Selamat mencoba menulis da Armen, coba2 aja dulu ala kadarnya, reni yakin apa yg ada di hati yg bersih dan baik akan menghasilkan yg baik jg , ayo kamu bisa,
nanti kalau dah bisa n kalau ada yg mengkritik n menyarankan sesuatu tolong ditanggapi dgn sabar dan bijaksana ya...biar semua terasa damai, dan menjadi contoh yg baek buat adek2 kita, caiyo bro, insyaallah... Renny.ancol Pada Sen, 08 Nov 2010 19:45 ICT Armen Zulkarnain menulis: >pak IJP yang baik, saya kira akan berbeda apabila yang menulis itu adalah pak >dibanding saya. Dan saya hanya ingin menyampaikan, tulisan pak IJP itu dibaca >oleh generasi muda minangkabau (tentu saja kalau saya yang menulis tidak akan >memiliki pengaruh apa-apa). Sebagai salah satu contoh anak muda, sudah >sepantasnya pak IJP memberikan teladan sebagai salah satu putra terbaik asal >minangkabau, yang mengerti benar kultur daerahnya. > >Di minangkabau kita mengenal raso jo pareso pada dunsanak nan lain. Tentunya >semua individu memiliki potensi masing-masing, walaupun "buto, pakak, hingga >lumpuah" sekalipun & secara hukum alam setiap individu memiliki >kekurangan-kekurangan, begitu pula dengan BA 1. Secara kultural di >minangkabau, >kekurangan-kekurangan dunsanak kita itu diisi dengan "tukuak - manukuak" bukan >malah "gisia manggisia". > >Saya kira hal ini penting menjadi contoh pada generasi muda minangkabau dimasa >yang akan datang, sebab secara populasi kita hanya 4 % di NKRI, dimana kalau >dengan jumlah yang sedikit itu secara demokrasi voting saat ini kita sudah >kalah >sebelum voting. Mohon maaf apabila kurang berkenan, semoga dipahami, amin amin >ya Rabbal alamin. > >wasalam > >AZ - 32 th >Padang > > > >________________________________ >Dari: Indra Jaya Piliang <[email protected]> >Kepada: [email protected] >Terkirim: Sen, 8 November, 2010 19:24:04 >Judul: Re: Bls: Bls: Bls: [...@ntau-net] IJP: Antara Mentawai dan Bavaria > > >Saya nggak nanya. Saya hanya membalas saran anda. Anda menyarankan saya >menulis, >saya sarankan balik: anda kan sudah observasi, ya, tulis saja. > >Mau bangga atau tidak, bukan urusan saya juga. >Anda koq diskusi melompat2. Kalau mau memperkenalkan diri, kenalkan saja >baik2. > >IJP > > > >--- On Mon, 11/8/10, Armen Zulkarnain <[email protected]> wrote: > > >>From: Armen Zulkarnain <[email protected]> >>Subject: Bls: Bls: Bls: [...@ntau-net] IJP: Antara Mentawai dan Bavaria >>To: [email protected] >>Date: Monday, November 8, 2010, 7:15 AM >> >> >> >>Maaf pak IJP yang baik, saya sungguh sangat tidak tertarik dengan politik. >>Saya >>jauh lebih tertarik pada kegiatan pencinta alam, relawan/rescue & >>pemberdayaan >>masyarakat nagari. Saya kira bidang ini jauh dari glamour pentas politik dan >>itu >>memang pilihan hidup saya. >> >> >>Soal reputasi saya hanya orang biasa & tidak punya apa-apa. Saya hanya >>mengikuti >>kegiatan organisasi mahasiswa dibimbing oleh mentor Jhoni S Mundung, pengurus >>Walhi Riau. Saya kira kami berdua tidak memiliki apa-apa yang patut >>dibanggakan, >>salam ta'zim. >> >> >>wasalam >> >> >>AZ-32 th >>Padang >> >> >> >________________________________ > Dari: Indra Jaya Piliang <[email protected]> >>Kepada: [email protected] >>Terkirim: Sen, 8 November, 2010 19:03:46 >>Judul: Re: Bls: Bls: [...@ntau-net] IJP: Antara Mentawai dan Bavaria >> >> >>Oh, bagus. Observasi yang bagus. Silakan ditulis. Tulisan anda saja sudah >>bagus >>di sini, kenapa butuh bantuan saya? Itu membantu reputasi anda :) >> >>IJP >> >>--- On Mon, 11/8/10, Armen Zulkarnain <[email protected]> wrote: >> >> >>>From: Armen Zulkarnain <[email protected]> >>>Subject: Bls: Bls: [...@ntau-net] IJP: Antara Mentawai dan Bavaria >>>To: [email protected] >>>Date: Monday, November 8, 2010, 6:47 AM >>> >>> >>> >>>Menurut saya kalau ingin pak IJP ingin menulis, ada bahan yang jauh lebih >>>bagus >>>dari topik kepergian BA 1 ke Jerman, yaitu hotel khusus prostitusi di kota >>>Padang yang kita kenal dengan ranah ABS SBK ini, kebetulan jaraknya tidak >>>jauh >>>hanya 115 meter & 250 meter dari pintu masuk gubernuran. >>> >>> >>>Untuk observasi saya bisa traktir pak IJP ke hotel terakhir, sebab tarifnya >>>tidak terlalu mahal, hanya Rp. 70.000,- Saya yakin ini progress yang sangat >>>baik >>>untuk pak IJP pada pemilu 2014 mendatang. Bagaimana? Kalau pak IJP takut >>>dengan >>>pengelolanya, saya kira bisa menemani pak IJP selama ekspos berita tentang >>>hotel >>>khusus prostitusi itu. salam ta'zim. >>> >>> >>>wasalam >>> >>> >>>AZ - 32 th >>>Padang >>>(yang saya maksud bulan madu adalah BA 1 & 2, saya kira bulan madu tentu >>>bagi >>>yang menikah secara politik) >>> >>> >>> >________________________________ > Dari: Indra Jaya Piliang <[email protected]> >>>Kepada: [email protected] >>>Terkirim: Sen, 8 November, 2010 18:14:48 >>>Judul: Re: Bls: [...@ntau-net] IJP: Antara Mentawai dan Bavaria >>> >>> >>>Wa'alaikum salam >>> >>>Saya dekat dg BA-1, BA-2, dan BA-BA yg lain. Emang kenapa? Saya nggak sedang >>>bulan madu. Belum ada rencana. >>> >>> >>>Ada yang larang nulis ini di palanta? Itu kan permintaan2 yg sudah biasa >>>bertahun2. Dan setahu saya tak ada hak moderator menutup atau membuka. Biasa >>>saja. >>> >>>IJP >>> >>> >>>--- On Mon, 11/8/10, Armen Zulkarnain <[email protected]> wrote: >>> >>> >>>>From: Armen Zulkarnain <[email protected]> >>>>Subject: Bls: [...@ntau-net] IJP: Antara Mentawai dan Bavaria >>>>To: [email protected] >>>>Date: Monday, November 8, 2010, 6:07 AM >>>> >>>> >>>> >>>>Assalammualaikum wr wb >>>> >>>> >>>>Saya dengar pak Indra J Piliang dikenal dekat dengan BA 2, apakah bulan >>>>madu >>>>sudah selesai? >>>> >>>> >>>>wasalam >>>> >>>> >>>>AZ - 32 th >>>>Padang >>>>(saya kira thread tentang BA 1 ke Jerman sudah berakhir di palanta ini) >>>> >>>> >>>> >________________________________ > Dari: Indra Jaya Piliang <[email protected]> >>>>Kepada: Lisi <[email protected]>; [email protected] >>>>Cc: [email protected]; [email protected] >>>>Terkirim: Sen, 8 November, 2010 16:19:06 >>>>Judul: [...@ntau-net] IJP: Antara Mentawai dan Bavaria >>>> >>>> >>>>http://www.indrapiliang.com/2010/11/08/antara-mentawai-dan-bavaria/ >>>> >>>>Harian Haluan, 08 November 2010 >>>> >>>>Antara Mentawai dan Bavaria >>>>Oleh >>>>Indra J Piliang >>>> >>>>Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional HKTI 2010-2015 >>>> >>>>Terkejut. Itu reaksi yang pertama muncul ketika mengetahui Gubernur >>>>Sumatera >>>>Barat Irwan Prayitno berangkat ke Jerman pada hari ke-7 tsunami Mentawai. >>>>Tidak >>>>ada pemberitahuan sebelumnya. Pers baru menginformasikan setelah Gubernur >>>>Irwan >>>>berangkat atau malah sudah tiba di Jerman. >>>> >>>> >>>>Penulis sendiri tidak terlalu menyadari, ketika Lukman Alex (Ketua DPD PDI >>>>Perjuangan Sumbar) menyampaikan