iko bukan persoalan cameh... potensi gempa di kawasan megathurst yang berada di antara Pulau Pagai hingga Kepulauan Batu, sudah dipastikan para ahli dari LIPPI dan Earth Observatory of Singapure (EOS). Dibawah naungan staf khusus presiden bidang bencana dan bantuan sosial, Andi Arif, tim LIPPI-EOS yang dikomandani Dr Denny Hilman dan Prof Kerry Sieh ini, telah difasilitasi pemerintah untuk melakukan penelitian selama sepekan setelah tsunami melanda mentawai 25 November lalu..
artinya, hasil penelitian itu bisa dikatakan sebagai sebuah naskah akademik yang secara keilmuan bisa dipertanggungjawabkan. SAYANG, petinggi di negeri ini tak mengeluarkan pernyataan apapun, yang bisa dijadikan landasan hukum dalam bertindak. dengan kata lain, upaya pemerintah daerah bersiap siaga, sebenarnya didasarkan atas sesuatu yang bisa dikategorikan isu sama halnya dengan SMS yang telah tersebar di tengah masyarakat itu. Karena, hasil penelitian EOS-LIPPI ini hanya disampaikan staf khusus yang tidak memiliki kedudukan hukum di republik ini. Pertanyaannya, kenapa gubernur awak bersiap siaga dari pernyataan seseorang yang tak jelas kedudukan hukumnya... SEHARUSNYA, dengan adanya kajian ilmiah yang sudah pasti dalam bentuk naskah akademik ini, pemerintah bisa membuat level tingkatan bahaya dari potensi gempa yang ada di kawasan megathurst itu.. Jika pertanyaannya, gempa itu kuasa Allah, kenapa letusan gunung merapi bisa dikategorikan tingkatan bahayanya mulai dari normal, waspada, siaga dan awas... Dua-duanya toh masih dalam kategori kuasa Allah... Bayangkan, karena ketidakmampuan pemerintah mengkategorikan potensi bahaya di kawasan megathrust itu, amai-amai di pasar raya indak bajua bali lai baitu juo orang nan batoko di pasar raya tu.. nan lai bakepeng lah tabang hambua, nan hidup di tapi pantai lah mati dek kacamehan... Kalau ado level bahaya gempa ko, tantu korban nan seperti iko tak perlu terjadi. Apokah dalam kacamata pemerintah iko, korban itu dalam bentuk kehilangan Nyawa warga??? imran 34+, tingga di padang --- Pada Jum, 26/11/10, Dedi Nofersi <[email protected]> menulis: Dari: Dedi Nofersi <[email protected]> Judul: Re: [...@ntau-net] Gubernur: Masyarakat Harus Rasional Sikapi Isu Bencana Kepada: [email protected] Tanggal: Jumat, 26 November, 2010, 3:25 PM Dek Imran jan pancameh bana dan jan pulo hanyo asal galinggaman. Apo nan digalinggamankan? Galinggaman jo berta atau jo Guberburnyo? Seharusnyo kito bakapalo dingin dan mandakekkan diri kapado Allah (mampabarui iman atau mampatabanyo). Kan Allah lah mangatoan baraso jan lah picayo ka kaba barito nan simpang siua, cek dan ricek lah dulu. Dan Allah "pasti" marubah nasib/takdir suatu kaum kalau mereka namuah barubah (mampabarui atau mampataba iman). Ambo raso himabauan dengan pendekatan Qur'ani akan labiah tapek di kito (sebagaimana di lakukan di Aceh dulu), dari pado kito mangcounter berita SmS nan insyaAllah indak batua tu. Melah kito samo-samo kemabli kaazazi kito! Wassalam, DN On Thu Nov 25th, 2010 11:43 PM PST Imran Al wrote: >alah profesor pulo gubernur awak, pernyataan yang bisa baliau kaluaan baru >sekadar "Masyarakat jangan terpengaruh dengan isu bencana yang tak jelas >sumbernya. >SMS yang meresahkan masyarakat beberapa hari terakhir ini adalah palsu alias >bohong." > >Sadarkah beliau, bahwa SMS yang tak jelas sumbernya itu telah memakan korban??? > >amai-amai di pasar raya, alah indak bajua bali, warga pesisir pantai pai >mangungsi ka tampek yang dianggap aman. Nan lai bapitih, lah tabang hambua >kalua daerah meninggalkan ranah minang... > >iko adalah korban yang mesti beliau atasi karena tak becus mengelola konflik >nan ado? Apokah korban dalam kaca mata pemerintah itu harus dalam bentuk >kehilangan nyawa??? > > >antah lah... galinggaman awak dek nyo...Karena, Tak cukup rasanya, jika beliu >hanya menyatakan kejadian ini sekadar kabar palsu alias bohong. > >imran >34+, tingga di padang > > >--- Pada Jum, 26/11/10, Anzori <[email protected]> menulis: > >Dari: Anzori <[email protected]> >Judul: Re: [...@ntau-net] Gubernur: Masyarakat Harus Rasional Sikapi Isu >Bencana >Kepada: [email protected] >Tanggal: Jumat, 26 November, 2010, 10:09 AM > >Isu semacam ini akan selalu muncul berulangkali di masa depan. Seharusnya >ninik mamak, alim ulama bisa proaktif menangkal isu-isu yang meresahkan. > Zorion_Anas >*55yo >http://minangmaimbau.blogspot.com >http://zorionanas.blogspot.com >[email protected], [email protected], [email protected] >Cel./HP No. :081384611336, 085811646566 >Country code +62 > >From: > Nofend Marola <[email protected]> >To: [email protected] >Sent: Thu, November 25, 2010 7:46:57 AM >Subject: [...