بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ  
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 

Remungan hari ini

Senang ataukah tenang
 yang diinginkan seseorang? Menurut Abu Hamid Al-Ghazali, orang yang senang 
(al-Sa'id) itu belum tentu tenang (al-Nafs al-Mutmainnah). Misalnya, orang yang 
melakukan korupsi, tentu merasa senang karena mendapatkan harta dengan segera 
tanpa susah payah, dan dia tinggal menikmatinya saja. Tapi, apakah hati menjadi 
tenang dengan perolehan harta terlarang yang bukan haknya itu?

Demikian pula, orang yang melakukan perselingkuhan, boleh jadi ia dapat 
mengenyam kenikmatan sesaat, tetapi apakah hatinya jadi tenang dan tenteram? . 
Akan tetapi, apa benar dia tidak dihantui perasaan takut?malu?kecuali mata 
hatinya telah tertutup!naudzubillahmindzalik

Jika sudah menyadari hal seperti ini, mengapa manusia itu berlaku zalim 
terhadap dirinya sendiri dan hanya mementingkan kenikmatan sesaat. Padahal, 
mereka berani menanggung risiko ketidaktenangan dan ketidaktenteraman dalam 
hidupnya.
Kebahagiaan itu kenyataannya tidak bermula pada kesenangan, melainkan berangkat 
dari ketenangan. Orang yang memiliki banyak uang pasti senang karena segala 
kebutuhannya tercukupi, tetapi uang tidak menjamin seseorang mendapatkan 
ketenangan hidup.Seringkali kita temukan, orang kaya malah jadi bertambah cemas 
karena takut dan khawatir hartanya berkurang atau habis. Siapa pun jika 
mendapatkan jabatan dan kedudukan prestisius menjadi senang, tapi adakah 
jabatan itu bisa membuat dia tenang dalam hidupnya? Jawabnya pasti belum tentu! 
Jika begitu, mengapa kita tidak mementingkan ketenangan?
Ada adagium dalam dunia tasawuf  yang patut untuk direnungkan. "Lastu Aras 
Sa'adata Jam'a Malin, Walakin at_Taqiya Lahaiya as-Sa'idu" (Saya tiada merasa 
bahagia jika berada dalam kekayaan harta, tapi takwa ini bahagia yang 
hakiki).oleh karenanya selalu mintalah fatwa pada hatimu,karena hati tak pernah 
berbohong...mintalah perlindungan Allah agar dijauhkan dr bisikan,godaan dan 
ajakan syetan yg terkutuk...krn diapun dpat masuk bahkan dlm org yang bertaqwa 
sekalipun.
mohon maaf lahir dan batin
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke