Jakarta, Singgalang Jumat, 05 November 2010 Politisi Partai Demokrasi Pembaruan (PDP), Roy BB Janis menilai Tan Malaka adalah sosok yang lebih hebat dari Soekarno dan Hatta. Namun kepiawaian Tan Malaka tak berada di era yang tepat atau telah melewati masanya. "Ketidaktepatan waktu tersebut, menyebabkan Tan Malaka tidak menjadi sosok yang diagung-agungkan dan berhasil memimpin bangsa Indonesia," kata Roy saat berbicara dalam acara bedah buku auto biografi "Tan Malaka, Gerakan Kiri dan Revolusi" yang ditulis oleh Harry A. Poeze seorang warga negara Belada, Kamis (4/11) di press room Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.
Roy Janis yang sekarang menjabat Ketua Plh. Pimpinan Kolektif Nasional (PKN) PDPR itu mengungkapkan banyak orang pintar di Indonesia, tapi karena tidak berada dalam era yang tepat, maka orang pintar itu -maksudnya Tan Malaka- tidak akan berhasil. "Sehebat apapun Tan Malaka, kalau bukan masanya, dia tak akan berhasil," ujarnya. Namun kata mantan anggota DPR RI ini, Tan Malaka adalah orang hebat, bahkan melebihi Soekarno- Hatta, tapi karena kehebatannya melampaui zamannya, dia tak bisa menjadi pemimpin RI. "Dia hanya bisa mengawal RI dengan nasib yang kurang bagus hingga dieksekusi," tutur Roy. Sementara Harry A. Poeze selaku penulis menuturkan Tan Malaka layak diberikan gelar sebagai pahlawan nasional. Sebab dari 120 daftar pahlawan nasional yang beredar dalam buku sekolah nasional pasca Orde Baru Indonesia, hingga kini belum ada nama Tan Malaka. Padahal jika dibandingkan dengan pahlawan nasional lainnya, Harry menilai Tan Malaka melakukan perjuangan lintas bangsa dan benua dengan keberhasilannya mempengaruhi sejarah Indonesia. "Pengangkatan Tan Malaka sebagai pahlawan nasional itu sudah adalah hal yang benar dan posisinya sudah sah. Sebab dari 120 nama pahlawan nasional di buku sejarah nasinal tak ada nama Tan Malaka," ujar Harry. Siapa Tan Malaka Tan Malaka, gelar Datuk Tan Malaka (lahir di Nagari Pandan Gadang, Suliki, Limapuluh Kota, 19 Februari 1896, meninggal di Desa Selopanggung, Kediri, Jawa Timur, 16 April 1949 pada umur 53 tahun) adalah seorang aktivis pejuang nasionalis Indonesia, seorang pemimpin sosialis, dan politisi yang mendirikan Partai Murba. Pejuang yang militan, radikal dan revolusioner ini banyak melahirkan pemikiran-pemikiran yang berbobot dan berperan besar dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Dengan perjuangan yang gigih maka ia dikenal sebagai tokoh revolusioner yang legendaris. Dia kukuh mengkritik terhadap pemerintah kolonial Hindia-Belanda maupun pemerintahan republik di bawah Soekarno pasca-revolusi kemerdekaan Indonesia. Walaupun berpandangan sosialis, ia juga sering terlibat konflik dengan Partai Komunis Indonesia (PKI). Tan Malaka menghabiskan sebagian besar hidupnya dalam pembuangan di luar Indonesia, dan secara tak henti-hentinya terancam dengan penahanan oleh penguasa Belanda dan sekutu-sekutu mereka. Ia dinyatakan sebagai "Pahlawan revolusi nasional" melalui ketetapan parlemen dalam sebuah undang-undang tahun 1963. Tan Malaka juga seorang pendiri partai Murba, berasal dari Syarekat Islam (SI) Jakarta dan Semarang. Ia dibesarkan dalam suasana semangatnya gerakan modernis Islam Kaoem Moeda di Sumbar. (503) http://www.hariansinggalang.co.id/sgl.php?module=detailberita&id=1685 -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
