Angku Fitrianto, *Mengirim tenaga kerja non skill keluar negeri itu sebenarnya melecehkan martabat > bangsa.* > *Dan mengirim perempuan bekerja sedang laki2nya di rumah, jelas2 tidak > sesuai syarak.* > * * >
Manuruik ambo kebijaksanaan mangirim babu ka LN iko dilandasi oleh sistem budaya feodal nan dipraktekkan oleh rezim ORBA. Ingat pituah "*Luhak bapangulu, rantau barajo"*. * Di rantau ado istilah "wong cilik" (nan kecil/lemah, yang tidak pernah menjadi wong gede meskipun sudah dewasa, selalu tergantung pada tuannya), itulah takdirnya. * Di kampuang awak, lai ado pulo istilah "rakyat badarai" (indak bisa disatukan/sakandak ati sorang sorang), bebas merdeka susah diatur, he, he !! Kalau dibandiang jo nagari Cino (RRC). Pamarentahnyo indak maekspor babu ka Hongkong. Mungkin mereka menjago martabat *bangsa Cino*. Jadi nan maa martabat bangsa, kok martabat negara ambo lai setuju. Salam AI -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
