Maaf ambo iyo jarang mamporard2kan tp nan iko iyo pengenlah ...
Barusan ambo liek2 milis Minangnet
Trus dapek nan iko
Di bagian akhir carito ko, ambo berharap anggota DPR tu indak ado nan dari
PKS, tetapi ternyata ado. 

Iyo kecewa berat awak dek e nyeh...

Lullullullullullulll.....buni saluang.............

-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf
Of edizal
Sent: Saturday, November 20, 2010 7:44 PM
To: minang
Subject: [m] Rombongan DPR "Telantarkan" TKW di Dubai

Kisah Rombongan DPR Bertemu TKW (1)
Rombongan DPR "Telantarkan" TKW di Dubai
Jumat, 19 November 2010 | 08:19 WIB
AGUS SAFARI
Rombongan tenaga kerja indonesia tengah menunggu keberangkatan  
pesawat menuju Jakarta di Bandara Dubai, Sabtu (6/11/2010).
TERKAIT:

     * Saya dari Moskow, Tugas Negara

KOMPAS.com -- Cerita pilu Sumiati, tenaga kerja wanita yang disiksa  
majikannya di Arab Saudi, menghias halaman pemberitaan media beberapa  
hari ini. Sikap abai ternyata bukan hanya milik para majikan yang  
kejam di negeri orang. Para wakil rakyat, yang menjadi anggota  
parlemen karena dipilih oleh rakyat, pun menunjukkan sikap abai saat  
rakyat yang memilihnya tengah kelimpungan di negeri seberang.

Rombongan Anggota DPR yang tengah melakukan kunjungan kerja ke  
Moskwa, Rusia, dilaporkan "menelantarkan" seratusan lebih tenaga  
kerja wanita (TKW) Indonesia yang tengah kebingungan di Dubai. Di  
antara para TKW itu ada yang kedua tangannya melepuh karena disiram  
air keras oleh majikannya di Arab Saudi. Sementara, satu orang TKW  
lainnya mengalami pendarahan di perut.

"Mereka egois sekali. Tidak ada satu pun yang peduli dengan nasib  
rakyat yang mereka wakili yang tengah kebingungan. Mereka  
menelantarkan para TKW di Dubai," tutur Adiati Kristiarini, seorang  
warga Indonesia yang mendampingi para TKW, dalam perbincangan dengan  
Kompas.com beberapa waktu lalu.

Ia menceritakan, peristiwa itu terjadi pada Sabtu (6/11/2010). Ia  
bersama suaminya transit di Bandara Dubai dalam penerbangan New York- 
Jakarta. Di Gate 206 Bandara Dubai, mereka menunggu keberangkatan  
Pesawat Emirates dengan nomor penerbangan EK 358 tujuan Jakarta yang  
dijadwalkan berangkat pukul 10.25 waktu setempat.

Di situ, menunggu pula rombongan TKW yang jumlahnya ia perkirakan  
sekitar 150 orang. Adiati mengetahui kemudian, ternyata para TKW itu  
tidak saling kenal dan tidak pergi dalam satu koordinasi kelompok  
rombongan. Secara kebetulan saja mereka bertemu di bandara. Ada juga  
rombongan anggota DPR yang hendak pulang seusai melakukan studi  
banding ke Rusia.

Kebingungan

Sekitar 30 menit menunggu, tutur Adiati, ada pengumuman bahwa  
penerbangan ke Jakarta dibatalkan karena lalu lintas udara Indonesia  
tidak aman akibat letusan Gunung Merapi. Oleh Emirates, para  
penumpang diarahkan menuju hotel. Dari sinilah kepanikan dan  
kericuhan dimulai. Para TKW itu bingung. Mereka tidak tahu harus  
berbuat apa, sementara petugas Emirates dirasa kurang informatif.

Menurut Adiati, sebelum tiba di Hotel yang terletak di luar bandara,  
mereka harus melewati sejumlah prosedur. Inilah yang membingungkan  
para TKW sebab banyak di antara mereka tidak bisa berbahasa Inggris.  
"Para TKW itu adalah orang-orang sederhana dan lugu. Mereka  
kebingungan. Saya dan beberapa orang Indonesia lain lalu spontan saja  
berinisiatif membantu mereka," ujar Adiati.

Inisiatif membantu para TKW yang jumlahnya seratusan ini ternyata  
dilakukan sporadis oleh sejumlah orang Indonesia yang ada di situ.  
Agus Safari, seorang peneliti yang juga transit di Dubai dari Rusia,  
menceritakan dalam e-mail-nya kepada Kompas.com, prosedur dari  
bandara menuju hotel memang terasa berbelit.
Saya heran, kok mereka tidak tergerak ya mengatasi rakyat yang  
memilih mereka sedang panik dan bingung.
-- Riny Konig

Pertama, para penumpang harus antre untuk mendapatkan visa  
sponsorship. Setelah itu, mereka harus menjalani cek imigrasi. Seusai  
urusan imigrasi, mereka harus datang ke satu loket untuk mencap kartu  
visa. Kemudian, harus antre lagi untuk scan mata di satu sudut yang  
jaraknya cukup jauh dari counter cap.

Sejumlah orang Indonesia, tutur Agus, secara spontan pontang-panting  
mencoba mengarahkan para TKW yang kebingungan. Suasananya sangat  
riuh. Di tengah keriuhan, menurut Agus, rombongan anggota Dewan  
terlihat duduk berkelompok di sudut ruang tunggu, sementara kartu  
visa mereka dikerjakan oleh agen tur mereka. Agus mengenali mereka  
sebagai anggota DPR sebab ia satu pesawat dalam penerbangan dari  
Rusia. Temannya di Kedutaan Besar Rusia memberi tahu Agus soal  
rombongan ini.

Tidak tergerak

"Saya heran, kok mereka tidak tergerak ya mengatasi rakyat yang  
memilih mereka sedang panik dan bingung. Mereka hanya tertawa-tawa  
dan ngobrol, dan saya sempat mendengar celetukan mereka saat saya  
sedang mengarahkan para TKW ini, 'ya, kita bermalam di Dubai ini  
sekalian saja untuk menghabiskan sisa rubel (mata uang Rusia)'. Masya  
Allah...," cerita Agus.

Di antara orang Indonesia yang spontan membantu para TKW ada juga  
Riny Konig. Ia juga transit di Dubai dalam penerbangan dari Swiss.  
Menurut Riny, karena kesulitan komunikasi, para TKW ini banyak yang  
dibentak-bentak oleh petugas bandara.

"Di sebelah saya ada orang-orang Indonesia dengan paspor biru. Mereka  
diam saja melihat para TKW dibentak-bentak. Kok, ya enggak ada hati  
orang-orang ini," tutur Riny saat berbincang dengan Kompas.com,  
beberapa waktu lalu, dengan nada jengkel.

Adiati, Agus, dan Riny mulanya tidak saling kenal. Mereka  
dipertemukan oleh spontanitas menolong para TKW yang kebingungan. Ada  
sejumlah orang Indonesia lainnya yang juga spontan membantu secara  
sporadis. "Hanya faktor rasa kebangsaan dan kemanusiaanlah yang  
membuat kami berbuat," kata Agus.


Kisah Rombongan DPR Bertemu TKW (2)
Saya dari Moskow, Tugas Negara
Jumat, 19 November 2010 | 08:34 WIB
AGUS SAFARI
Foto sejumlah TKW dan anggota DPR di Dubai. Kiri, seorang anggota DPR  
tengah berjalan dengan tangan dimasukkan ke dalam saku celana di  
Hotel Holiday Inn, Dubai, Minggu (7/11/2010). Tengah, perempuan yang  
mengenakan jaket kuning dan berjilbab adalah tenaga kerja wanita  
Indonesia yang kedua tangannya melepuh disiram air keras. Matanya pun  
memerah karena di colok majikannya. Ia baru bekerja satu minggu di  
Madinah dan dipulangkan. Kanan, rombongan anggota DPR tampak  
berkerumun di pinggir jendela di Hotel Holiday Inn, Dubai, Minggu  
(7/11/2010).
TERKAIT:

     * Rombongan DPR "Telantarkan" TKW di Dubai

KOMPAS.com -- Seusai keruwetan berurusan dengan administrasi Bandara  
Dubai (baca: Rombongan DPR "Telantarkan" TKW di Dubai), rombongan  
penumpang pesawat Emirates dengan nomor penerbangan EK 358 yang batal  
terbang menuju Jakarta akhirnya tiba di Hotel Holiday Inn, tidak jauh  
dari bandara, Sabtu (6/11/2010).

Di sini, para TKW kembali gaduh. Lagi-lagi mereka bingung dengan  
urusan pembagian kamar. Riny Konig, Adiati Kristiarini, Agus Safari,  
dan sejumlah orang Indonesia kembali turun tangan mengatur mereka  
yang kebingungan.

Dalam perbincangan dengan Kompas.com, beberapa waktu lalu, Riny Konig  
menuturkan, saat mereka tengah sibuk mengoordinasi seratusan TKW,  
tiba-tiba seorang perempuan menegurnya.

