Ibadah haji yang diawali dengan wukuf di Padang arafah. Sewaktu menuju Padang 
Arafah itu kita mengumnadangkan Talbiah :"Labbaik Allahumma labbaik. Labbaik la 
syarikalaka labbaik. Innal hamda, wanikmatalaka, walmulka lasyarikalaka" Aku 
datang-aku datang memenuhi panggilan_Mu Ya Allah. Untukmu segala puji, segala 
nikmat dan segala kerajaan. Tiada syarikat bagi_Mu.Tiap kali kita di 
panggil_Nya dan tiap kali pula kita penuhi panggilan itu. Setiap Jum'at, setiap 
shalat, setiap puasa dan setiap berkurban. Siapa-siapa yang telah terbiasa 
memenuhi panggilan itu, nanti tidak canggung ketika memenuhi panggilan_Nya yang 
terakhir.
Arafah yang berarti pengenalan, mengenal kembali diri mengenang kembali 
...dosa-dosa yang pernah dikerjakan. Diharapkan para haji mengenal jati 
dirinya, menyadari kesalahannya, bertekad tidak mengulanginya serta menyAdari 
pula kebesaran dan keagungan penciptanya.Maka sewaktu wukuf di Padang Arafah 
semua orang mengenang dan menyesali dosa-dosa yang pernah dibuat, dengan 
linangan dan deraian air mata yang bercucuran semua jemaah meratapi dan 
menyesali dosa-dosa yang pernah diperbuat. Semua orang hadir saat itu di Padang 
Arafah, baik yang sehat maupun yang sakit, baik yang bersih maupun yang sedang 
datang haid. semua berkumpul semua berhimpun berwukuf merenung dan mengenang 
segala kesalahan dan kekhilafan selama ini.

Di Padang Arafah semua berpakaian Ihram, yaitu 2 helai kain putih yang tidak 
berjahit, dengan kepala yang terbuka. Andaikan ada yang menutup kepala , 
andaikan ada yang memasang topi atau mahkota sebagai pertanda dia Raja, maka 
ihramnya batal dan hajinya tidak diterima. Andaikan ada yang memakai tanda 
pangkat tandanya dia sebagai pejabat, atau bintang jasa didada, maka ihramnya 
akan batal dan hajinya ditolak. Dengan pakaian yang sama dan tempat yang sama 
di Padang Arafah, tidak bisa kita membedakan mana orang kaya dan mana yang 
miskin, mana yang berpangkat dan mana rakyat jelata, semuanya sama. Melihat 
semua kemah yang berwarna putih dan pakaian jemaahnyapun putih-putih berpakaian 
ihram, seakan -akan berada di Padang Mashar waktu menghadap Tuhan. Seakan-akan 
ada isyarat jika menghadap Tuhan, lepaskanlah semua tanda kebesaran, hanya dua 
helai kain putih yang tak berjahit, dengan sangat sederhana kita menghadap 
Tuhan. Tinggi rendah seseorang
ditentukan oleh Taqwanya.

Pakaian melahirkan perbedaan, dan menggambarkan status sosial, serta 
menimbulkan pengaruh psikologis, menanggalkan pakaian biasa berarti 
menanggalkan segala macam perbedaan menghapus keangkuhan yang di timbulkan oleh 
status sosial, mengenakan pakaian Ihram melambangkan persamaan derajat 
kemanusiaan serta menimbulkan pengaruh psikologis bahwa yang seperti itulah dan 
dalam keadaan demikinlah seseorang menghadap Tuhan pada saat kematiannya.

Powered by Telkomsel BlackBerry®

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke