http://www.detiknews.com/read/2010/11/25/160232/1502367/10/pengamat-bandara-minangkabau-terlihat-bengkok-hanya-karena-distorsi?991101605
Jakarta - Foto satelit menunjukkan runway di Bandara
Internasional Minangkabau
(BIM) terlihat sedikit bengkok. Garis landasan yang tampak tidak lurus itu
bisa
saja hanya karena distorsi gambar saja.
"Itu bisa saja hanya distorsi, karena kan itu gambar juga diambil pakai kamera
kan? Jadi kemungkinan besar itu hanya distorsi saja," kata pakar penerbangan
Rendy Sasmita Adjiwibowo kepada detikcom, Kamis (25/11/2010).
Menurut Rendy, gambar yang diambil dari Google Earth memang biasanya terjadi
distorsi. Namun dia yakin, kondisi landasan BIM hingga kini masih aman-aman
saja.
"Biasa kan kalau di-zoom dari jarak jauh suka distorsi," kata Rendy.
Tapi mengapa foto satelit landasan Soekarno-Hatta tampak lurus? "Ya itu kan
foto yang berbeda, bisa saja yang Soekarno-Hatta memang tampak lurus. Dan foto
Bandara Minangkabau tampak nggak lurus, padahal lurus. Hanya distorsi saja,"
ujar Rendy.
Mantan pilot Garuda Indonesia ini mengatakan, jika runway di BIM memang
bengkok, pasti pilot yang melewati landasan itu akan memprotes. Pilot adalah
orang yang tahu persis kondisi landasan bandara.
"Kalau sampai bengkok, pilot pasti sudah teriak-teriak itu. Sampai sekarang
sih
saya belum mendengar ya ada komplain itu. Berarti ya tidak ada masalah, masih
normal saja," kata pria yang memiliki pengalaman terbang selama 30 tahun ini.
Sebelumnya, seorang pembaca detikcom, Sunarjo Leman mengirimkan foto Bandara
Minangkabau melalui fasilitas Info Anda. Dia menangkap foto dari Google Earth
pada landas pacu bandara yang beroperasi sejak 2005 ini.
Dari gambar itu, tampak kalau landas pacu Minangkabau itu agak bengkok di
bagian sebelah kirinya. Sunarjo juga mengirimkan gambar Google Earth bandara
lama di Sumatera Barat, Bandara Tabing. Gambar dari Bandara Tabing, landas
pacunya juga agak bengkok pada bagian sebelah kiri.
"Saya mendapat gambar yang ditampilkan oleh Google dari satelit bahwa runway
Minangkabau Airport tidak sepenuhnya merupakan suatu garis yang lurus,
terdapat
beberapa bagian yang agak melengkung dalam bidang horizontal," tulis Sunarjo.
"Saya tidak tahu apakah ada efek dari gempa Padang 30 September tahun lalu
yang
menyebabkan pergeseran kulit bumi di daerah Sumatera Barat khususnya daerah
Airport Minangkabau atau hanya gambar dari satelit yang di-sandwich oleh
Google
Earth yang kurang lurus saat menyatukannya?" imbuh Sunarjo.
Dia lantas mempertanyakan apakah kondisi yang demikian bisa mengganggu
keselamatan penerbangan.
Sementara itu Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan Bambang S
Ervan memastikan, landasan Bandara Minangkabau aman karena selalu dikalibrasi
setiap tahun.
"Kalau nggak sesuai standar atau nggak aman, nggak akan di-declared," kata
Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan Bambang S Ervan, kepada
detikcom, Kamis (25/1/2010).
(ken/asy)
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.