assalamualaikum wr wb

Mak Dutamardin sarato angku, mamak, bundo jo dunsanak sapalanta RN nan ambo 
hormati, 
tarimo kasih alah di forward ka milist RN, barikuik ambo tukuak saketek, mohon 
maaf pabilo kurang berkenan. 

salam ta'zim

AZ - 32 th
Padang



Curito Si Maih Anak Nagari Koto Tinggi kec. Baso kab. Agam - Seorang Petani 
Lulusan S3 (SD - SMP -SMA melalui Paket A, B & C)
by PITUAH ADAT MINANGKABAU on Sunday, November 14, 2010 at 1:51am



Tubuh kecil dengan kulit kelam, dalam usia 36 tahun telah mengukir pekerjaan 
besar di negeri ini yakni membantu petani lepas dari kemiskinan. “Saya Masril 
Koto, nama Masril adalah pemberian orang tua saya sedangkan Koto adalah nama 
Suku saya. Asal saya dari Agam Sumatera Barat”. Sulit dipercaya bahwa Masril 
belajar secara otodidak, ia hanya lulus kelas 4 SD di kampungnya. Pria kecil 
dengan sejuta energi dan inspirasi ini memang mampu memberikan teladan bagi 
generasi muda minangkabau.
"Konsep yang dibangun sesungguhnya tidak jauh berbeda dengan  lembaga keuangan 
mikro lainnya, hanya saja bentuk kami adalah koperasi yang modern dan tidak 
terikat dengan UU Koperasi pemerintah. Bentuk kami lebih modern karena 
mewajibkan standar akuntansi nasional dalam pengelolaan dan kepemilikan saham 
dalam mengumpulkan modal. Dalam menjalankan usaha, pelaku utamanya adalah 
anak-anak petani yang dilatih oleh para sarjana dan aktivis kampus."
 
>"Namun, kami tetap koperasi karena kepemilikan saham selain dibatasi juga 
>tidak 
>dapat dijadikan dasar dalam menentukan suara perusahaan. Sebab, sistem suara 
>yang dipakai adalah keanggotaan a la koperasi.  Kami juga dekat kepada budaya 
>masyarakat sebab dewan pengawas unit usaha kadangkala adalah ninik mamak 
>masyarakat, tergantung kepada sistem demokrasi para anggota."
 Masril Koto adalah pendobrak kebekuan fungsi intermediasi industri perbankan 
di 
bidang pertanian. Bersama para rekannya, petani yang tak tamat sekolah dasar 
itu 
mendirikan Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKMA) Prima Tani di Nagari Koto 
Tinggi, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada 2007.
 
LKMA Prima Tani di Nagari Koto Tinggi itu menjadi cikal bakal program 
pengembangan usaha agribisnis pedesaan (PUAP) nasional. Kini, lebih dari 300 
unit LKMA telah berdiri di seantero Sumbar atas dorongannya. Setiap hari, 
Masril 
berkeliling ke beberapa wilayah Sumbar dengan sepeda motor keluaran tahun 1997, 
yang disebutnya suka ”agak berulah sedikit” hingga kadang masuk-keluar bengkel.
 
Berikut tulisan yang dikutip dari website http://kickandy.com/ : 
Begitu juga dengan kisah seorang petani asal Agam, Sumatera Barat, Masril 
Koto. Kehidupan Masril sebagai petani, seperti kebanyakan petani kecil di 
negeri 
ini. Ia tak memiliki modal yang cukup, tak pernah bisa memenuhi kebutuhan hidup 
dengan sewajarnya. Ia kemudian memutar otak untuk mencari cara agar bisa 
mendapatkan modal. Bersama teman-teman senasibnya, mereka kemudian berhasil 
menemukan sebuah cara yang unik, yakni membuat sebuah bank tani.
> 
>Di Kick Andy, Masril menceritakan perjuangan yang tak mudah itu dengan gayanya 
>yang khas, ceria. Berkat upaya Masril dan teman-temannya, kini di Sumatera 
>Barat 
>sudah berdiri sekitar 300 Bank Tani, atau yang secara resmi disebut sebagai 
>Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis. “Saat ini, kami sudah memiliki total asset 
>sekitar 5 miliar,” ujar pria yang mengaku lulusan S3 ini. Petani lulusan S3? 
>“Ya 
>saya memang lulusan S3, yaitu SD, SMP, dan SMA melalui paket A,paket B, dan 
>paket C,” jelasnya yang disambut tawa seluruh audience di studio.
> 
>Masril dengan kreatifitasnya telah menunjukkan sebuah terobosan agar para 
>petani 
>bisa dan mau bergotongroyong membangun sebuah lembaga ekonomi yang sangat 
>bermanfaat.
 