@ntau-net] Gubernur: Masyarakat Harus Rasional Sikapi Isu Bencana > > >Propinsi | Rabu, 24/11/2010 17:25 WIB > >Padang, (ANTARA) - Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno meminta masyarakat >khususnya di kawasan pesisir pantai barat agar menyikapi secara rasional isu >gempa dan tsunami yang beredar melalui pesan singkat telepon seluler (SMS). >"Masyarakat jangan terpengaruh dengan isu bencana yang tak jelas sumbernya. >SMS yang meresahkan masyarakat beberapa hari terakhir ini adalah palsu alias >bohong," kata Gubernur Sumbar Irwan Prayitno di Padang, Rabu. > >Menurut gubernur, penyebar SMS tentang bencana gempa besar yang berpotensi >tsunami dengan menyebutkan tanggal kejadiannya itu, hanya ingin meresahkan >masyarakat dan tidak bertanggung jawab. > >Terkait SMS yang disebarkan jelas tidak mungkin dari pemerintah maupun para >pakar, makanya masyarakat harus mencerna informasi maupun isu-isu yang >beredar secara rasional. >"Kita minta masyarakat tetap waspada dan siapsiaga, tapi jangan sampai > resah >karena isu yang tak jelas sumbernya," kata gubernur mengingatkan. > >Gubernur juga menyampaikan bahwa pihaknya sudah melakukan program jangka >pendek antisipasi bencana dengan mengkoordinasikannya dengan kepala daerah >kabupaten/kota di kawasan pesisir. > >Bupati/wali kota, sudah diminta melakukan pendataan daerahnya, serta >mempersiapkan jalur evakuasi sehingga saat bencana masyarakat bisa >menyelamatkan daerah ke tempat ketinggian. > >Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Wagub Muslim Kasim, dan Wali Kota Padang >Fauzi Bahar menanggapai beredarnya isu yang meresahkan masyarakat itu dengan >menggelar keterangan pers. > >Konferensi pers itu dihadiri pejabat Badan Nasional Penanggulangan Bencana >(BNPB), Wakapolda Sumbar, serta jajaran instansi lainnya di lingkungan >Pemprov Sumbar. > >Keterangan yang dihimpun Rabu menyebutkan bahwa masyarakat Padang yang >bermukin di pesisir pantai Sumbar, terutama Padang dan > Pariaman sangat resah >dengan SMS itu. > >Keresahan warga itu bukannya hanya sekedar dalam batas pembicaraan, tetapi >sebagian warga ada yang mengungsi pada malam hari --pindah ke titik zona >hijau--. > >Selain itu, ada warga yang sudah mencari rumah kontrakan di kawasan Bypass >Padang --yang merupakan zona hijau--. Dampak lainnya, juga memicunya naiknya >biaya kontrakan rumah warga. > >Ny. Nanik warga pasir Jambak Padang menyebutkan, warga yang tinggal di >komplek perumahannya, benar sudah banyak pindah ke zona hijau dan sebagian >ada yang ke kampung halamannya. > >Alasan warga yang mengungsi dan pindah rumah itu, tambahnya, karena isu-isu >gempa besar diiringi tsunami yang akan terjadi setelah bencana Mentawai, >terus beredar melalui telepon seluler.( */sr) > >http://www.antara-sumbar.com/id/berita/propinsi/d/1/137760/gubernur-masyarak >at-harus-rasional-sikapi-isu-bencana.html > > >Salam >Fend >34M-Cikasel > > >-- >. >* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain >wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet >http://groups.google.com/group/RantauNet/~ >* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >=========================================================== >UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: >- DILARANG: > 1. E-mail besar dari 200KB; > 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. >- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: >http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet >- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti >subjeknya. >=========================================================== >Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: >http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe. > > > > > > >-- > >. > >* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain >wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet >http://groups.google.com/group/RantauNet/~ > >* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > >=========================================================== > >UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > >- DILARANG: > > 1. E-mail besar dari 200KB; > > 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; > > 3. One Liner. > >- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: >http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet > >- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > >- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > >- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti >subjeknya. > >=========================================================== > >Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: >http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe. > > > >-- >. >* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain >wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet >http://groups.google.com/group/RantauNet/~ >* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >=========================================================== >UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: >- DILARANG: > 1. E-mail besar dari 200KB; > 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. >- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: >http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet >- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti >subjeknya. >=========================================================== >Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: >http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
