Seringkali aku berkata
Ketika semua orang memuji milikku
Bahwa sesungguhnya ini hanyalah titipan.

Bahwa mobilku hanyalah titipan-Nya
Bahwa rumahku hanyalah titipan-Nya
Bahwa hartaku hanyalah titipan-Nya
Bahwa putraku hanyalah titipan-Nya
Tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya:
- Mengapa Dia menitipkan padaku ?
- Untuk apa Dia menitipkan ini padaku ?
- Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik-Nya
itu ?
- Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku ?.
- Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta
kembali oleh-Nya ?

Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah.
Kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka .
Kusebut itu sebagai panggilan apa saja untuk melukiskan kalau itu
adalah derita .
Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku .
Aku ingin lebih banyak harta, ingin lebih banyak mobil, lebih banyak
popularitas, dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan, seolah semua
"derita" adalah hukuman bagiku

Seolah keadilan dan kasih-Nya harus berjalan seperti matematika:
- Aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan
nikmat dunia kerap menghampiriku.
- Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih
- Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku", Dan menolak keputusan-Nya
yang tak sesuai keinginanku.

Gusti, Padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanya untuk
beribadah.

"Ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja."

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke