Sdr Adyan,
 
     Manyalo ambo saketek. Dengan kasus Bukittinggi, dek karano 
tetangga-tetangga bukan kota tapi Kabupaten, nan ditiru tantu sajo kerjasama 
kota-kabupaten, seperti Yogya-Sleman, Surabaya-Sidoarjo, dsb. Yang berhubungan 
sacaro legal-formal itu adolah antaro Kota BT jo Kabupaten Agam, karano 
nagari-nagari sekitar terbagi ke dalam kecamatan2. Dalam praktek nan terlibat 
secaro fisik tantu nagari2 dan kecamatan2 nan bersangkutan, tapi urusannyo di 
kabupaten. Apolai, Kabupaten, seperti Kota, punyo hak otonomi.
     Bagi ambo PP84 bukan solusi tapi tragedi. Sabab dengan masuak kota 
hilanglah Nagari dan jati diri dari masing2 Nagari.  Sebagian besar dari tanah2 
rakyat akan jadi inceran para tengkulak tanah nan di belakangnya siap menunggu 
para konglo nan menguasai ekonomi negara ini. 
Sebentar anak nagari akan gigit jari, dan mereka akan menjadi orang-orang asli 
tersingkir, seperti halnya orang Betawi di Jakarta, orang Melayu di Medan, 
Singapura, Batam, dsb. Walau istilah Nagari ka dipertahankan tetapi sistem dan 
strukturnyo ndak samo lai. Walinagari di kota nan adolah Lurah ndak dipiliah 
oleh rakyat lai, dan kesatuan sosial-budaya dan adat-istiadat akan hilang.  
     Dengan kerjasama kota-kabupaten, artinya BT-Agam, apa yang tak bisa 
dibangun? Dan dibangun bersama? Mau lapangan terbang? Ada di Gadut. Mau air 
minum, listrik, sayur-sayuran, ada di Banuhampu. Mau kampus universitas dan 
sekolah2? Tinggal pilih di mana maunya? Sama seperti yang diperlihatkan oleh 
kota-kota kerjasama di Jawa itu.
     Sdr, Adyan, yang kita perlukan adalah paradigma baru yang kita membangun 
negara ini dengan prinsip kerjasama dan saling harga-menghargai serta saling 
memberi manfaat. 
     Mochtar Naim
 
--- On Sun, 10/31/10, [email protected] <[email protected]> wrote:


From: [email protected] <[email protected]>
Subject: Re: [...@ntau-net] Re: Bls utk Muhardi SURAT TERBUKA KPD GUBERNUR 
IPDARIMOCHTAR NAIM MENGENAI PP84
To: [email protected]
Date: Sunday, October 31, 2010, 4:35 PM


Assalamualaikum w.w.

Contoh pak Riri di ateh kerjasama atar unit nan sderajat; kota samo kota dan 
negara samo negara. Seperti Jakarta ko ndak kamaambiak wilayah sekitarnyo 
karano nan ado kota Bekasi, Tangerang dan Depok.

Pertanyaanyo, apo bisa kota bakarajo samo jo tetangganyo nan barpo nagari, 
kecamatann atau kabupaten? Ado ndak Pak, contohnyo atau penelitian nan alah 
dibuek tentang itu?

Ado kesan, nan biasonyo kota harus demnangkan atas kabupaten. Kota identik 
dengan pembangunan. Kabupaten seperti wilayah nan musti 'digarap' dan mengalah 
pada 'tuannya' sebagaimana persawahan harus mengalah pada pembangunan ruko dan 
hutan harus mengalah pada perkebunanan. 

Wassalam
-adyan

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.



      

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke