awak caliak ado saketek rivalitas antaro mantan BA-1 patang jo nan kini, apolai banyak pernyataan2 konfrontatif dari bpk mendagri itu kini. buliah2 sajo, tapi asalkan jan sampai marugikan masyarakat minang apalagi sampai mambaok2 namo masy minang hormat, Catra Prathama Mechanical Engineering www.catra.wordpress.com
________________________________ From: "asfarinal, asfarinal, asfarinal, asfarinal nanang, nanang, nanang, nanang" <[email protected]> To: [email protected] Sent: Sun, November 14, 2010 12:02:14 PM Subject: Bls: [...@ntau-net] Di ma Posisi Sanak Manilai BA-1? Yg terbaik adalah saat ini semua steakholder duduk bersama dan merenungkan, setelah itu mari ditata ulang tata ruang dan tata industri parawisata Mentawai yg hampir atau bahkan hancur di terjang tsunami tempo hari. Ini waktu yg ideal bagi Gubernur utk menentukan kebijakan kedepan utk mentawai. Mentawai saat ini sudah milik dunia, jangan dijadikan seperti pulau Nias yg terlalu dilepas tata niaga parawisatanya sehingga banyak para surfer yg kecewa dan mencari ombak dan pantai yg masih bagus dan sukur2 belom trkontaminasi pertumbuhan yg kacau dan mereka harapkan dpt daerah yg masih perawan. Mentawai merupakan pilihan dan sekaligus primadona baru bagi mereka. Tugas gubernur juga memotivasi bupati Mentawai, supaya daerah yg indah ini tidak seperti Bali yg diekplotasi habis2an, sehingga orang Bali sendiripun merasa tidak berada di Bali. Utk itu pas lah rasanya pejabat Mentawai belajar ke daerah Karabia utk pelajaran dunia parawisata dan ke Jepang utk penanggulangan bencana (Bukan utk jalan2 dan bawalah pendamping mereka yg paham). Sehingga kedepannya tidak dibodohi para investor asing yg hanya mencari keuntungan, tetapi ada juga investor yg dengan hati mengelola objek ombak terbaik dunia ini. Disini dibutuhkan kejelean pemerintah derah utk menseleksi. Kita sudah belajar dari pulau Cubadak di Pesisir Selatan,pemasukan dan lalulalang tamu ke sana tidak teramati, cuma pemerintah juga jangan bertangan besi pula kepada mereka. sekian diskusi pagi munggu iko, selamat bertugas pak Gubernur, pengalman merupakan guru terbaik................. Nanang, Jkt ________________________________ Dari: Fitrianto <[email protected]> Kepada: [email protected] Terkirim: Ming, 14 November, 2010 11:44:30 Judul: Re: [...@ntau-net] Di ma Posisi Sanak Manilai BA-1? Pergi ke Jerman, Mendagri Telah Layangkan Surat Teguran ke Gubernur Wassalam fitr tanjuang http://www.sumbaronline.com/berita-1290-pergi-ke-jerman-mendagri-telah-layangkan-surat-teguran-ke-gubernur-.html Pergi ke Jerman, Mendagri Telah Layangkan Surat Teguran ke Gubernur Sabtu, 13 November 2010 - 19:31:05 WIB | hit 49 Pergi ke Jerman, Mendagri Telah Layangkan Surat Teguran ke Gubernur PADANG, SO--Ternyata, pemimpin sejati itu memang harus bisa menerima kritik dan saran dengan jiwa lapang dan hati bersih. Kewibawaan pemimpin akan teruji ketika ia pun bisa menerima segala kelebihan dan kekurangan dengan arif dan bijaksana. Fakta ini, setidaknya terlihat dari dua sosok pemimpin yang merupakan putra terbaik Sumatera Barat. Adalah Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi dan Gubernur, Irwan Prayitno terlihat mesra ketika bertemu di ruang VIP Bandara Internasional Minangkabau, Padang. Sempat memanasnya hubungan kedua pemimpin masa depan Sumbar ini di pelbagai media massa lokal dan nasional, sungguh tak terlihat ketika mereka saling berjabat tangan dan berdiskusi dengan didampingi Wakil Gubernur, Muslim Kasim. Dalam pembicaraan hangat dan penuh buhul kekeluargaan itu, Mendagri, Gamawan Fauzi menganjurkan pada Gubernur Irwan Prayitno, agar memberi sangsi kepada staf yang mengurusi keberangkatannya ke Jerman. Sebab staf tersebut telah memberikan masukan keliru dengan mengatakan izin ke Jerman telah terbit. Sehingga keberangkatan pun tetap dilakukan Gubernur. "Gubernur tak salah dalam hal ini. Seharusnya staf yang mengurusi perjalanan gubernur bisa mengingatkan, bahwa izin keberangkatan belum keluar. Jadi sebaiknya gubernur memberi sangsi pada staf tersebut," ucap Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi, Sabtu (13/11). Dalam kesempatan itu Gamawan juga mengatakan, telah melayangkan surat teguran kepada Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, perihal keberangkatannya ke Jerman sebelum terbitnya izin Presiden SBY melalui Mendagri. Surat tersebut diberikan sebagai bentuk teguran pada Gubernur, perihal sebagai peringatan dalam rangka pembinaan. "Surat teguran ini merupakan bentuk teguran untuk pembinaan. Seperti termuat dalam UU No. 32 tahun 2004 Pasal 222, tentang peran Mendagri sebagai koordinator Pembinaan Pemerintahan di Daerah," ucap mantan Gubernur Sumbar ini. Surat teguran tersebut dikatakan Gamawan merupakan bentuk teguran yang berisi Inpres No 11 th 2005 tentang perjalanan dinas keluar negeri, Permendagri No 20 th 2005 tentang pedoman perjalanan dinas luar negeri bagi pejabat/pegawai di lingkungan Departemen Dalam Negeri serta Surat Edaran dari Menteri Sekretaris Negara. Selain itu, disampaikan Gamawan nantinya akan dibuat Inpres agar kepala daerah tak melakukan perjalanan keluar negeri selama tanggap darurat bencana di daerahnya. "Dalam sebulan ini semoga rampung Inpres tersebut," tutup Gamawan Fauzi yang kedatangannya ini dalam rangka istirahat akhir pekan di kampung halaman. bima 2010/11/12 Arman Bahar <[email protected]> Suai ambo jo kisanak MM & AJ > > >abp58 > > ________________________________ > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