"Bu, tolong, dong, dibilangin rombongannya jangan ribut, malu-maluin  
negara aja, kan enggak enak ribut begitu," tegur perempuan itu kepada  
Riny.
"Rombongan mana, Bu?" tanya Rini.
"Itu, rombongan TKW," kata perempuan itu.
"Lha, saya bukan TKW, Bu. Saya ini ingin pulang ke Indonesia,  
berlibur, kebetulan bertemu dengan mereka. Mereka ribut karena  
bingung Bu, banyak yang bertahun-tahun enggak pulang, kasihan. Ibu  
mau liburan juga?" tanya Rinny.
"O enggak, saya baru pulang dari Moskow, tugas negara," kata  
perempuan itu yang menurut Rinny hanya tetap berdiri tanpa ikut  
membantu para TKW yang gaduh karena bingung. Belakangan, Riny tahu  
perempuan itu adalah anggota DPR yang habis melakukan studi banding  
di Moskwa, Rusia.

Mereka menginap di hotel itu satu malam. Selama satu malam itu pula  
Riny, Atik, Agus, dan kawan-kawan Indonesia lainnya mendata satu-satu  
kamar para TKW yang jumlahnya sekitar 150 orang. "Hampir setiap jam  
kami berhubungan dengan informasi hotel, apa itu untuk membantu  
mereka urusan kamar, urusan telepon, urusan makan, shuttle bus ke  
Dubai City untuk menukar uang dan belanja minuman dan snack karena di  
hotel mahal," terang Riny.

Tangan melepuh dan pendarahan

Sementara, Adiati menceritakan, di antara para TKW itu ada seorang  
TKW yang kedua tangannya melepuh disiram air keras oleh majikannya di  
Arab Saudi. Matanya pun merah karena dicolok oleh majikannya.

"Saya lupa namanya. Dia dari Karawang. Baru satu minggu kerja sudah  
mendapat kekerasan dan dipulangkan. Ia tidak punya bekal uang sama  
sekali. Cuma bawa tas kecil berisi dua potong pakaian. Ia diam terus,  
tidak banyak bicara. Kasihan sekali," tutur Adiati.

Selain itu, ada pula seorang TKW yang perutnya mengalami pendarahan.  
Namanya Ipah. Ia sebenarnya sudah memiliki janji dengan seorang  
dokter di Jakarta untuk operasi pengambilan kista di perutnya pada  
hari Senin (8/11/2010). Adiati yang mendampingi Ipah selama bermalam  
di hotel menceritakan, Ipah  terus berbaring selama menunggu  
kepastian terbang.

"Tidak ada satu pun anggota Dewan yang terhormat itu menaruh  
perhatian pada nasib dua TKW ini. Mereka pasti tidak tahu karena  
memang tidak pernah mau tahu," ucap Adiati kesal.
Di mata orang DPR, TKW itu enggak ada harganya. Ya, memang beginilah  
nasib kami, selalu dianggap menyusahkan di negeri sendiri.
-- Diah, TKW di Madinah

Bapak, kan anggota DPR

Esoknya, Minggu (7/11/2010), "relawan" Indonesia dan para TKW  
melakukan "konsolidasi" di lobi hotel. "Kami mendata kembali satu  
per satu teman-teman TKW. Kami mengingatkan agar masing-masing jangan  
bergerak sendiri dan memisahkan diri supaya mudah melakukan  
koordinasi jika ada pengumuman kapan pesawat ke Jakarta akan  
terbang," ungkap Riny.

Ia menuturkan, saat para "relawan" sibuk mendata para TKW, seorang  
lelaki tampak berdiri menonton. "Spontan saya bilang ke dia, Pak,  
mestinya Bapak yang ngurusin para pahlawan devisa ini, kan Bapak  
anggota DPR. Ini di depan mata Bapak jelas-jelas ada rakyat Bapak  
yang kesusahan, kasihan, kan," kata Riny.

"Maaf, Bu. Saya bukan anggota DPR, tetapi terima kasih banyak ya, Ibu  
dan teman-teman sudah menolong mereka," kata lelaki itu seperti  
ditirukan Riny. Ia mengetahui kemudian, lelaki itu adalah petugas  
agen travel yang mengurus perjalanan rombongan anggota DPR.

Menurut Rini, lelaki itu kemudian membalikkan punggung, bergabung  
dengan rombongan anggota DPR yang duduk tidak jauh dari situ.  
Beberapa orang dari mereka, kata Rini, sempat menoleh saat ia  
berbicara dengan lelaki dari agen travel  tersebut karena berbicara  
dengan suara lantang. "Mereka, ya enggak ikut membantu tuh, habis itu  
malah keluar menuju mobil sewaan," ungkap Rini.

"Ngapain" cari duit ke luar negeri

Sementara itu, salah seorang TKW, Diah, punya pengalaman yang  
menurutnya tidak mengenakkan saat ia mencoba menyapa satu-satunya  
perempuan anggota Dewan dalam rombongan tersebut. Ia bertanya kepada  
perempuan itu apakah sudah ada informasi kapan pesawat akan terbang  
menuju Jakarta.

"Eh, bukannya menjawab, ibu itu malah balik bertanya ke saya dengan  
ketus, ngapain cari duit ke luar negeri, di dalam aja banyak kok.  
Saya kaget, kok ditanya baik-baik malah ngomong ketus banget. Saya  
bilang aja kalo saya emang orang miskin, cari duit ke mana aja yang  
penting halal," terang Diah saat dihubungi Kompas.com, Kamis  
(18/11/2010).

Diah pun langsung melengos pergi. "Di mata orang DPR, TKW itu enggak  
ada harganya. Ya, memang beginilah nasib kami, selalu dianggap  
menyusahkan di negeri sendiri," katanya.

Diah sudah empat tahun bekerja untuk sebuah keluarga di Madinah, Arab  
Saudi. Ia bersyukur mendapat majikan yang baik. "Saya cuti pulang  
kampung selama dua bulan untuk nengok anak. Majikan saya sayang sama  
saya. Dia malah nangis nganter saya pulang, minta saya cepet balik  
lagi ke Madinah," katanya.

Mereka pulang duluan

Selanjutnya, Minggu sore, seperti diceritakan Agus Safari, mereka  
mendapat kabar bahwa pesawat akan berangkat pada pukul 01.00 waktu  
Dubai (Senin, 8/11/2010). Kembali terjadi kegaduhan.

"Tidak mudah mengatur seratusan orang. Para TKW itu tersebar. Pelan- 
pelan kami mengumpulkan mereka di lobi. Tidak semua dapat terangkut  
oleh bus yang disediakan. Jadi kami berangkat secara bertahap menuju  
bandara," ujar Agus.

Saat itu, Agus merasa heran sebab hingga di bandara ia tidak melihat  
seorang pun rombongan DPR. "Rupanya mereka sudah pulang duluan naik  
penerbangan pukul 20.00. Luar biasa tuan-tuan yang terhormat itu,  
mereka ngeloyor pergi duluan tanpa sedikit pun mengindahkan rakyatnya  
yang kelabakan ini," kata dia.

Studi banding rumah susun

Menurut catatan Kompas.com, anggota DPR yang pergi ke Rusia adalah  
rombongan Komisi V yang tengah melakukan studi banding terkait RUU  
Rumah Susun. Selain ke Rusia, Komisi V juga melakukan studi banding  
yang sama ke Italia.

Informasi yang dihimpun Kompas.com, anggota rombongan studi banding  
rumah susun adalah Yasti Soepredjo Mokoagow dari Fraksi Partai Amanat  
Nasional (F-PAN), Muhidin Mohamad Said (Fraksi Partai Golkar),  
Roestanto Wahid (Fraksi Partai Demokrat), Usmawarnie Peter (Fraksi  
Partai Demokrat), Sutarip Tulis Widodo (Fraksi Partai Demokrat),  
Zulkifli Anwar (Fraksi Partai Demokrat), Riswan Tony (Fraksi Partai  
Golkar), Eko Sarjono Putro (Fraksi Partai Golkar), Roem Kono (Fraksi  
Partai Golkar), Irvansyah (Fraksi PDI-P), Sadarestuwati (Fraksi PDI- 
P), Chairul Anwar (Fraksi PKS), Ahmad Bakri (Fraksi PAN), Epyardi  
Asda (Fraksi PPP), Imam Nahrawi (Fraksi PKB), dan Gunadi Ibrahim  
(Fraksi Partai Gerindra).

------------------------------------

===  IT  WOULD  BE  MUCH  APPRECIATED  IF  YOU  WOULD  EXPRESS  YOUR  IDEAS
BASED  ON  FACTS  AND  TAKE  RESPONSIBILITY  OF  WHAT  YOU  WROTE  MORALLY
AND  INTELECTUALLY  (bundo kanduang).  ===
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/MinangNet/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/MinangNet/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/


-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke