http://padang-today.com/index.php?today=news&id=22400 Sumbar | Kamis, 28/10/2010 20:17 WIBFacebooker dan 27 LSM Kecam Ketua DPR Marzuki Alie
Heri S & Fajar RV - Padang Ekspres Ketua DPR Marzuki Alie. Ketua DPR RI Marzuki Alie dikecam para facebooker karena dinilai mengeluarkan pernyataan yang melecehkan masyarakat yang tengah tertimpa musibah gempa dan tsunami di Mentawai. Puluhan status dan komentar kecaman, dilayangkan kepada politisi Demokrat itu. "Entah punya perasaan atau tidak, seorang Marzuki Alie (Ketua DPR-RI) justru menyalahkan masyarakat kenapa tinggal di tepi pantai, kalau terkena tsunami itu sudah resiko, dasar tak punya perasaan," cetus Two Efly, warga Bukittinggi lewat status facebooknya. Lain lagi dengan Roni, facebooker lainnya. "Si Marzuki ini...sudah saatnya dia ini dipecat oleh rakyat," tandasnya. Sebelumnya, Marzuki mengeluarkan pernyataan kontroversial dan membuat masyarakat Sumbar marah. Sebagaimana dilansir detikcom, Marzuki Alie mengatakan, musibah bencana gempa dan tsunami di Mentawai yang merenggut ratusan korban jiwa, adalah risiko penduduk yang hidup di wilayah pantai. "Mentawai kan jauh. Itu konsekuensi kita tinggal di pulaulah," kata Marzuki di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (27/10/2010). Menurut politisi Partai Demokrat ini, seharusnya warga yang takut ombak jangan tinggal di daerah pantai. Alasannya, jika ada bencana seperti tsunami, maka proses evakuasinya menjadi sulit. "Siapa pun yang takut kena ombak jangan tinggal di pinggir pantai. Sekarang kalau tinggal di Mentawai ada peringatan dini dua jam sebelumnya, sempat nggak meninggalkan pulau?" tanya Marzuki. Bahkan dia menyarankan agar warga Mentawai dipindahkan saja. Hal ini bertujuan agar bencana serupa tidak lagi terjadi di Mentawai. "Kalau tahu berisiko pindah sajalah," imbuhnya. "Kalau rentan dengan tsunami dicarikanlah tempat. Banyak kok di daratan," sambungnya. 27 LSM juga Mengecam Di Limapuluh Kota, 27 LSM dan organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Lumbung Derma dan Jaringan Peduli Gempa Tsunami Mentawai juga ikut mengecam. Mereka pada Kamis (28/10) siang, langsung mengirimkan surat protes kepada Marzuki Alie. Dalam surat yang diteken Kordinator Posko Lumbung Derma Peduli Gempa Tsunami Mentawai Yosef Sarogdok tersebut, Lumbung Derma Peduli Gempa Tsunami Mentawai mendesak Ketua DPR RI Marzuki Alie untuk minta maaf. "Meminta Anda untuk meminta maaf kepada keluarga korban, masyarakat Mentawai dan seluruh masyarakat Indonesia yang tinggal di pesisir-pesisir pantai," tulis Yosef Saragdok. Posko Lumbung Derma Peduli Gempa Tsunami Mentawai, juga mengutuk pernyataan tersebut sebagai pernyataan yang tak pantas disampaikan oleh seorang ketua DPR, yang semestinya mewakilkan derita korban kepada dirinya sendiri. "Pernyataan ini juga memperlihatkan ketiadaan sisa-sisa rasa kemanusian dan kedangkalan pengetahuan seorang Marzuki Alie terhadap kondisi Indonesia secara keseluruhan," ungkap Yosef Saragdok.(*) --- Pada Kam, 28/10/10, [email protected] <[email protected]> menulis: Dari: [email protected] <[email protected]> Judul: [...@ntau-net] Ciek lai komentar marzuki ali Kepada: [email protected] Tanggal: Kamis, 28 Oktober, 2010, 10:10 PM http://www.detiknews.com/read/2010/10/28/172342/1477924/10/ketua-dpr-tugas-dpr-hanya-pengawasan-bukan-tanggap-darurat Jakarta - Ketua DPR Marzuki Alie meminta anggotanya fokus pada pekerjaannya mengawasi kinerja pemerintah. DPR tidak wajib ikut serta dalam tanggap bencana. "Tugasnya pengawasan bukan tanggap darurat. Jadi melakukan pengawasan itu kita. Liat dulu jadi tolong dipahami tugas DPR, DPR bukan eksekutor," ujar Marzuki kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (28/10/2010), Marzuki meminta semua anggota DPR konsentrasi dengan pekerjaan masing-masing. Kunjungan kerja DPR ke daerah dan ke luar negeri, menurut Marzuki tidak boleh terganggu. "Semua di DPR ada tugas-tugasnya, jangan masalah seluruh RI berhenti bekerja dan ke Mentawai. Ada yang ngurusin Mentawai, ada yang ngurus pemerintahan. Jangan gara-gara Mentawai kita berhenti bekerja," terang Marzuki. Apalagi, Marzuki menambahkan, pemerintah memiliki badan khusus penanggulangan bencana. Badan tersebut lah yang menurut Marzuki paling bertanggungjawab dalam tanggap bencana. "Kan ada BNPB, ada dananya. Untuk tanggap darurat masing-masing bekerja. Presiden sebenarnya tidak perlu, tapi karena bentuk empati beliau makanya ke sana," terang Marzuki. Karena itulah Marzuki belum ingin ke Mentawai. Marzuki akan ke Mentawai belakangan setelah BNPB menyelesaikan tugasnya memberikan bantuan kepada korban bencana. "Saya ke sana mau ngapain, nonton? Apa yang mau dilakukan sebagai Ketua DPR. Nanti setelah BNBP bekerja kita datang, kita awasi bagaimana pengucuran dananya," jelas Marzuki. Marzuki kemudian meminta semua komisi yang akan ke luar negeri tidak membatalkan misinya. Sebab, menurutnya DPR butuh suntikan ilmu dari studi banding ke luar negeri. "Jadi jangan Komisi V tidak berangkat. Yang ke luar negeri suruh pulang? Untuk apa, nanti yang orang relawan bantu nggak dapat tiket. Jangan seolah-olah semuanya DPR, eksekutor kan pemerintah," tutupnya. -- . -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