lewat twitter tentang kepergian itu. Pesan >>>>Alex >>>>tidak begitu jelas, karena menyitir pertanyaan novelis Akmal Nasery Basral >>>>tentang PDRI. Alex memplesetkan istilah PDRI itu dengan kabar keberangkatan >>>>Gubernur Irwan ke Jerman. Baru siang harinya penulis paham, begitu >>>>informasi >>>>kepergian itu menyebar di media online. >>>> >>>> >>>>Lalu, kabar-kabar itu semakin banyak, termasuk lewat media sosial seperti >>>>twitter dan facebook. Tentu juga lewat mailing list dan blackberry >>>>messanger. >>>>Dalam waktu cepat, berita itu masuk ke dalam pemberitaan media massa >>>>elektronik, >>>>terutama televisi. Dan lalu berkembang terus ke media cetak. >>>> >>>> >>>>Gelombang kritikan begitu deras atas kepergian itu. Ironisnya, klarifikasi >>>>justru datang dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang merilis kronologis >>>>dan >>>>agenda Gubernur Irwan di Jerman. Herannya, rilis resmi dari Humas Pemda >>>>Sumbar-pun tidak terbaca. Para menteripun ikut berbicara, mulai dari >>>>Menteri >>>>Dalam Negeri sampai Menteri Sekretaris Kabinet. DPR menimpali. Yang belum >>>>bicara: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. >>>>Bavaria >>>> >>>>Kenapa cerita awal itu penting? Mengingat masalah kepergian Gubernur Irwan >>>>ke >>>>Jerman hadir dari proses, bukan tiba-tiba saja muncul dalam ranah kesadaran >>>>publik. Seandainya tidak ada tsunami di Mentawai, mungkin orang-orang tak >>>>akan >>>>bertanya kemana gubernur pergi. Kepergian Gubernur Kaltim ke China, >>>>misalnya, >>>>diributin publik mengingat status sebagai tersangka kasus korupsi. Begitu >>>>juga >>>>orang-orang ribut dengan kepergian tersangka pelaku penyuapan anggota DPR >>>>RI >>>>Nunun, istri Adang Dorodjatun, ketika berobat ke Singapura. >>>> >>>> >>>>Ketika membaca artikel ini, apakah kita tahu siapa saja kepala daerah yang >>>>ada >>>>di tempat? Ataukah siapa saja yang meninggalkan daerahnya, dengan alasan >>>>dinas >>>>luar? Kalaupun diributkan, tentu yang paling dilacak adalah yang pergi ke >>>>luar >>>>negeri. >>>> >>>> >>>>Mengapa luar negeri? Mengingat luar negeri selalu diasosiasikan sebagai >>>>tempat >>>>yang lebih baik dari Indonesia. Luar negeri menjadi semacam obat si tawar >>>>dan si >>>>dingin untuk masalah apapun di dalam negeri. Tak terkecuali juga sebagai >>>>tempat >>>>istirahat. Padahal, belum tentu luar negeri adalah segalanya. Timor Leste >>>>dan >>>>Papua Nugini juga masuk kategori luar negeri, namun sedikit pejabat yang ke >>>>sana. >>>> >>>>Sejauh yang kita tahu, masyarakat ribut dengan luar negeri itu di tengah >>>>kontroversi menyangkut fasilitas yang dimiliki oleh penyelenggara negara. >>>>Untuk >>>>investasi, misalnya, terlalu mudah pejabat negara menebarkan umpan, di laut >>>>yang >>>>belum tentu ada ikannya. Dan hal ini sama saja dengan studi banding para >>>>anggota >>>>parlemen ke tempat yang belum tentu memberi makna akan kebijakan yang >>>>hendak >>>>dilihat. >>>> >>>> >>>>Gubernur Irwan diundang oleh Duta Besar RI di Jerman. Bukan oleh investor. >>>>Investor diundang oleh Pak Dubes di dalam acara seminar. Di sela presentasi >>>>soal >>>>potensi investasi di Sumbar kepada investor Jerman, Gubernur Irwan >>>>dijadwalkan >>>>bertemu dengan Gubernur Negara Bagian Bavaria. Daerah asal Adolf Hitler dan >>>>disebut sebagai pusat aktivitas ras Arya dalam Perang Dunia Kedua itu >>>>tentulah >>>>menarik dijadikan sebagai sister city dengan Sumatera Barat. Nah, siapa >>>>yang >>>>memberi tawaran sister city itu? Sumbar atau Bavaria? Apa gunanya? >>>> >>>>Mentawai >>>>Sebetulnya, publik lebih terkejut dengan informasi tentang Mentawai. Kalau >>>>dilacak pernyataan demi pernyataan Gubernur Irwan, pada Rabu (26 Oktober) >>>>pagi >>>>belum diketahui ada tsunami di Mentawai. Penulis masih ikut konvoi mobil >>>>Gubernur Irwan dari lampu merah Kampung Apa, Pariaman, menuju Lubuk Basung. >>>>Seiring dengan informasi lapangan, pernyataan itu mengalami perubahan. >>>> >>>> >>>>Ketika awal, gelombang protes sempat muncul tentang peringatan tsunami yang >>>>dicabut oleh pejabat resmi. Mengingat gambar-gambar tsunami Mentawai >>>>semakin >>>>banyak diketahui, protes itupun mengendap. Media lebih tertarik dengan >>>>berita >>>>mutakhir dari lapangan. Angka-angka kematian dirilis. Komunikasi yang >>>>semula >>>>terhambat, mulai terang. Semua bergerak. Bukan hanya pemerintah, tetapi >>>>juga >>>>masyarakat di seluruh Indonesia dan dunia. >>>> >>>> >>>>Lalu, mulailah fase tanggap darurat. Korban-korban didata. Sebagian >>>>dievakuasi. >>>>Para relawan berdatangan. Sebagian besar menjerit, mengingat sulitnya >>>>medan. >>>>Sekalipun ada yang langsung naik kapal dari Tanjung Priok, Jakarta, >>>>misalnya, >>>>tetapi mereka mendarat di Sikakap. Segera, Sikakap dipenuhi relawan, >>>>wartawan, >>>>peneliti ataupun orang-orang yang memang menyukai situasi heboh dengan >>>>resiko >>>>besar. >>>> >>>> >>>>Alat-alat transportasi berseliweran. Informasi simpang-siur. Fungsi >>>>Gubernur >>>>sebagai wakil pemerintah pusat di daerah, terutama dalam tugas perbantuan, >>>>langsung aktif. Dengan keadaan ini, gubernur adalah pelaksana dari >>>>tugas-tugas >>>>tanggap darurat. Pemerintah pusat tidak bisa langsung mengambil alih, >>>>mengingat >>>>pemerintah daerah masih aktif. Hal ini berbeda dengan tsunami Aceh, ketika >>>>gubernurnya sedang menjalani hukuman di penjara. >>>> >>>> >>>>Lalu, tiba-tiba, belum seminggu, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno berangkat >>>>ke >>>>Jerman. Dengan sejumlah alasan, kemudian. Dengan beragam kontroversi, >>>>kemudian. >>>>Dengan waktu yang juga habis mempertentangkannya, kemudian. >>>> >>>> >>>>Apapun, kita patut berhenti sejenak. Kita fokus ke Mentawai. Lalu >>>>bekas-bekas >>>>bencana di Sumbar tahun lalu. Nanti, ketika keadaan sudah mulai nyaman, >>>>baru >>>>kita bicara. Termasuk soal investasi. Dan juga, negeri Bavaria. Mari... >>>> >>>> >>>>-- >>>> >>> > > >-- >. >* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain >wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet >http://groups.google.com/group/RantauNet/~ >* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >=========================================================== >UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: >- DILARANG: > 1. E-mail besar dari 200KB; > 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. >- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: >http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet >- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti >subjeknya. >=========================================================== >Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: >http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
