AslmWrWb

Salah satu kejadian ajaib lagi di tengah bencana.

Wassalam
fitr tanjuang
lk/36/albany NY

---
http://www.padang-today.com/?today=feature&id=368
 Allahuakbar! Masjid tak Tersentuh Tsunami, 50 Orang SelamatRicco Mahmudi -
Padang Ekspres


[image: klik untuk melihat
foto]<http://www.padang-today.com/foto/feature/MENTAWAI,%20FOTO%20UDARA.jpg>
Foto udara keadaan lokasi yang
terkena dampak gempa tsunami
dari helikopter M17 milik
TNI AD di Eru Paraboat,
Kepulauan Mentawai, Sumatera
Barat, Senin (1/11). Foto:
RAKA DENNY/JAWAPOS
Naga tsunami membelah Bumi Sikerei di keheningan malam nan mencekam.
Kehadirannya yang tak diundang itu telah memupuskan harapan penghuni pesisir
pantai Dusun Pasa Puat, Kecamatan Pagai Utara. Saat semuanya hancur, sebuah
masjid menatap pantai berdiri kokoh.


Pagi itu, sekitar pukul 10.00 WIB, langit Sikakap tampak mendung. Di luar
rumah tanah tampak lanyah. Pepohonan dan rerumputan masih basah setelah
diguyur hujan deras sepanjang malam. Sebentar lagi, sepertinya hujan deras
bakal turun. Ya, membasuh duka Bumi Sikerei.

Di luar rumah, bau mayat menyengat. Aroma tak sedap menebar ditiup angin.
Memang, hingga Jumat (29/10), mayat masih bergelimpangan di pinggir jalan.
Pikiran saya langsung terbayang ratusan warga Pagai Selatan yang bertahan di
perbukitan, dalam kondisi hujan badai. Selain menahan lapar, dinginnya
malam, mereka harus melawan penyakit yang kini menyerang.

Ternyata benar. Hujan deras mengguyur Sikakap. Tak hanya hujan, tapi juga
badai. Di posko utama, para jurnalis dan relawan telah ber¬kum¬pul.
Seperti biasa, setiap pagi kami siap-siap menyisir desa terpencil yang belum
terjamah bantuan. Pagi itu, tim relawan dan jurnalis hendak menuju Dusun
Pasa Puat di Pagai Utara. Dusun itu, semua rumah hancur. Mujur, tidak ada
korban jiwa.

Perjalanan menggunakan kapal kayu atau long boat. Kapal itu mampu memuat 12
orang dan sedikit logistik untuk pengungsi. Berapa menit berlayar, gelombang
dua meter menghadang. Pelayaran pun dihentikan. Setelah menunggu sekitar
satu jam, boat yang dinakhodai Dayat itu dilanjutkan selama dua jam
pelayaran. Sepanjang perjalanan, boat nyaris karam karena dipenuhi air. Kami
sampai di tujuan sekitar pukul 17.00 WIB.

Dari pantai, Dusun Pasa Puat sunyi senyap. Sedikit pun tidak terlihat
tanda-tanda seperti sebuah kampung. Permukiman penduduk rata dengan tanah.
Tak satu pun rumah warga yang berdiri. Semua tiarap. Hanya ada satu bangunan
berdiri kokoh menghadap pantai. Ya, sebuah masjid. Garin masjid itu juga
selamat. Zulfikar namanya.
Hari beranjak senja. Hujan belum juga reda. Zulfkar tampak bersiap
menunaikan Shalat Maghrib. Dalam obrolannya, pria berusia 40 tahun itu
mengaku telah tingal di dusun itu sejak kecil. Sama dengan usia masjid itu
yang berdiri sekitar tahun 1960 silam. "Ini masjid tertua di dusun kami.
Bentuk masjid itu sudah tidak asli lagi, karena terus diperbaiki," ujar
Zulfikar.

Zulfikar menceritakan, masjid ini sama sekali tidak tersentuh tsunami pada
malam itu. Padahal, lokasinya tidak jauh dari pantai. Sedangkan rumah-rumah
warga di sekitar masjid, rata dengan tanah. Masjid inilah yang menjadi
tempat perlindungan masyarakat saat gelombang besar datang.

Seperti mukjizat, air laut hanya sampai di teras masjid. D luar masjid,
Zulfikar melihat dengan mata kepala sendiri gelombang tsunami mencapai
delapan meter. "Kami dalam masjid ada sekitar 50 orang, sedangkan warga yang
lain telah menyelamatkan diri ke perbukitan yang berjarak satu kilometer
dari masjid. Melihat masjid tidak kena sama sekali, kami merasa heran.
Setelah itu kami sadar ini adalah kehendak Tuhan," jelas pria berjenggot
itu.

Zulfikar dan 50 warga lainnya tidak henti-henti mengucap kebesaran Allah. Di
luar masjid, tsunami terus menerjang sebanyak tiga gelombang. Tiada yang
menduga, tsunami menghindar dari masjid. "Sepertinya, di masjid air
terbelah, sehingga lantai masjid pun tidak basah sama sekali," kenangnya.
(*)

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke