12 Oktober 2010 Jakarta — Kamera video otomatis (camera trapping) yang dipasang WWF dan mitra di Bukit Batabuh – sebuah kawasan penting perlintasan harimau Sumatera yang menghubungkan antara lansekap Bukit Tigapuluh dan Suaka Margasatwa Rimbang Baling-- Propinsi Riau berhasil merekam bukti adanya ancaman serius bagi keberadaan satwa dilindungi ini.
Dalam rekaman video dan foto yang didokumentasikan antara bulan Mei sampai dengan Juni 2010 diantaranya tampak seekor harimau jantan berjalan mendekati kamera dan mengendusnya. Seminggu kemudian, di lokasi yang sama, kamera otomatis bersensor panas itu mendokumentasikan sebuah alat berat bulldozer sedang membuka jalan untuk pengembangan kebun sawit. Dalam waktu kurang dari 24 jam, kamera yang sama kembali merekam gambar seekor harimau melintasi kawasan hutan yang telah gundul yang sebelumnya dilewati oleh bulldozer. Bia labiah langkok infonyo cubo caliak videonyo di : http://www.wwf.or.id/?20583%2FVideo-otomatis-rekam-pembukaan-lahan-di-koridor-penting-Harimau&ref=nf Salam BP -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
