Good Kakanda...!!! "I love you full, Mak Ngah", kato mendiang Mbah Soerip. He he ...
Salam horomaik dari Bekasi. mm*** ________________________________ From: Hambo <[email protected]> To: RantauNet <[email protected]> Sent: Sat, November 13, 2010 9:57:13 AM Subject: [...@ntau-net] Re: Pandapek Kawan Kito Ahmad Sarwat Saputa HUT Tapi ado duo lo Bahaso Aragbnya Happy Birthday tu, kalau indak salah: Yaum Miladuhu Aid-al Milaad -- MakNgah On Nov 12, 8:03 am, muchwardi muchtar <[email protected]> wrote: > Catatan : Tulisan ko ambiak cokok dari lamari Nyiak Google > > Adakah Tradisi Mengucapkan Selamat Ulang Tahun Dalam Islam? > > Publikasi: 09/06/2004 10:47 WIB > Bismillah, Walhamdulillah, Wasshalatu ala Rasulullah, Wa ba'd > > Terus terang saja kalau pertanyaan seperti itu, maka jawabnya jelas bahwa > tradisi untuk mengucapkan selamat ulang tahun memang bukan dari Islam. Paling > tidak kita tidak mendapatkan dalil baik dari Al-Quran maupun Sunnah >Rasulullah > SAW tentang kewajiban atau anjuran atau keutamaan mengucapkan selamat ulang > tahun pada seseorang. > > Artinya, secara baku perilaku itu memang tidak punya dasar dari ajaran Islam. > Kalau seandainya pernah sekali waktu ada contoh dari Rasulullah SAW atau para > sahabat pernah melakukannya, pastilah hal itu tertera pada hadits atau atsar > para shahabt. Namun sepanjang yang kami ketahui, mereka memang tidak pernah > melakukannya. > > Namun bagaimana hukumnya kalau ada yang melakukannya juga dan dia adalah >seorang > muslim? Di sinilah para ulama berbeda pendapat. > > a. Pendapat Yang Mengharamkan > > Sebagian akan mengatakan bahwa hal itu memang bid'ah dan mengada-ada. Sebab > tidak ada contoh atau anjuran dari Syariah. Apalagi bahwa budaya itu berasal > dari peradaban di luar Islam, dalam hal ini barangkali orang barat. Maka >semakin > kuatlah pendapat yang mengharamkan perayaan ulang tahun dan memberikan ucapan > selamat. > > b. Yang Tidak Mengharamkan > > Namun sebagian lainnya tidak secara terburu-buru mengharamkan tradisi >itu.Sebab > meskipun Rasulullah SAW tidak pernah memerintahkannya, namun beliau juga tidak > pernah memberi isyarat untuk melarangnya. Apalagi ini adalah bagian dari > kebiasaan yang ada dalam suatu masyarakat, sehingga menurut kalangan ini bukan > pada tempatnya untuk mengharamkan begitu saja tanpa ada dalil yang shahih dan > kuat yang melarangnya. Dan kita tahu bahwa dalam perkara muamalat, yang berlaku > adalah hukum segala sesuatu itu boleh selama tidak ada larangan yang secara > jelas melarangnya. > > Sedangkan masalah anggapan bahwa hal itu menyerupai budaya suatu kaum, dijawab > oleh kalangan ini dengan argumen bahwa ucapan selamat kelahiran tidak terkait > dengan masalah yang bertentangan dengan syariah. > > Memang benar barangkali sebagian masyarakat di barat melakukannya, tetapi >apakah > hal itu identik dengan agama dan ajaran ritual mereka? Menurut kalangan ini, > ucapan itu tidak terkait dengan ritual ibadah sebuah agama, melainkan budaya > sebuah masyarakat. Dan prinsipnya Islam tidak melarang sebuah kebiasaan >manakala > memang tidak secara langsung ada larangan untuk melakukannya. > > Betapa banyak budaya dan produk di luar Jazirah Arabia yang nota bene bukan >dari > peradaban Islam yang lalu diadaptasi oleh peradaban Islam ketika penyebaran > dakwah Islam sampai di negeri itu. Katakanlah misalnya masalah bentuk kubah > masjid, menara, sistem administrasi pemerintahan dan masih banyak lagi hal-hal > yang dimasa Rasulullah tidak dilakukan, namun para khalifah setelahnya justru > mengadaptasi sekian banyak produk peradaban non Islam. Namun kita tidak > mendapatkan bahwa adaptasi itu ditentang oleh ulama dengan alasan bahwa di >zaman > Rasulullah tidak dilakukan. > > Bahkan Rasulullah SAW tidak pernah mengisyaratkan untuk membukukan Al-Quran, > namun Abu Bakar dan para khalifah sesudahnya berpikir bahwa hal itu penting > dikerjakan. Pasukan Islam di masa Rasulullah SAW tidak pernah digaji, namun di > masa Umar mereka digaji dari baitul mal. Dan masih banyak lagi ijtihad yang > dilakukan oleh para shahabat terdekat Rasululah SAW sepeninggal beliau. > > Maka mengadaptasi sebuah produk budaya dari sebuah peradaban masyarakat selama > tidak bertentangan secara syara` bukanlah hal yang terlarang. Bahkan dalam > perang sekalipun Rasulullah menerima usul dari Salman Al-Farisi yang > menggunakan pola tentara Persia dalam berperang dengan menggali parit. > > Kembali kepada masalah ucapan selamat uang tahun, sebenarnya kata MILAD itu > hanya masalah bahasa arab saja, sehingga tidak ada perbedaan hakiki sama >sekali > dari sisi hukumnya. Tinggal anda pikirkan, kira-kira manakah yang menurut anda > lebih tepat, ikut menghidupkan budaya yang identik dengan sebuah masyarakat >yang > bukan Islam, ataukah tetap menjaga simbol-simbol Islam dengan tidak > menambahkannya dengan produk budaya lain? > > Yang jelas, meski tidak ada larangan dari ayat Quran atau hadits yang secara > detail mengahramkan seseorang mengucapkan selamat ulang tahun, kita dengan > bijak bisa membuat perbandingan. Yaitu mencoba mensyiarkan hal-hal yang secara > syar`i memang punya nilai dakwah dan keislaman. Sedangkan tidak ada nilai > keislamannya seperti ucapan ulang tahun, rasanya tidak perlu bercapek-capek > untuk menghidupkannya. > > Mungkin bukan karena tidak boleh, tetapi karena ada sekian banyak hal yang > perlu kita dihidup-hidupkan yang memang murni berasal dari Islam namun hingga > kini tidak ada yang menghidupkannya. Sebaliknya, produk budaya di luar Islam > itu tanpa harus kita yang menghidup-hidupkannya pun sudah ada. Jadi intinya, > sebaiknya kita hemat energi dan tidak terlalu mudah untuk ikut-ikutan. Paling > tidak bagi kami, tidak menghidupkan ucapan selamat ulang tahun adalah jauh > lebih baik dari pada melakukannya. > > Wassalam > Ahmad Sarwat, Lc . -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