Pemenang Danamon Award 2010
 
Akibat sering berkeliling, Masril relatif sulit ”ditangkap”.  Selama singgah 
dari satu tempat ke tempat lain itu, atas undangan kelompok tani, Masril selalu 
memotivasi agar LKMA didirikan sebagai solusi permodalan petani. Maka, dalam 
ranselnya tersimpan aneka perlengkapan penunjang aktivitas, seperti spidol, 
beragam contoh dokumen pendukung pendirian dan operasional LKMA, serta laptop.
 
”Laptop ini hadiah dari (ekonom) Faisal Basri, waktu kami undang ke Agam 
melihat 
LKMA,”kata Masril, yang mengaku bermodal keberanian untuk berhubungan dengan 
banyak orang. Segudang pengalaman dan orang dia temui dalam perjalanan yang 
menghabiskan biaya Rp 500.000 per bulan itu.
>Perjalanan tersebut juga membuat dia jarang berkumpul dengan keluarga. Dalam 
>sebulan hanya dua hari ia bersama istri dan anaknya di Nagari Tabek Panjang, 
>Baso, Agam. Selebihnya, mereka berkomunikasi lewat telepon.
 
Proses panjang perjuangan Masril mendirikan LKMA diawali pada 2003. Sebagai 
petani, ia menanam padi serta membudidayakan jagung dan ubi jalar. Waktu itu ia 
ingin beralih menjadi petambak lele. Sampai suatu hari, ia bertemu 
seniman-petani Rumzi Sutan yang mendendangkannya lagu tentang cita-cita 
kemandirian petani.
 
Sejak itulah Masril bertekad memajukan petani. Ia lalu mengikuti sekolah 
lapangan (SL) petani dari Dinas Pertanian Sumbar di Nagari Tabek Panjang, Baso, 
Agam. Di sekolah lapangan itu, ia tersadar bahwa persoalan utama petani adalah 
permodalan. Hal ini tak bisa dipecahkan industri perbankan. Maka, tercetus ide 
untuk membuat bank petani, demi memenuhi kebutuhan mereka.
 
Di benak para petani pun relatif alergi terhadap pendirian koperasi. Jadilah 
ide 
Masril tak bersambut. ”Berdasarkan rapat evaluasi dan pengalaman kami selama 
ini, koperasi hanya menguntungkan para ketuanya,” ujar anak pertama dari 
delapan 
bersaudara ini.
 
 
Seusai mengikuti sekolah lapangan, ia mengumpulkan sejumlah rekan dan membentuk 
tim beranggotakan lima orang. Tugasnya, mencari tahu seluk-beluk pendirian bank 
petani. Tim itu dibekali dana pencarian informasi Rp 600.000. Mereka menemui 
para mantan pegawai bank, dinas terkait, dan mendatangi bank-bank umum.
 
”Saya ke (Kota) Bukittinggi mendatangi bank yang ada. Saya bilang ingin membuat 
bank, bisakah diberi pelatihan,” cerita Masril. "Namun mereka malah 
mentertawakan,” cerita suami dari Ade Suryani ini.
>Tahun 2006 mereka ke Padang guna mengikuti diskusi dari Yayasan Alumni 
>Fakultas 
>Pertanian Universitas Andalas (AFTA). Saat itu sisa dana pencarian informasi 
>Rp 
>150.000, masih dipotong uang bukti pelanggaran (tilang) lalu lintas Rp 40.000 
>gara-gara salah membaca rambu lalu lintas.
> 
Dalam diskusi yang dihadiri pejabat Bank Indonesia itu, Masril diberi tahu 
bahwa 
dana perbankan cukup banyak. Dana itu bisa dimanfaatkan untuk modal kelompok 
tani.
 
”Saya bilang, kami ingin modal itu untuk membuat bank. Saya tanya caranya,” 
kata 
Masril, yang diyakinkan bisa mendirikan LKMA. Sejak itu dia rajin membaca buah 
pikiran Mohammad Hatta & Sutan Sjahrir.
 
Modal mendirikan LKMA diperoleh lewat penjualan saham Rp 100.000 per lembar 
kepada ratusan petani. Setelah modal diperoleh, muncul masalah pembukuan. 
Mereka 
lalu mengikuti pelatihan konsultan dari Yogyakarta.
 
Masril Koto by Utche P. Felagonna
 
Beragam produk tabungan atau pinjaman berbasis kebutuhan langsung petani secara 
spesifik ditelurkan LKMA, seperti tabungan ibu hamil, tabungan pajak motor 
untuk 
pengojek, dan tabungan pendidikan anak.
 
Tahun 2007, Menteri Pertanian Anton Apriyantono meresmikan LKMA Prima Tani. Ia 
tercenung mendengar cerita Masril. ”Kalau Pak Menteri bikin seperti yang saya 
lakukan, tentu hasilnya lebih cepat bagi petani,” ceritanya tentang pertemuan 
itu. Setelah itu, pemerintah meluncurkan program PUAP.
>Perjuangan Masril bukan tanpa hambatan. Berbagai cibiran pun datang, juga dari 
>keluarga.”Kepada istri saya katakan, jika kita ikhlas mengerjakan sesuatu, 
>Insya 
>Allah ada balasannya,”kata Masril.

Masril bertahan memajukan petani sebab ia tak ingin mereka terus-menerus 
dieksploitasi, terutama saat menjelang pemilihan umum. Kini, ia menyiapkan 
pembentukan lembaga bernama Lumbung Pangan Rakyat. Targetnya, mengganti peran 
Bulog yang tak bertugas menurut fungsi yang diamanatkan.
 
”Lumbung Pangan Rakyat sudah saya uji coba, tetapi masih memerlukan 
penyempurnaan. Tunggu saja, petani sudah punya kelompok tani sebagai 
’perusahaan’, LKMA sebagai ’bank’, dan Lumbung Pangan Rakyat sebagai 
’Bulog’-nya,” kata Masril bersemangat.
 
**** admin PAM - disarikan dari beberapa artikel.

________________________________
Dari: ajo duta <[email protected]>
Kepada: "[email protected]" <[email protected]>
Terkirim: Sab, 13 November, 2010 21:38:17
Judul: [...@ntau-net] Fwd: PITUAH ADAT MINANGKABAU tagged you in a note on 
Facebook...

---------- Forwarded message ----------
From: Facebook <[email protected]>
Date: Sat, 13 Nov 2010 04:26:27 -0800
Subject: PITUAH ADAT MINANGKABAU tagged you in a note on Facebook...
To: Dutamardin Umar <[email protected]>

PITUAH tagged you in the note Curito Si Maih Anak Nagari Koto Tinggi
kec. Baso kab.  Agam - Seorang Petani Lulusan S3 (SD - SMP -SMA
melalui Paket A, B & C).

To read the note, follow the link below:
http://www.facebook.com/n/?note.php¬e_id=177640512251223&mid=3488121G2351a10cG5963f84Ga&n_m=ajoduta%40gmail.com


Thanks,
The Facebook Team

___
Find people from your Gmail address book on Facebook! Go to:
http://www.facebook.com/find-friends/?ref=email

This message was intended for [email protected]. Want to control which
emails you receive from Facebook? Go to:
http://www.facebook.com/editaccount.php?notifications=1&md=bm90ZV90YWc7ZnJvbT0zMjYyNzAwNzk3MDk7bm90ZV9pZD0xNzc2NDA1MTIyNTEyMjM7dG89NTkyNTUyMjA0

Facebook, Inc. P.O. Box 10005, Palo Alto, CA 94303


-- 
Sent from my mobile device

Wassalaamu'alaikum
Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta),
gelar Bagindo, suku Mandahiliang,
lahir 17 Agustus 1947.
Nagari Gasan Gadang, Kab. Pariaman. rantau: Deli, Jakarta,
sekarang Sterling, Virginia-USA
------------------------------------------------------------
"menjadi bagian dari sapu lidi, akan lebih bermanfaat dari pada
menjadi sebatang lidi"

-- 


-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke