Assalamualaikum wr wb

Angku ,  mamak, bundo sarato dunsanak sapalanta RN nan Ambo hormati
Sekedar berbagi cerita tentang seorang anak nagari dari ranah minangkabau, maaf 
apabila kurang berkenan.

wasalam

AZ - 32 th
Padang 
 
*****

http://www.hariansinggalang.co.id/sgl.php?module=detailberita&id=779

Masril Koto, si Penolong Petani 
PADANG - Bagaimana kalau petani sedang di sawah, bajaknya patah? Tiba-tiba 
pupuk 
mahal? Kalau tukang ojek, tiba-tiba bannya pecah dan istri melahirkan? 
Sementara 
uang tak ada. Saat ini sekitar 75.000 petani dan rakyat kecil tak perlu risau 
lagi. Mereka sudah punya uang Rp90 miliar. Semua itu berkat, Masril Koto, nak 
rang Agam yang tak bersekolah itu.
Masril Koto, mendirikan bank petani. Petani sederhana yang selalu bersandel 
jepit ini, adalah “Muhammad Yunusnya” Ranah Minang. Muhammad Yunus adalah 
peraih 
Nobel Perdamaian karena ia mendirikan bank untuk wanita miskin di Bangladesh. 
Si Maih, begitu ia di sapa, tak lulus sekolah dasar. Ini, bukan halangan 
baginya 
untuk mendobrak kebekuan dan keangkuhan sistem perbankan yang kaku. Ia risau 
akan nasib petani. Ia yang hanya seorang petani dengan logika sederhananya 
mampu 
membentuk lembaga keuangan yang ditujukan khusus membantu petani dari segi 
permodalan. Idenya bahkan diadopsi Departemen Pertanian.
Lelaki 36 tahun asal Nagari Tabek Panjang Baso Kabupaten Agam ini bersama 
beberapa rekannya sesama petani mendirikan Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis 
(LKMA) Prima Tani di Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam pada 
2007.
Dari gurauan
Ide yang lahir dari sekadar gurauan sesama petani itu mampu ia wujudkan. 
“Baa lai mak, lai manjadi jaguang?
“Baa ka manjadi, pupuak maha, piti tak ado?
“Wak pinjam ka banklah?”
“Nyo tulak wak, jaminan tak adoh.” 
Cerita semacam itulah yang membuat si Maih tersentak. Kini berkat dorongannya, 
di seluruh Sumbar bahkan sudah berdiri LKMA sejenis sebanyak 300 unit dengan 
aset terendah mencapai Rp300 juta, bahkan ada yang sudah memiliki aset mencapai 
Rp2 miliar. Aset keseluruhan lebih Rp90 miliar. LKMA Prima Tani yang 
didirkannya 
menjadi cikal bakal program pengembangan usaha agribisnis pedesaan (PUAP) 
nasional. Tiap LKMA rata-rata beranggotakan 250 orang. 
Dikatakannya, apa yang dilakukan petani bila tiba-tiba alat bajak sawahnya 
rusak. Atau ketika akan menggarap lahan namun modal tidak ada. Mereka akan 
berjalan ke sana ke mari untuk mencari pinjaman. Itupun belum tentu bisa 
didapat 
dengan cepat. “Inilah kesulitan riil yang dihadapi petani di lapangan,” ungkap 
Masril, kepada Singgalang, Kamis (23/9)
Proses panjang perjuangan Masril mendirikan LKMA diawali pada 2003. Masril 
bertekad memajukan petani. Ia lalu mengikuti sekolah lapangan (SL) petani dari 
Dinas Pertanian Sumbar di Nagari Tabek Panjang, Baso, Agam. Di sekolah lapangan 
itu, dari cerita sesama petani, ternyata persoalan utama petani adalah 
permodalan. Hal ini tak bisa dipecahkan perbankan. Maka, tercetus ide untuk 
membuat bank petani untuk memecahkan persoalan itu.
Menurutnya petani pun relatif alergi terhadap pendirian koperasi sebab mereka 
sudah trauma, koperasi hanya menguntungkan segelintir orang saja. “Berdasarkan 
rapat evaluasi dan pengalaman kami selama ini, koperasi hanya menguntungkan 
ketuanya,” ujar anak pertama dari delapan bersaudara ini.
Datangi bank
Seusai mengikuti sekolah lapangan, ia mengumpulkan sejumlah rekan dan membentuk 
tim beranggotakan lima orang. Tugasnya, mencari tahu seluk-beluk pendirian bank 
petani. Tim itu dibekali dana pencarian informasi Rp600.000. Masril pun 
akhirnya 
keluar masuk bank guna mencari informasi dan pelatihan. Namun ternyata tidak 
satupun informasi yang didapatnya. Ia bahkan hanya disarankan ke dinas koperasi.
“Saya ke Bukittinggi mendatangi bank yang ada. Saya bilang ingin membuat bank, 
bisakah diberi pelatihan. Namun mereka malah mentertawakan,” cerita suami dari 
Ade Suryani ini.
Tahun 2006 mereka ke Padang guna mengikuti diskusi dari Yayasan Alumni Fakultas 
Pertanian Universitas Andalas (AFTA). Dalam diskusi yang dihadiri pejabat Bank 
Indonesia itu, Masril diberi tahu dana perbankan cukup banyak. Dana itu bisa 
dimanfaatkan untuk modal kelompok tani. “Saya bilang, kami ingin modal itu 
untuk 
membuat bank. Saya tanya caranya,” kata Masril ayah dari Regina Wulandari, 4,5 
tahun.
Modal mendirikan LKMA diperoleh lewat penjualan saham Rp100 ribu per lembar 
kepada ratusan petani. Setelah modal diperoleh, muncul masalah pembukuan. 
Mereka 
lalu mengikuti pelatihan konsultan dari Yogyakarta.
“Waktu itu ada LKMA di Kabupaten Pasaman yang sudah berdiri. Sewaktu kami mau 
belajar, ternyata harus membayar. Jadilah kami belajar langsung dari ahlinya,” 
kata Masril yang tak memungut uang jasa setiap kali berbagi pengalaman tentang 
LKMA.
Beragam produk tabungan atau pinjaman berbasis kebutuhan langsung petani secara 
spesifik ditelurkan LKMA, seperti tabungan ibu hamil, tabungan pajak motor 
untuk 
pengojek, dan tabungan pendidikan anak.
Menantang menteri
Tahun 2007, Menteri Pertanian Anton Apriyantono meresmikan LKMA Prima Tani. Ia 
tercenung mendengar cerita Masril. “Kalau Pak Menteri bikin seperti yang saya 
lakukan, tentu hasilnya lebih cepat bagi petani,” ceritanya tentang pertemuan 
itu. 
Saat itu Mentan bahkan menyatakan ide ini akan diadopsi Deptan menjadi program 
nasional dengan mencanangkan pembentukan 10 ribu lembaga keuangan pertanian di 
seluruh Indonesia. “Saya yang bukan orang sekolahan diundang tim Mentan 
mendiskusikan hal ini di Jakarta dan di Padang,” ujar Masril mengenang. Ia juga 
diundang ke berbagai tempat di Indonesia. Misalnya ke Sumsel, dipertemuan oleh 
gubernur dengan semua kepala dinasnya.
Melalui program pengembangan usaha agribisnis pedesaan (PUAP) akhirnya Deptan 
mengucurkan bantuan pembentukan LKMA melalui gabungan kelompok tani (Gapoktan) 
sebesar Rp100 juta per unit. Dana ini diambilkan dari Program PMPN Mandiri di 
bidang pertanian.
Atasi pengangguran
Manfaat lain adalah mengatasi pengangguran anak-anak petani lulusan SMU. Mereka 
menjadi karyawan di LKMA. Rata-rata tiap LKMA memiliki 5 karyawan. Dengan 300 
LKMA di Sumbar artinya sebanyak 1.500 orang tenaga kerja yang tertampung. 
Banyak 
juga karyawan ini yang bisa melanjutkan kuliah dengan meninjam uang dari LKMA 
dan membayar cicilan pinjaman dari gaji mereka.
Di sisi pendidikan, para petani dan anggota menjadi tahu cara mengelola lebaga 
keuangan karena semua diikutkan training saat awal pembentukan. LKMA juga jadi 
sarana penyebaran informasi yang terkait pertanian dengan mengorganisir petani 
megikuti training pertanian.
Tentu banyak kendala yang dihadapi Masril dalam membagun lembaga ini. Yang 
utama 
adalah membangun rasa percaya diri para petani. Pada awalnya mereka merasa 
tidak 
mampu untuk membuat dan mengelola lembaga keuangan untuk diri sendiri. “Perlu 
beberapa kali pertemuan untuk memotivasi mereka. Masril sendiri selalu 
dimotivasi oleh Kepala Dinas Pertanian Sumbar Jhoni.”
Saat ini ia tengah menjadi salah satu dari 10 nominator penerima Danamon Award 
yang merupakan penghargaan bagi mereka yang bersemangat tinggi dan membuktikan 
mampu untuk mengatasi berbagai tantangan yang dihadapinya.
Untuk itu ia juga butuh dukungan kita agar bisa menjadi peraih Danamon Award 
tersebut. Kita bisa membuka http://danamonaward.org Masril Koto: Pembela Petani 
DA 4. Bisa juga lewat HP, ketik DA 4 kirim ke 9123. (*) 


-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke