Senin, 29 November 2010SEMENA-MENA PADA MANINJAU Keindahan Danau Diambang
Kehancuran Agam, Singgalang
Selama ini Danau Maninjau dimanfaatkan secara semena-mena. Saat ini telah
berada di ambang kehancur an. Salah satu dari sedikit danau terindah di
dunia tersebut perlu segera diselamatkan.


Demikian dikatakan pengamat kebijakan publik, Andrinof A Chaniago, ketika
diskusi dengan rombongan Badan Musyawarah DPRD Kabupaten Agam di Jakarta,
Jumat (26/11).
Salah satu pemanfaatan danau secara semena-mena tersebut terlihat dengan
jumlah keramba yang berkembang secara tak terkendali. Bahkan jauh melebihi
jumlah yang disarankan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Keberadaan
keramba tersebut telah menimbulkan dampak yang sangat besar.
“Kita tidak lagi menemukan eloknya Danau Maninjau seperti sebelum awal tahun
1990-an dulu. Pada masa lalu air danau tersebut mendatangkan kenyamanan bagi
siapa yang memanfaatkan serta melihatnya. Sekarang itu hanya tinggal
romantisme semata,” kata Andrinof Chaniago.
Andrinof Chaniago juga mengajak melihat keberadaan keramba di Danau Maninjau
secara lebih mendalam. Salah satunya, keberadaan kerambsa sangat jauh dari
prinsip ekonomi kerakyatan. Pasalnya, berdasarkan versi tersebut satu sektor
ekonomi boleh tumbuh namun tidak boleh mengganggu sektor lainnya. Kerugian
yang ditimbulkan pada sektor lain seperti APBD dan tenaga aparat yang
seharusnya digunakan untuk yang lain terpaksa digunakan untuk pembersihan
danau ketika terjadi kematian ikan dalam jumlah besar.
Tak hanya APBD dan aparat semata, kematian ikan di danau tersebut juga
memberikan dampak negatif pada sektor pendidikan. Penyebabnya, pernah
terjadi siswa dikerahkan untuk membersihkan bangkai-bangkai ikan yang
berserakan di danau tersebut. “Terhadap lingkungan juga memberikan pengaruh
buruk yang tidak sedikit seperti bau tidak sedap serta tidak layaknya air
digunakan untuk keperluan sehari-hari lainnya. Air danau hanya bisa
digunakan untuk keramba semata,” tukuk Andrinof A Chaniago.
Pada segi pendekatan ekonomi mikro, produksi keramba tentu menguntungkan
bagi pelaku usaha tersebut. Terlebih ketika kematian massal sudah sering
terjadi.
Sebut saja untuk 2010 telah terjadi kematian ikan dalam jumlah besar dua
kali.
Kejadian 12 Maret setidaknya menimbulkan kerugian tujuh miliar rupiah.
Sedangkan, kejadian 4-8 November yang dialami petani keramba pelaku tidak
kurang dari Rp24 miliar.
Meskipun ada keuntungan yang diperoleh dari usaha keramba tersebut hanya
untuk sebagian orang yang perkepentingan besar semata. Sosok-sosok meraup
keuntungan besar seperti pengusaha besar serta produsen pelet ikan.
“Usaha keramba tersebut sebetulnya tidak sehat lagi sehingga perlu
langkah-langkah jelas untuk menyelamatkan ekonomi masyarakat serta daerah
secara umum,” tukuk Andrinof A Chaniago.
Mengingat danau tersebut merupakan aset yang sangat berharga maka seluruh
pihak mulai dari pemerintahan di Kabupaten Agam sampai dengan Provinsi
Sumatra Barat bertanggung jawab untuk itu. Pemerintah jangan lagi hanya
berfikir sektoral semata. Seperti pembiaran keramba dengan alasan
peningkatan produksi ikan Kabupaten Agam dan Sumatra Barat. Pasalnya,
sewajarnya Danau Manijau tidak hanya dilihat secara sektoral semata.
Pertimbang an serta pengkajian yang matang perlu segera dilaku kan. “Jika
tidak segera ada upaya-upaya konkrit kehancuran Danau Maninjau hanya tinggal
menunggu waktu semata. Ta tertutup kemungkinan danau itu juga akan menjadi
sumber masalah di masa yang akan datang,” pungkas Andrinof A Chaniago. (413)

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke