Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.

Alhamdulillah, sajuak rasonyo ambo mambaco tulisan pak Riri, tarimo
kasi banyak.
Hanya Allah yang paling mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya (QS
68:7). Orang yang sesat adalah: yang kafir kepada Allah, malaikat-
malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian (QS
4:136) dan...orang yang menukar iman dengan kekafiran (QS 2:108),
sedangkan orang yang benar adalah orang yang ingkar kepada taghut dan
beriman kepada Allah (QS 2:256).
Setiap orang bertanggung-jawab atas perbuatannya sendiri, kita tidak
berhak menilai seseorang apakah dia telah sesat atau mendapat petunjuk
(QS 10:108, 39:41, 17:15).
Adab paling baik dalam menyikapi kesalahan ataupun kesesatan seseorang
adalah: berlaku lemah lembut terhadapnya, memaafkan dia, memohonkan
ampun baginya, bermusyawarah dengannya, bertawakkal kepada Allah (QS
3:159) dan... tidak boleh memaksanya (QS 10:99).
Orang yang sesat tidak akan membawa mudharat kepada orang yang telah
mendapat petunjuk (QS 5:105), dan petunjuk itu semuanya terdapat
didalam Al-Qur'anul Karim (QS 2:2). Semoga Allah menjadikan kita semua
orang yang ber-taqwa, aaamiin...
Billahittaufiq walhidayah, wassalamua'aikum warahmatullah
wabarakatuhu.

Fauzy 58/L/Bekasi


On 29 Okt, 07:49, Riri Chaidir <[email protected]> wrote:
Waalaikumsalam wr.wb.

Kalau kita bertanya, apa sebetulnya tugas Mbah Marijan, itu memang
pertanyaan menarik.
Tapi kalau dari "judul" nama jabatannya (*yang kita belum pahami apa
artnya*) diteruskan dengan menilai Akidah yang bersangkutan, apalagi
sebagai bahan untuk membandingkan akidah suatu etnis dengan etnis
lain?
Maaf, apakah kita tidak *menjadi terlalu ahli* jadinya?
Iko saketek nan ambo tau dari mambaco2 apo nan ado di berbagai media,
termasuk berbagai milis dan blog.
Kata "Juru Kunci" tidak harus berarti. bukan berarti "doorman" atau
"panjago pintu kereta" nan manjago "pintu" dalam arti harfiah.
Ambo raso, urang2 tu indak terlalu bodoh untuak bapikia gunuang tu
paralu dikunci do.
Tugas Mbah Marijan, itu adalah meng-arrange acara2 kraton di Merapi.
Apakah acara2 Kraton setiap tahun.
Nah, apakah acara ini "salah" atau "benar" menurut aqidah (atau
menurut kita?), perlu dipelajari lebih lanjut. Dan - maaf - satau ambo
alun ado Dunsanak di Palanta ko nan meneliti/ mempelajari masalah itu
lai.
Kalau mbah Marijan ternyata melakukan sesuatu lebih dari yang
ditugaskan (eh, ini bukannya prestasi ya), itu bisa saja karena
pengabdiannya kepada Sultan. Bahkan Sultan HB X sendiri mangatakan
bahwa Mbah Marijan salah mempersepsikan tugasnya. (http://www.tribun-
medan.com/read/artikel/8008/Sultan-Mbah-Maridjan-Sa...)
Tapi apakah kalau dia melaksanakan apa yang dia anggap tugasnya itu
bisa dijadikan basis untuk men "judge" Akidah seseorang? Mungkin perlu
penelitian sendiri tentang ini.
Sedikit yang saya tahu tentang Mbah Marijan adalah, disamping dia
melaksanakan tugasnya dengan penuh pengabdian (menurut pemahaman dia),
adalah bagaimana dia memperlakukan uangnya.
Gajinya sebagi Abdi Dalem jelas kecil. Suatu saat, ada yang berhasil
membujuknya untuk menjadi bintang iklan. Dan untuk itu dia dibayar 150
juta. Apakah gaya hidupnya berubah?
Tidak, dia tetap dengan kehidupannya yang biasa.
*Lalu uang 150 juta? Dibagikan ke tetangganya dan untuk membangun
mesjid di Dukuhnya. *(
Innalillahi wa inna ilaihi rajiun ...Semoga keluarga yang ditinggalkan
diberikan ketabahan.

Riri 48/L/bekasi

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke