Riri, Datuak Arifz jo dunsanak palanta,
Kalau di baco bana PP nan di link dek Angku Datuak Arifz ko, ado nan menarik
untuk dicermati
di PENJELASAN Bab I UMUM, fasal 2 c. berbunyi:
c. dimasukkannya sebagian wilayah dari Kabupaten Agam kedalam wilayah Kota
Bukittinggi, pada dasarnya telah mendapatkan persetujuan dari DPRD Kabupaten
Agam dan DPRD Kota Bukittinggi, seperti yang dinyatakan dalam:
1) Keputusan DPRD Kabupaten Daerah Tingkat II Agam tanggal 27 Desember 1995
Nomor 03/SP-DPRD/AG/1995 tentang Persetujuan sebagian Wilayah Kabupaten
Daerah Tingkat II Agam yang akan dimasukkan untuk Perluasan Wilayah
Kotamadya Daerah Tingkat II Bukittinggi
2) Keputusan DPRD Kotamadya Daerah Tingkat II Bukittinggi tanggal 30
Desember 1995 Nomor 08/SK-II/DPRD/1995 tentang persetujuan Dewan Perwakilan
Rakyat Daerah Kotamadya Bukittinggi Mengenai Perubahan Batas Wilayah
Kotamadya Daerah Tingkat II Bukittinggi kesebagian Wilayah Kabupaten Daerah
Tingkat II Agam
Nampak no nan kecek Riri usul dan persetujuan daerah ybs alah dimasuakkan
sebagai dasar penerbitan PP ko, dan yang menarik keputusan DPRD Agam labiah
duluan 3 ari dari pado keputusan DPRD Bikittinggi.
Kalau dicaliak pulo keputusan DPRD Agam ko ado pulo dasarno persetujuan dari
desa2 (kini baliak jadi nagari) yang kanai pangaruah dalam perluasan ko.
Dulu ambo punyo kopi surek keputusan ko, ambo cari2 alun basuo. Dilampiran
itu ado surek2 persetujuan dari desa2 itu.
Proses sosialisasi lah di muloi dari awal 80an, diikuti pertemuan2 dari
desa2 tadi.
Di Banuhampu sendiri nan ambo ikuti, di awal draft awal pengembangan
Bukittinggi indak sado Banuhampu nan masuak, kemudian di kongres taun 86
dengan hasil Banuhampu bersedia masuk kota Bulkittinggi dengan persyaratan
masuk keseluruhan Banuhampu dan namo Banuhampu sebagai namo Kecamatan.
Dalam alam putusan PP nampak permintaan masyarakat Banuhampu dipenuhi dengan
maasuknya semua desa2 nan kini jadi 7 nagari.
Disaat itu memang Banuhampu masih satu kecamatan dengan Sungai Puan dan namo
kecamatannya Banuhampu - Sungai Pua, alun sampai pulo mampalajari baa
sejarah duo daerah ko tapi nan ambo tau masiang2 lah punyo rumpun dan
karakter masing2. Dari taun 50 Banuhampu lah punyo organisasi keluarga dan
yayasan sendiri, ba itu juo Sungai Pua jo IKMS nya dll.
Dalam budaya marantau pun ado nampak perbedaan, waktu di Banduang dulu ambo
banyak basuo keluarga asa Sungai Pua nan lah marantau dari zaman nenek no,
kalau di etong2 bisa2 awal atau sabalun taun 1900, sangat luar biasa.
Baliak ka masalah PP ko, dek karano nampak PP ko dimuloi dari bawah dan
disetujui di pamarentah pusek, kalau ingin membatalkan bisa juo dicubokan
sarupo mangajukan no dulu. Kalau lah memang masyarakat indak amuah bagabuang
seperti keputusan sabalun no, ba iyo2 lah baliak dari nagari, buek usulan
ka DPRD AGAM dan DPRD Bukittinggi untuk mencabut kembali keputusan
sebelumnya dan kedua DPRD tadi membuat keputusan baru dan mengajukan
kepemerintah pusat untuak membatalkan PP 84 tadi. Mungkin Riri bisa
mancaliak sacaro peraturan pemerintah bisa ndak dilakukan bantuak itu.
Sasuai jo papatah awak, kalau tasasek baliak lah kapangka, baitu juo
persoalan iko dipalajari bana sajarah asal usul baa kalua no PP ko jan lah
di ujuang2 no sen nan dikabakan ka urang banyak, kalau di ujuang2 sen indak
nampak bagai jalan baliak tu beko, banyak urang nan sasek.
Wassalam
Tan Ameh
----- Original Message -----
From: "Riri Mairizal Chaidir" <[email protected]>
To: "Milis RantauNet" <[email protected]>
Sent: Tuesday, November 02, 2010 10:41 AM
Subject: e: [...@ntau-net] Re: Bukittinggi -Agam >>>apakah suatu PP dapat
diamandmen untuk pembatalan?? ...butuh plebesit/referendum rang Agam?
Maaf, salah ketik nomor PP
Datuak Arief dan Dunsanak sadonyo.
Ambo cuma bisa mancubo menjawab pertanyaan 1).
Menurut UU 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah, Pasal 7(2) dan (3) Perubahan
batas daerah ditetapkan dengan PP atas usul dan persetujuan daerah ybs.
Teknisnya diatur dalam PP 28/2007.
Jadi, istilah referendun tidak dikenal untuk ini.
Riri
Powered by Telkomsel BlackBerryŽ
-----Original Message-----
From: "Riri Mairizal Chaidir" <[email protected]>
Date: Tue, 2 Nov 2010 03:38:43
To: Milis RantauNet<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [...@ntau-net] Re: Bukittinggi -Agam >>>apakah suatu PP dapat
diamandmen untuk pembatalan?? ...butuh plebesit/referendum rang Agam?
Datuak Arief dan Dunsanak sadonyo.
Ambo cuma bisa mancubo menjawab pertanyaan 1).
Menurut UU 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah, Pasal 7(2) dan (3) Perubahan
batas daerah ditetapkan dengan PP atas usul dan persetujuan daerah ybs.
Teknisnya diatur dalam PP 28/2007.
Jadi, istilah referendun tidak dikenal untuk ini.
Riri
Powered by Telkomsel BlackBerryŽ
-----Original Message-----
From: Datuak Arifz <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Mon, 1 Nov 2010 20:06:13
To: RantauNet<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [...@ntau-net] Re: Bukittinggi -Agam >>>apakah suatu PP dapat di
amandmen untuk pembatalan?? ...butuh plebesit/referendum rang Agam?
Assallamualaikum da Riri dan dunsanak di palanta,
Sesuai jo ota tantang PP penggabuangan agam masuak kota bukittinggi,
mohon Bapak/mamak mambarikan 'pencerahan tantang PP ko,
1).
satahu ambo UUD 1945 lah banyak kali mangalami amandemen/parubahan,
Apokah PP ko dapak juo kito rubah supayo "batal' di lakasanakan,
karano lah banyak pro/kontra di masyarakat sajak 10 th lalu.
paralukah plebesit/referendum 'rakyat' di agam untuak manantukan
'nasib' PP ko? adokah lembaga nan bisa untuak melaksanakan referendum?
kalau jadi bagabuang mungkin rancak juo:
2). seluruh kecamatan nan ba adat salingka nagari, supayo indak di
pacah pacah, masuak ka kota bukittinggi
3). atau "dibagi' bana jadi kab Agam Timur, Kab Agam Barat, Kota
Bukittinggi
mohon pencerahan.
wassallam,
AZDtRA
------------------
Maaf, sekali lagi ambo tidak punya kapabilitas untuk ikuik membahas
"Agam vs Bukittinggi". Tapi ambo ingin mengemukakan pikiran ambo -
yang walaupun dangkal - tentang berkaitan dengan Paket Perundangan
Otonomi/ Desentralisasi dari apo yang ambo pelajari sewaktu bantu2 di
Ditjen OTDA, termasuk Sekretariat DPOD
Saya melihat isunya begini (maaf kalau pemahaman saya keliru, CMIIW)
Pertama, ada suatu PP yang diterbitkan tahun 1999. Lemah atau kuatnya
kajian untuk penyusunan PP itu, merupakan masalah lain, yang jelas PP
itu sudah terbit.
Kedua, ternyata PP itu mendapat penolakan (oleh siapa dan bagian mana
yang ditolak itu bisa dirinci lagi)
Ketiga, setelah lebih dari 10 tahun, ternyata PP itu tidak
terimplementasikan (for whatever reason).
Nah, kalau buat saya, ada jalan lain.
Untuk pihak2 yang terganggu dengan tidak terlaksananya (atau tidak
efektifnya pelaksanaan PP itu), atau pihak yang keberatan kalau PP itu
akan dilaksanakan juga, mungkin perlu juga dipertimbangkan untuk
"melapor" ke Pemerintah bahwa "PP anda ga jalan tuh", atau "PP anda ga
akan jalan tuh"
Maksud saya, agar mengurangi beban pihak2 yang pro dan kontra, serahkan
seja ke Pemerintah (Pusat), nanti Pemerintah akan membentuk Tim untuk
mengevaluasi itu. Dan pada waktu itu silahkan disampaikan masukan tentang
plus dan minusnya (rencana) pemekaran wilayah tersebut.
Ini karena di perundangan yang ada sekarang, jangankan pemekaran yang
belum terimplementasikan secara penuh, pemekaran yang sudah berjalanpun
bisa ditataulang. Aturan mainnya jelas, antara lain ada di PP 78/2007
tentang Tata Cara Pembetukan dan Penggabungan Daerah.
Maaf, sekali lagi saya tidak kapabel membicarakan isu "Agam vs
Bukittinggi" nya, apalagi kalau sudah masuk ke Nagari nya. Saya hanya
melihat dari sisi perundangan otonomi. Mudah2an ini bisa "menghemat"
resources pikiran dan waktu kita.
Riri
48/L/bekasi
-----------------------------------------------------
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
__________ Information from ESET NOD32 Antivirus, version of virus signature
database 5583 (20101101) __________
The message was checked by ESET NOD32 Antivirus.
http://www.eset.com
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.