Wa'alaikum salam ww, Ndeh... da Jepe, io lai sanang bana ati da Jepe jo duo pak Prof. kito bakumpua pagi ko. Mudah-mudahan di maso nan kadatang samakin banyak juo lai nan ka tajadi bakumpua maningkek an tali silaturrahim buah dari kito duduak di Palanta ko. Kok nan mode iko kan sanang ati mancaliaknyo du a yo da Jepe, walau awak indak sato tagak ba kodak jo uda sarato pak Prof kito tapi nan diati lah taraso tagak pulo awak di sinan du ah.
Sakali lai salamaik bakumpua semoga samoga bisa pulo paubek latiah pajalan pak Prof Hilman Jkt_PKU/pp. Wassalam Batuduang Ameh (43) nan langkah sadang takabek. -----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of [email protected] Sent: Sunday, October 31, 2010 12:33 PM To: [email protected] Subject: [...@ntau-net] Bersua dengan duo Prof Assalamualaikum wr wb Dunsanak Palanta RN yang berbahagia Hari Minggu di pagi menjelang siang cuaca yang cukup cerah dan berawan kami (saya dan Pak Prof Emi) menyambut kedatangan Bpk Prof Hilman di lantai 6 RS PMC yang sekaligus kediaman keluarga Prof Suheimi Terasa sangat istimewa berjumpa dengan Duo Prof dengan latar belakang ilmu yang sama yaitu di bidang kedokteran Prof Hilman dokter ahli bedah syaraf sedangkan satu lagi Prof Suheimi tentu tidak asing lagi bagi kita seorang dokter ahli di bidang kandungan Segala sesuatu begitu mencair pertemuan atau copy darat dengan Pak Hilman sambil menikmati secangkir teh panas di ruang tamu lantai 6 PMC, kami bercerita seputar pengalaman masing2 penuh canda dan tawa terlalu panjang untuk saya ceritakan apa yang kami bicarakan berbagai "gaya, lagak dan ragam" masing2 kami bercerita seputar hal2 yang ringan dalam pengalaman hidup masing2 apalagi Pak Hilman dalam usianya yang mendekati kepala 7 ini tapi dari wajah, fisik pancaran aura di dalam wajah dan hatinya menunjukan bagaimana sebuah "kesederhanaan" hidup dalam bersikap begitu kesan yang saya tangkap pada diri seorang Proff Hilman Setelah puas berbicara dengan segala canda khas Prof Suheimi, kami diajak oleh Pak Emi berkunjung ke fasilitas water birth lantai 2 diruang ini kami sejenak berfoto, sebuah bath tube putih bersih didepan kami berfoto menjadi saksi bisu entah berapa anak manusia lahir ke dunia dalam tempat mandi yang terbuat dari porselen ini..ya "melahirkan dalam air" saya tidak tahu bagaimana proses kelahirannya atau persalinannya tapi yang pasti Ibu2 yang yang akan melahirkan berendam dalam bak tsb jelas tidak ada waktu lagi semisal "main simbua-simbua aia" dengan suaminya :-) Tapi menurut Pak Emi rata2 pasiennya yang telah mencoba melakukan persalinan dalam air ini merasa lebih rilex, tidak tegang dan nyaman dibanding proses persalinan konvensianal yang selama ini kita ketahui Ini terbukti dini hari tadi ada 2 orang pasien yang melakukan persalinan dalam air ini sempat kami kunjungi ke kamar perwatan, saya dan Prof Hilman bertatap muka sama ibu muda yang kelihatannya kondisinya cukup sehat dan tidak terlalu lemah sebagaimana layaknya persalinan konvensional,Ibu muda ini cukup puas dan bagi dia sebuah pengalaman yang lain dari pada yang lain bahkan bisa jadi tidak terbayangkan olehnya bagaimana rasa melahirkan dalam air, bisa jadi terasa enak dan nyaman sebagaimana proses mereka "menciptakan" si buah hati mereka :-) Bahkan karena sudah merasa nyaman dan sehatr2 saja ada ibu muda ini segera minta pulang (ya iya lagi...mana ada yang betah berlama-lama kalau sudah sehat tidur di rumah sakit walau dengan berbagai fasilitas mewah diruangannya) Selesai kami mengunjungi 3 ibu muda yang melahirkan (2 water birth, 1 melalai operasi) Nah ibu muda yang melahirkan melalui operasi ceasar ini yang datang2 jauh-jauh dari Tapan (Pesisir Selatan) awalnya ingin melakukan persalinan dalam air tapi karena tidak tahan lagi serta merasa sakit (kalau bahasa awamnya si ibu mda ini katanya "nggak sanggup lagi berenang dalam bak katanya) Tapi tentu Prof Emi yang tahu alasan teknis ilmiahnya kenapa akhirnya gagal melakukan persalinan dalam air (apa Prof Emi..jelasin dong..tadi saya manggut2 aja karena bahasanya dengan Prof Hilman "tinggi" ) Seperti biasa sebelum berpisah dengan Pak Hilman setiap berkunjung dan bersilahturahmi dengan Prof Emi, kurang "nendang" rasanya jika Prof "manjawek anak" ini tidak mengajak tamunya berkeliling2 dihalaman belakang PMC yang penuh dengan kolam ikan dengan aneka ikan yang diternakan Pak Hilman dalam kunjungan yang singkat ini ke Kota bertuah Pekanbaru kelihatan sekali menikmati peliharaan Prof ikan ehh ehh salah profesor ahli kandungan tapi Pak Emi kelihatan sekali serius dengan hobi yang satu inoi, bukan sekedar hobi tapi sudah menyangkut kepada teknik budi daya pemanfaatan lahan yang selalu berair dengan beternak ikan serta melakukan pemijahan dan pembibitan yang nantinya bisa diandalkan buat2 bibit ikan bagi masyarakat petani ikan, salah satunya menurut Pak Emi bibit tersebut telah dipesan oleh Istri Gubernur Riau buat sekelompok masyarakat peternak ikan untuk meningkatkan penghasilan masyarakat dalam usaha budi daya ikan. Akhirnya di Lobi RS PMC pertemuan itu kami akhiri, Pak Hilman dengan pesawat hari jam 1 an akan berangkat pulang ke Jakarta, kami bersalaman penuh persaudaraan, Pak Hilman dipeluknya saya tidak ada pesan khusus buat saya tapi saya yakin di hatinya di hati kami semua saling berdoa agar kami selalu dalam lindunganNya, selalu diberikan rahmat dan hidayah olehNya dan akan selalu menjaga tali silahturahhim Selamat jalan ke Jakarta Prof Hilman Mahyuddin, salam dari kami buat keluarga dan lain waktu kita jumpa lagi tentu dalam suasana yang berbeda mungkin saja suatu saat kita ber wiskul di rumah makan urang lintau yang membuat penasaran Prof atas "provokasi" tulisan kuliner saya yang membuat Prof begitu kuat keinginan dihati "Lai ka samo carito gadang si jepe ko rm lintau di tulisannyo jo kenyataan raso samba2 di lapau tu" he he he Wass-Jepe Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry(r) smartphone -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
