Wakatu pulang dari Cisarua - hari Akad 21-11-10 - dioto ambo stel ElShinta,
radio favorite ambo. Rupono sadang basitungkin wawancara/ota lansuangnyo jo Pak
Wayan ko. Mungkin dek karano berita di Kompas paginyo (Ref. dibaruah). Sa jam
ado acaranyo, dari pukua 3 s/d pukua 4. Otanyo biaso di solo lo dek pendengar
nan lain, mananggapi ota nantun. Nan rato-rato satuju jo ide Pak Wayan ko,
walaupun ado nan indak satuju. Bahkan ado nan labiah gilo lai, yaitu mamintak
kito dijajah balaik sajo dek Bulando tu.
Kadang kalau didanga barita atau ota dimedia yo ngari awak dek nyo. Indak
didanga, katinggalan kukureta lo beko. Mancaliak nagari bantuak anak ayam
kahilangan induak ko namono, iyo sakik lo banak kito mamikiakannyo. Bantuak no
hiduik kinoko tujuannyo hanyo untuak hiduik sajo. Laguah lagah, ondoh poroh
dari
subuah sampai isya, hanyo untuak maagiah galang-galang sajo ... hati jo nurani
taicia antah dima. Rang Maliang bangga jo maliangnyo, poyok banggalo jo
kapoyokannyo. Nan diotakan tiok hari hanyo maslah maliang jo poyok sajo
..............
Iyo batua, duniako lah walee.
DN
Indonesia Perlu Impor Hakim dari Belanda
Minggu, 21 November 2010 | 07:39 WIB
SURABAYA, KOMPAS.com — Pakar hukum internasional I Wayan Titib Sulaksana, SH MH
mengusulkan perlunya dilakukan impor hakim dari negeri Belanda untuk melawan
mafia hukum yang sudah merusak penegakan hukum, seperti kasus Gayus HP Tambunan.
"Saya tidak percaya kita akan mampu melawan mafia hukum dengan solusi
biasa-biasa saja, buktinya Gayus HP Tambunan justru mampu menembus banyak
pintu," katanya di Surabaya, Minggu (21/11/2010).
Menurut dosen senior di Fakultas Hukum Universitas Airlangga Surabaya itu,
pengadilan sebagai "gawang terakhir" perlu dibenahi secara radikal terlebih
dulu.
"Barangkali kita perlu meniru Singapura atau Malaysia yang melakukan perbaikan
di jajaran kehakiman melalui impor hakim dari Inggris pada tahun 1970-an. Kalau
kita mungkin impor hakim dari Belanda karena kitab hukum kita buatan Belanda,"
katanya.
Para hakim impor dari Belanda itu, katanya, nantinya memutuskan perkara secara
benar sebagai contoh, sekaligus melakukan pelatihan calon hakim agar mereka
bisa
bersikap profesional saat menjadi hakim.
"Saya lebih setuju kalau kita mengimpor hakim dengan memensiunkan hakim-hakim
senior yang masa jabatannya tinggal 4-5 tahun," katanya.
Sementara itu, calon-calon hakim yang baru melamar, katanya, hendaknya tidak
dijadikan pegawai negeri sipil (PNS) terlebih dulu, tetapi mereka harus dilatih
para hakim impor dari Belanda itu dengan status masih sebagai calon PNS (CPNS).
Bagaimana dengan kasus Gayus? "Saya usulkan orang seperti dia dimiskinkan dulu,
sita semua uang dan aset miliknya, sehingga hanya tersisa apa yang dipakai
saja," katanya.
Setelah itu, Gayus hendaknya tidak dimasukkan penjara khusus, seperti di Rutan
Brimob Kelapa Dua, Depok, tetapi justru dikumpulkan dengan maling-maling pada
umumnya yang mendekam di LP Cipinang.
"Untuk kasusnya jangan diserahkan ke pengadilan apabila belum ada hakim impor
karena akan memunculkan koruptor baru dari kalangan hakim, tetapi Presiden
harus
menyerahkan kasus Gayus ke KPK," katanya.
Sementara itu, Kapolda Jatim Irjen Badrodin Haiti menyatakan keinginannya
untuk
melakukan fit and proper test (uji kelayakan dan kepatutan) bagi polisi dari
tingkat kapolsek.
"Untuk penerimaan kapolsek berikutnya, saya ingin ada fit and proper test itu
karena polisi mulai dari kapolsek perlu kompetensi sehingga polisi tidak akan
asal perintah tanpa landasan hukum dan mampu berkomunikasi dengan masyarakat
serta paham tentang HAM," katanya.
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.