Yth. Bapak/Ibu, Ini ada bacaaan bagus desain rumah ramah gempa, konsep nya simple, yang jarang di terapin rumah2 pada umum nya. yang mana tiang nya di tambah pada bidang dinding yang lebar/di tengah .
============ Merencanakan Denah Rumah Tahan Gempa oleh: Rasantika M. Seta Denah yang simetris menjadi hal dasar pada sebuah rumah tahan gempa. Fungsi denah untuk memudahkan pembagian ruang sesuai kebutuhan dan kegiatan sehari-hari. Melalui denah, kita dapat membuat satu panduan terukur untuk pengembangan ruang nantinya. Denah ruang yang simetris, selain memudahkan dalam membuat pengembangan bangunan, juga merupakan salah satu dasar membuat bangunan yang tahan gempa. Pada denah yang simetris, kita lebih mudah menentukan titik-titik untuk rangka utama bangunan (kolom). Pada sebuah bangunan, rangka-rangka utama inilah yang berfungsi sebagai perkuatan. Sehingga jika sebuah gempa menggoyang bangunan, maka rumah rak langsung roboh. Sebetulnya sederhana sih upaya untuk merencakanan denah yang tahan gempa ini. Cukup gunakan sistem modul untuk pengembangan denah rumah. Misalnya begini, kita bisa menggunakan modul persegi ukuran 1,2mx1,2m atau kelipatannya. Jika ingin membangun ruang dengan kelipatan ukuran modul ini, maka paling tidak setiap titik berjarak 1,2m harus terpasang sebuah kolom. Selain itu tentunya, pada setiap sudut pertemuan antarbidang dinding juga harus diberi kolom. Kolom-kolom inilah yang bakal menjadi struktur utama bangunan. Selain masalah penggunaan modul, kekuatan konstruksi juga diperoleh dari ukuran setiap tiang kolom. Tentu semakin besar ukuran kolom, maka semakin kuat juga biasanya. Karena lebih kuat, maka jarak setiap titik kolom pun bisa semakin jauh. Rata-rata pada rumah tinggal, jarak titik konstruksi utama bangunan sekitar 3m. Semakin rapat dan banyak tiang kolom tentu semakin baik. Namun di sisi lain boleh jadi semakin mahal pula ongkos pembuatannya. Dalam hal kekuatan bangunan dan keselamatan penghuni, jumlah titik konstruksi ini boleh jadi tak ada "apa-apa"nya. Keselamatan jiwa lebih penting dibanding harga pembuatan kolom. Jadi, mulai sekarang, coba pertimbangkan konsep ini agar rumah kita lebih tahan gempa. ==== Sumber : http://www.ideaonline.co.id/iDEA/Membuat-Bangunan-yang-Ramah-Gempa/Merencanakan-Denah-Rumah-Tahan-Gempa ======= Bahan yang Cocok untuk Dinding oleh: M. Indra Sukma Tak jarang juga dinding roboh karena gempa. Bongkahannya melukai dan bisa membawa petaka. Pilih bahan yang ringan dan kuat untuk dinding, agar risikonya lebih kecil. Dinding pada rumah sederhana sebaiknya tidak menerima beban konstruksi. Oleh karena itu, dinding bisa berupa kombinasi material bata/batako dengan tripleks/papan kayu/bambu. Atau jika ingin, bisa saja dinding berupa material yang keseluruhannya terbuat dari bata/batako, atau tripleks/papan kayu/bambu. Bata dan batako Merupakan material dinding paling populer. Keduanya dirangkai menjadi dinding setelah ditempel pakai adonan semen-pasir. Bata dan batako dipasang dengan susunan tumpuk berseling. Perlu diplester agar menjadi lebih kuat. Pada rumah sederhana, bata atau batako cukup dipasang sebagai dinding tembok bawah. Tujuan pemasangan demi hebat biaya dan demi keamanan. Untuk rumah yang keseluruhan dindingnya dari bata/batako, maka dinding ini perlu diperkuat dengan fondasi, sloof, kolom, dan ringbalk. Tripleks Ringan dan mudah dipasang sebagai dinding rumah. Agar tripleks terpasang kuat, diperlukan rangka kayu. Rangka bisa berupa kayu kaso 5/7 yang disusun berdiri pada jarak antara 120cm. Tripleks cukup dipakukan pada bagian luar rangka, hingga menutup keseluruhan dinding. Sebagai dinding pemisah, tripleks juga bisa dipasang menutup kedua sisi rangka kayu. Bambu Material ini paling murah dan mudah didapat. Bambu untuk dinding bisa berupa bilah bambu atau gedeg (anyaman bambu). Pemasangan bilah bambu dilakukan dengan cara membelah bambu menjadi dua hingga empat bagian. Setelah dihaluskan, bilah bambu dipasang pada rangka dinding pakai paku. Rangkanya bisa terbuat dari bambu atau kayu. Papan kayu. Papan kayu tersedia dalam ukuran beragam. Sebagai dinding rumah, material ini membutuhkan rangka kayu kaso 5/7 yang dipasang vertikal dan horisontal membentuk kotak-kotak berukuran 120cm x 120cm. Papan kayu bisa dipasang horisontal yang salah satu sisinya bertumpuk. Jika ingin, papan juga bisa dipasang vertikal. Papan semen Bentuknya seperti lembaran tripleks atau multipleks. Cara pemasangannya pun mirip. Hanya saja, untuk hasil yang kuat, papan semen ini harus dipasang pada rangka besi. ====== Sumber : http://www.ideaonline.co.id/iDEA/Membuat-Bangunan-yang-Ramah-Gempa/Bahan-yang-Cocok-untuk-Dinding Salam, Dody ________________________________ From: "[email protected]" <[email protected]> To: [email protected] Sent: Mon, November 15, 2010 10:49:06 AM Subject: [...@ntau-net] Belum Terlambat bagi Indonesia untuk Bertindak Yth. Bapak/Ibu Rantau Net, Dr. Saafroedin Bahar telah mengirimkan sebuah link berita dari Kompas.Com : Judul : Belum Terlambat bagi Indonesia untuk Bertindak Abhas K JhaGempa bumi hebat berkekuatan 7,7 skala Richter, 26 Oktober, yang diiringi tsunami memakan korban lebih dari 400 jiwa di Kepulauan Mentawai.Peristiwa ini menyadarkan Indonesia untuk bersiap diri dalam menghadapi gempa bumi dahsyat berikutnya. Akan tetapi, baik gempa bumi Mentawai maupun gempa bumi di Padang tahun 2009—dengan korban lebih dari 1.000 jiwa—bukanlah ”gempa bumi bes ... Berita Selengkapnya : http://www1.kompas.com/read/xml/2010/11/15/0438250/belum.terlambat.bagi.indonesia.untuk.bertindak Pesan : Mohon perhatian terhadap peringatan pakar gempa bumi ini. Sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tidak berguna. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
