Masih mengenai pantun muda, dalam rubrik 'Khazanah Pantun Minangkabau'
minggu ini, kami sajikan lagi delapan bait pantun yang diambil dari
naskah-naskah schoolschrift asal dataran tinggi Minangkabau yang tersimpan
di Perpustakaan Universitas Leiden. Mari kina nikmati pantun-pantun yang
umumnya disalin oleh mantan murid-murid Sekolah Radja Fort de Kock itu.
25. Sawah si Lenggang ganang aia,
Sulasiah tunggang ureknyo,
Utang ameh buliah dibayia,
Hati kasiah apo ubeknyo?
26. Tabik bulan bintang bacahayo,
Anak gagak di dalam padi,
Kalau Tuan indak picayo,
Balah dado lieklah hati.
27. Panjang joroknyo Batu Mandi,
Tampak nan dari Pulau Pandan,
Kok tak takuik kami kamati,
Diguntiang hati dikirimkan.
Selanjutnya di
http://niadilova.blogdetik.com/2010/11/28/khazanah-pantun-minangkabau-4-bera
nikah-si-dia-menggunting-hatinya/#more-569
Salam.
Fend
34M-Cikasel
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.