Assalamu'alaikum Wr Wb, berdasarkan berita dari vivanews.com ternyato masyarakat nan ba mukim di pulau pagai utara jo pagai selatan indak dapek informasi mengenai peringatan tsunami, hal iko di akui dek anggota BNPB ( Badan Nasional Penanggulangan Bencana ), hal iko kok iyo kok dapek jadi perhatian labiah dek Pemda Sumbar sarato jo instansi terkait, baa kok ndak dapek di lewakan informasi mengenai tsunami ko ka masayarakat pagai utara jo pagai selatan tu ? di maa koordinasi antar instansi terkait di ranah ? mudah2an hal iko dapek jadi paratian dan pembelajaran bagi pihak Pemda Sumbar sarato jo instansi terkait untuak manangani pencegahan bencana secara lebih dini dan dapek malakukan langkah2 konkrit untuak maminimalisir korban handaknyo amien ya rabbal alamien.
Wassalam, Namo : Nami Umua : 34 Tahun Asa : S4 ( Sawah Suduk Salayo Solok ) Tingga : Serang - Banten BNPB Akui Mentawai Tak Dapat Peringatan Dini "Masyarakat di Pagai Utara dan Pagai Selatan tidak memperoleh informasi." SELASA, 2 NOVEMBER 2010, 08:17 WIBArfi Bambani Amri VIVAnews - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengakui warga di dua pulau terparah karena tsunami, Pulau Pagai Utara dan Pagai Selatan tak mendapat peringatan dini tsunami. Selain karena dekatnya dengan episentrum, juga karena kendala sarana. Direktur Pengurangan Resiko Bencana (PRB) BNPB, DR. Sutopo Purwa Nugroho, menjelaskan dalam konferensi pers terkait dengan bencana tsunami di Mentawai, bahwa Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika sebenarnya sudah memberitahu ada potensi tsunami 4 menit 46 detik setelah gempa 7,2 skala Richter terjadi pada 21.42, Senin 25 Oktober 2010. Informasi itu disebar BMKG melalui telepon, faksimile, media sosial dan situs ke masyarakat. Namun, peringatan ini, kata Sutopo dalam jumpa pers Senin 1 November 2010 kemarin, tidak optimal jika tsunami terjadi lima menit setelah gempa. "Masyarakat di pesisir barat Pagai Utara dan Pagai Selatan tidak memperoleh informasi karena terbatasnya sarana," kata Sutopo seperti dilansir laman BNPB. Karena itu, Sutopo menekankan, pentingnya kearifan lokal bagi masyarakat di pulau-pulau kecil sebelah barat Sumatera karena, pertama, dekat dengan sumber gempa dan kedua, terbatasnya infrastruktur. Seperti diketahui, tsunami di Mentawai, menurut keterangan beberapa saksi mata yang mengalami, terjadi selang 10 sampai 15 menit setelah gempa. Sampai Senin sore kemarin, korban tewas lebih dari 430 orang dan puluhan lainnya masih hilang.• VIVAnews -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
