Carito dongeng di bawah iko diilhami dek kalimaik Nyit Sungut di postiang 
sabalunnyo: "kito bawo sado nan dapek". Supayo lamak manulih-e, carito ko pakai 
bhs Indonesia je lah.

Pada suatu masa, terdapat satu kerajaan makmur di bawah pemerintahan seorang 
raja yang adil dan bijaksana. Suatu hari, sang raja mengumpulkan seluruh 
rakyatnya di alun-alun kerajaan.

Di hadapan rakyatnya, sang raja bertitah, "wahai rakyatku yang kucintai. Di 
gunung sebelah utara kerajaan kita ini terdapat sebuah gua yang besar tapi 
sangat gelap gulita, sehingga kalian tidak bisa melihat apa pun di dalamnya. 
Pada hari ini aku perintahkan kalian untuk pergi ke dalam gua kelam tersebut 
tanpa membawa lampu togok atau penerangan apa pun. Jika kalian sudah sampai di 
dalam gua tersebut, kalian ambillah apa saja yang bisa diambil, bawalah apa 
saja yang bisa terkacar oleh tangan kalian. Setelah kalian keluar gua, kalian 
tidak bisa masuk lagi karena gua tersebut akan hancur dengan sendirinya."

"Tapi ingat," imbuh sang raja. "Jika kalian mengambil banyak di sana, kalian 
akan menyesal. Jika kalian mengambil seadanya, kalian juga akan menyesal. Jika 
kalian tidak mengambil apa-apa, kalian juga pasti menyesal. Pokoknya, kalian 
semua akan menyesal begitu keluar dari gua itu."

Maka berbondong-bondonglah orang-orang memasuki gua tersebut menjalani perintah 
aneh dari sang raja. 

Sesampainya di dalam gua, sebagian orang mengambil sebanyak-banyak apa yang 
bisa diambil. Apa salahnya, toh nantinya juga akan menyesal.

Sebagian lagi mengambil secukupnya, sekedar pelepas makan. Nantinya toh akan 
menyesal juga.

Sebagian lagi tidak mengambil apa-apa. Buat apa penat-penat membawa-bawa 
barang, kalau akhirnya akan menyesal juga.

Tak berapa lama berselang, seperti yang dikatakan sang raja, gua tersebut mulai 
runtuh, sehingga orang-orang berlarian keluar dari gua itu untuk menyelamatkan 
diri.

Sesampainya di luar gua, tatkala seberkas cahaya mentari menerangi mereka, 
ternyata benda-benda yang mereka bawa dari gua tersebut adalah harta-benda 
berharga, emas, perak, intan, berlian, dll.

Dan terjadilah apa yang diramalkan oleh sang raja.

Yang tidak membawa apa-apa, sudah pasti menyesal bukan main. Yang membawa 
seadanya ikut menyesal, kenapa tidak membawa lebih banyak lagi. Yang membawa 
banyak juga menyesal, kenapa tidak membawa lebih banyak lagi, kalau perlu bawa 
gerobak sekalian. Semuanya menyesal! Tapi sesal kemudian tidak lah perguna.
THE END....

Nah, nan namo-e carito, tantu harus ado moral story-e...
Moral story-e persis samo jo sepenggal kalimaik dari Nyit Sungut (nan kini ko 
indak basungut lai): "kito bawo sado nan dapek"
Jadi selagi awak iduik di dunia ko, pabanyaklah beramal, berbuat kebaikan, 
memberi manfaat bagi orang lain. Daripado manyasa gadang nanti di akhirat.

Wassalam;
Syafrinal/40/Lahore


      

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke