Hal DIY memang tidak bisa dilepaskan dengan sejarah Republik tercinta ini:
 
1) Periode penjajahan keberadaan raja-raja Mataram yang membawahi (di pecah 
oleh Belanda) menjadi Kesultanan Hamengubowono dan Paku Alaman tetap di akui.
2) Pada waktu Proklamasi tetap saja diakui dan tidak dirobah satausnya menjadi 
Propinsi seperti bekas kerajaan lain seperti Kutai Kartanegara, Kesultanan 
Siak, Kesultanan Palembang, Kesultanan Ternate, dll
3) Pada waktu RIS juga tetap sebagai Kesultanan Jogya
4) Kembali ke RI setelah dekrit, tetap saja diakui Keslutanannya dengan hak 
istimewa berdasarkan hak Sultan turun temurun Hamengku Buwono yang otomatis 
menjadi kepala daerah dan Paku Alam sebagai wakil.
 
Memang terasa beda dengan sistem pemilihan kepala daerah, dimana propinsi lain 
(sekarang) melalui Pemilu Kada, sedangkan DIY Otomatis. Nah inilah Hak 
Istimewanya.
Namun, kta tahu bahwa sususnan organisasi pemerintahan sama saja dengan 
propinsi lain, ada DPR, ada Perangkat Pemerintahan yang mematuhi UU 
Pemerintahan Dalam Negeri.
 
Nah, kalau dikatakan tidak demokrasi, ya apanya??
 
Yang disebut demokrasi kan lawan dari Otoritarian. Gub DIY diangkat otomatis 
ya, tapi semua yakyat DIY setuju dengan Sultan yang menjadi Gubernur. Sultan 
juga tidak otoriter, dia tetap menghormati DPR, dan perangkat pemerintah yang 
lain.
 
Dianggap Monakhi?
Tidak juga, Kalau Monarchi semua perintah keluarnya dari mulut Sultan, atau 
disebut "titah Raja". Disana memang ada hulubalang, ada parjurit keraton, ada 
punggawa, ada pelayan istana, tapi itu hanya kelengkapan Istana sultan 
Hamengkubuwono saja, dengan kerjaan dan tugas terbatas. Mereka bukan bertugas 
untuk seluruh daerah DIY kan?
 
Memang Monarkhi yang disebut SBY jadi debatable....
 
Entahlah,,,
 
Betul juga komentar salah seorang rakyat Joya di TV...
Kok Jogya yang aman saja malah diutak atik, maslah besar seperti saham negara 
di Freeport yang besar malah gak diapa-apakan.....
 
Antahlah Yuang......
 
wass,


--- Pada Kam, 2/12/10, Anzori <[email protected]> menulis:


Dari: Anzori <[email protected]>
Judul: Re: [...@ntau-net] Re: Monarki Yogyakarta: Apanya?
Kepada: [email protected]
Tanggal: Kamis, 2 Desember, 2010, 12:05 AM





Provinsi yang dijadikan DI biasanya tidak punya competitive advantage dibanding 
daerah yang bukan DI, kita bisa lihat saja  dengan membandingkan  DI dan yang 
bukan DI. Umumnya yang DI tidak punya daya saing yang kuat dari sisi human 
resources dan hasil produksinya.

 Zorion_Anas 
*55yo
http://minangmaimbau.blogspot.com
http://zorionanas.blogspot.com
[email protected], [email protected], [email protected] 
Cel./HP No. :081384611336, 085811646566
Country code +62






From: Riri Chaidir <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Thu, December 2, 2010 11:33:36 AM
Subject: Re: [...@ntau-net] Re: Monarki Yogyakarta: Apanya?

Wempi,


Batua Wem. Awak punyo 4 daerah istimewa/ otsus (aceh, jakarta, yogya, papua), 
kaampeknyo didasarkan pada latar belakang yang berbeda. Apa yang diistimewakan/ 
dikhususkan pun berbeda2.


Riri


2010/12/2 Wempi Satria <[email protected]>

Aceh kalau indak salah DI (daerah istimewa) juo, baitu juo jakarta DKI, tapi 
latarbelakang kanapo daerah tu istimewa mungkin babeda.
-- 
http://wempi.nokspi.com
28/MDN


2010/12/2 Riri Mairizal Chaidir <[email protected]>


Afdal,

Rasonyo bukan itu alasannya kenapa Yogya menjadi DIY. Jadi ndak bisa kalau 
Afdal menggunakan itu untuak membandingkan Yogya dengan Sumbar.

Kenapa mereka dapat keistimewaan, silahkan browse, di internet banyak bahasan 
tentang itu.

Kalau ambo pribadi, ambo labiah suko mengikuti berita sajo daripado ikuik 
membahas. Karano, draft RUU itu lah labiah 3 tahun umuanyo, lah talambek bana 
awak masuak. Untuak dijadikan perbandingan dengan nagari awak pun rasonyo ndak 
tapek, karano background kenapa mereka jadi daerah istimewa itu ndak ado di 
daerah lain.


Riri



Powered by Iuran Bulanan


From: muhammad afdal <[email protected]> 
Sender: [email protected] 
Date: Wed, 1 Dec 2010 15:26:13 -0500
To: <[email protected]>
ReplyTo: [email protected] 
Subject: Re: [...@ntau-net] Re: Monarki Yogyakarta: Apanya?







-- 



.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.


-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.


-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.


-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke