http://www.detiknews.com/read/2010/10/29/183656/1479177/10/21-gunung-api-di-indonesia-dalam-kondisi-tidak-normal

 
Jumat, 29/10/2010 18:36 WIB
21 Gunung Api di Indonesia dalam Kondisi Tidak Normal
Nurvita Indarini- detikNews
 
G. Anak Krakatau dari dekat
 
Jakarta- Di Indonesia, banyak ditemukan gunung api dalam kondisi aktif. 
Berdasarkan pantauan Pusat Mitigasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana 
Geologi (PVMBG) ESDM, ada 21 gunung api tipe A yang status keamanannya tidak 
normal.

"Catatan kita ada 18 gunung yang berstatus waspada, 2 siaga dan 1 berstatus 
awas," kata Kepala Sub Bidang Pengamatan Gunung Berapi Kementerian Energi dan 
Sumber Daya Mineral (ESDM) Agus Budianto dalam perbincangan dengan detikcom, 
Jumat (28/10/2010).

18 Gunung yang berstatus waspada adalah:

1. Gunung Sinabung (Karo, Sumut)
2. Gunung Talang (Solok, Sumbar)
3. Gunung Kaba (Bengkulu)
4. Gunung Kerinci (Jambi)
5. Gunung Anak Krakatau (Lampung)
6. Gunung Papandayan (Garut, Jabar)
7. Gunung Slamet (Jateng)
8. Gunung Bromo (Jatim)
9. Gunung Semeru (Lumajang, Jatim)
10. Gunung Batur (Bali)
11. Gunung Rinjani (Lombok, NTB)
12. Gunung Sangeang Api (Bima, NTB)
13. Gunung Rokatenda (Flores, NTT) 
14. Gunung Egon (Sikka, NTT)
15. Gunung Soputan (Minahasa Selatan, Sulut)
16. Gunung Lokon (Tomohon, Sulut)
17. Gunung Gamalama (Ternate, Maluku Utara)
18. Gunung Dukono (Halmahera Utara, Maluku Utara)

Sedangkan 2 Gunung yang berstaus siaga adalah:

1. Gunung Karangetang (Sulut)
2. Gunung Ibu (Halmahera Barat, Maluku Utara)

1 Gunung bersatus awas yakni Gunung Merapi di Sleman, Yogyakarta.

"Ada 21 yang statusnya waspada hingga awas, dari 68 gunung api bertipe A yang 
kami pantau," sambung Agus.

Gunung tipe A adalah gunung yang pernah bererupsi sekurang-kurangnya satu kali 
sesudah tahun 1600. Sedangkan gunung tipe B adalah gunung yang sesudah tahun 
1600 tidak lagi mengalami erupsi. Gunung tipe C adalah gunung berapi yang 
erupsinya tidak diketahui dalam sejarah manusia, atau tidak ada catatan 
letusannya.

"Ini kami sampaikan agar masyarakat lebih waspada, karena gunung-gunung itu 
sering didaki, juga sering untuk jalan-jalan, banyak aktivitas warganya. Dengan 
pemberitahuan ini agar diperhatikan jika ada hembusan panas," lanjut Agus.

Status bahaya level I atau aktif normal artinya berdasarkan pengamatan visual, 
kegempaan dan gejala vulkanik lainnya tidak memperlihatkan adanya kelainan. 
Level II atau waspada berarti ada peningkatan kegiatan berupa kelainan yang 
tampak secara visual atau hasil pemeriksaan kawah, kegempaan dan gejala 
vulkanik 
lainnya.

Di level III atau siaga, terjadi peningkatan pengamatan kawah secara visual, 
kegempaan dan metide lain yang saling mendukung. Sedangkan level 4 atau awas, 
letusan awal mulai terjadi berupa abu/ asap. Hal ini akan diikuti letusan 
utama. 
(vit/asy)
 
 
Baca juga : 
"Diduga, Gempa Mentawai Berkaitan dengan Aktifnya 8 Gunung Berapi"
http://www.detiknews.com/read/2010/10/31/120212/1480477/10/diduga-gempa-mentawai-berkaitan-dengan-aktifnya-8-gunung-berapi


      

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

<<image001.jpg>>

Kirim email ke