2010/10/29 muhammad syahreza <[email protected]> > Assalamu'alaikum wr.wb. >
Wa'alaykumus salaam warahmatullahi wabarakaatuh, > Mbah Maridjan nan bisa manjawek tu mah Ridha, manga perintah Gubernur > yang juga Sultannyo inyo abaikan.. he he Bialah si mbah tu tanang di > alam nyo nan baru... kurang karajo kito kalau keteguhan hatinyo dan > masalah Aqidahnyo dikaji-kaji..rancak aqidah awak sorang-soarang se > nan dipaelok... > Kalau saya melihat respon seperti itu muncul sebagai reaksi terhadap sikap mengelu-elukan Mbah Maridjan. Sama halnya dengan perdebatan tentang layak tidaknya Suharto menjadi pahlawan nasional. Amal Mbah Maridjan adalah urusannya dengan Allah Ta'ala. Namun, jika amal tersebut dianggap sebagai teladan, tentu wajar jika pihak yang tidak setuju mengkritisinya. Mengkritisi seseorang juga tidak dapat diartikan bahwa yang mengkritik merasa sempurna. -- Abu 'Abdirrahman, Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim (l. 1400 H/1980 M) -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
