

Ringkasnya, susunan dari hadits diatas adalah sangat dhaif atau bahkan
sampai ke derajat batil. Saya kira kebenaran ada pada ucapan Ibnu
Hibban dan Ibnul Jauzi yang berkata bahwa hadits di atas tidak ada
sanadnya yang baik atau bahkan dianggap baik sampai derajat dapat
dikuatkan atau saling menguatkan antara satu sanad dengan sanad yang
lainnya.

Adapun bagian kedua (tambahannya), mungkin dapat dinaikkan derajatnya
kepada hadits hasan, seperti yang diutarakan oleh Al-Mazi sebab
sanadnya banyak yang bersumber pada Anas radiallahu ‘anhu. Dalam hal
ini dari hasil penyelidikan yang saya lakukan, saya telah menemukan
delapan sanad yang dapat diandalkan yang kesemuanya bersumber kepada
Sababat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, diantaranya adalah
Anas, Ibnu Abbas, Ibnu Umar, Ibnu Mas’ud, Ali, Abu Said, dan
sebagainya. Hingga kinipun saya masih menelitinya hingga saya
benar-benar yakin dalam memvonis shahih, hasan ataupun dhaifnya
sanad-sanad tersebut, wallahu a’lam

Hadits ke 416 dari kitab Silsilatu Ahaaditsu Ad-Dhaifah wal Maudhuah
wa Atsarus Sayyi fil Ummah karya Syaikh Al-Albany, edisi terjemahan,
Silsilah Hadits Dhaif dan Maudhu jilid-1, cetakan Gema Insani Press
-----------------------------------------------------

Allahu Ta'ala a'lam.
--
Abu 'Abdirrahman, Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim
(l. 1400 H/1980 M)

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke