mamak Tasril...
Gampang itu...
Pakai dalaman dulu bisa kali ..
Jurino pastikan padusi tulen he he he
kalau ka diliput pas salendang alah dikapalo

Wass

hanifah

Pada 3 Desember 2010 08.09, <[email protected]> menulis:

> Ipah, dr Arina, Rita, Rina jo dunsanak palanta,
> Sampai kini anak2 Thawalib Parabek dan madrasah2 lain di daerah awak ko
> masih pakai lilik. Mudah2 an iko bisa bertahan dan ide untuak ma adokan
> lomba mamakai lilik ko rancak juo dan baa caro no supayo bisa ditonton tanpa
> malanggar aturan dek mampacaliak kan abuak bagi anak2 gadih awak dimuko
> urang rami
>
> Wassalam
> Tan Ameh (52+)
> Sadang di kampuang otw to Parabek
>
> Sent from my BlackBerry®
> powered by Sinyal Kuat INDOSAT
> ------------------------------
> *From: * Hanifah Damanhuri <[email protected]>
> *Sender: * [email protected]
> *Date: *Fri, 3 Dec 2010 06:39:43 +0700
> *To: *<[email protected]>
> *ReplyTo: * [email protected]
> *Subject: *Re: [...@ntau-net] Lilik.................. by : Ritrina
>
> Nggak akan hilang kalau Rina dan teman-teman tetap memakainya
>
> Lilik tsb juga dipakai oleh pelajar Parabek...
>
> Ado pantun tantang itu
>
> Thawalib
>  Oadang Panjang
> Kapalo balilik
> Pangana ka nak bujang
> he he he
>
> Salam
>
> Hanifah
>
> Pada 2 Desember 2010 15.24, rinapermadi <[email protected]> menulis:
>
>>  Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh,
>>
>> Adidunsanak lapau yang mulia,
>>
>>
>>
>> Saya senang sekali menulis
>>
>> Kalo tau menulis itu sesenang sekarang mungkin sejak dari pandai menulis
>> saya akan selalu menulis jika ada waktu yang terluang
>>
>>
>>
>> Terima kasih kepada RN yang memberi kesempatan atas kesenangan ini, pahala
>> dan keberkahan hidup untuk semua pengelolanya mudah-mudahan Allah
>> perkenankan, Amin. Saya hanya bisa berkirim do’a sebab belum bisa berkirim
>> materi untuk kelancaran RN. Semoga pengelola RN selalu bahagia, mudah rezeki
>> dan dalam lindunganNya selalu.
>>
>>
>>
>> Sebuah tulisan untuk mengenang masa-masa memakai sejenis penutup kepala
>> yang terbuat dari kain yang berbentuk empat persegi panjang yang sekarang
>> sudah mulai langka dipakaikan wanita terutama wanita Minang.
>>
>>
>>
>> Lilik
>>
>> By : Ritrina
>>
>>
>>
>> “Panjang sekali jilbab ini,” pikir si Upik. Bagaimana cara memasangnya?
>> Mana besok dah mau sekolah pake jilbab persegi panjang ini lagi. Si Upik
>> kecil yang kebingungan melihat dua lembar jilbab persegi panjang itu. Sebab
>> selama ini dia hanya tau jilbab itu kain segiempat bujursangkar yang dilipat
>> menyilang trus disarungkan kekepala. Semat sana sini dengan peniti dan jarum
>> pentul jadilah Upik kecil dengan jilbabnya yang selalu dipakainya pergi
>> mengaji ketika masih SD.
>>
>>
>>
>> Sekarang Upik sudah tamat SD dan keinginannya ingin masuk sekolah yang
>> sama dengan Abangnya. Sekolah itu namanya MTsN sebuah sekolah menengah
>> pertama yang terletak lumayan jauh dari tempat tinggal si Upik. Walaupun
>> begitu dia dengan senang hati menjalani akan bersekolah disana sebab ada
>> Abang dan Uni sepupunya yang juga bersekolah disana. Ntar kalo ada apa-apa
>> kan bisa minta tolong, trus kalo berangkat sekolah juga bisa bareng-bareng.
>> Yang lebih menguntungkan lagi adalah buku-bukunya kan bisa diwariskan sebab
>> pelajarannya pastinya akan sama.
>>
>>
>>
>> Upik kecil masih bingung bagaimana memakaikan kain persegi panjang itu ke
>> kepalanya. Akhirnya dia panggil-panggil Mamanya, Mamanya yang kaget
>> dipanggil-panggil buru-buru datang ke kamarnya. Kawan, inilah kebiasaan
>> buruk si Upik yang susah untuk dirubahnya, seharusnya kan datang baik-baik
>> ke Mama kita trus baru minta bantu atau minta sesuatu bukan teriak-teriak
>> panggil Mama datang ke kita. It so..so..bad habbit ya..jangan ditiru ya.
>> Itulah Mama, saking sayang ama anak bungsunya yang manis ini (haha..jangan
>> ada yang protes ya.. kan Mamaku yang bilang…J) Mama buru-buru datang ke
>> kamar Upik.
>>
>> “Apo Nak Kanduang,” tanya Mamaku.
>>
>> “Ini Ma, jilbab ini makainya gimana?,” tanyaku bingung.
>>
>> “Pergi ke tempat Ni Yossi saja,” kata Mamaku menyarankan.
>>
>> Ohya Kawan, Ni Yossi adalah Uni sepupuku yang tinggal dekat rumahku yang
>> tadi udah kuterangkan jika dia juga sudah sekolah di MTsN yang akan kumasuki
>> hari pertamanya dikeesokan harinya. Dengan semangat membara langsung kuambil
>> kantong plastik asoy tipis lalu kumasukkan jilbab persegi panjang itu.
>> Sesampainya di rumah Uniku itu, sambil senyum geli setelah kuterangkan
>> kesulitanku, dia ajarkan bagaimana memasang jilbab persegi panjang itu
>> dengan benar yang ternyata namanya adalah Lilik.
>>
>>
>>
>> Selama 3 tahun bersekolah di MTsN aku memakai Lilik untuk pergi sekolah.
>> Kain persegi panjang ini selalu menyertai hari-hariku ke sekolah selain hari
>> Jumat dan Sabtu dimana kami memakai jilbab coklat dengan baju panjang
>> pramuka yang mirip dengan baju kurung Minang. Lilik ini dipakaikan bersama
>> baju kurung putih dan rok panjang *blueblack *alias biru dongker. Kain
>> itu dililitkan ke kepala sebanyak dua kali terus dirapikan pinggir kedua
>> lilitan kain ini dikening lalu disematkan di samping kanan wajah sehingga
>> rapi membingkai muka si Upik kecil untuk siap pergi sekolah. Walaupun Upik
>> berbaju kurung dan berlilik, tidak menutup ke bisaan dia untuk manjat pagar
>> sekolah bila terlambat. Haha…Dasar Upik..Upik…
>>
>>
>>
>> Seiring berjalannya waktu Upik kecil tidak lagi kecil, dia sudah tau kalo
>> Lilik yang biasanya dia pakai sewaktu MTs dulu nama kebesarannya adalah
>> Mudhawarah.  Di zaman Mamanya dulu si Mudhawarah ini jadi mimpi-mimpi bagi
>> pemuda yang mengincar anak-anak gadis yang memakai Mudhawarah di setiap
>> kesempatan. Upik juga tau bila tokoh-tokoh wanita Minangkabau dahulunya juga
>> menggunakan Mudhawarah ini sampai masa tua mereka.  Salah satunya Prof DR
>> Zakiah Darajat yang sering tampil sebagai menjadi pembicara di acara TVRI
>> waktu dulu. Mama Upik suka sekali melihat penampilan beliau dengan
>> Mudhawarahnya yang rapi. Sehingga Mama pernah membelikan sebuah Mudhawarah
>> sewaktu Upik kuliah yang harganya bagi Upik kelewat mahal.
>>
>>
>>
>> Mudhawarah alias lilik ini selain dipakai oleh murid-murid sekolah agama
>> Islam seperti MTsN juga sangat identik dengan sebuah pesantren di Kota
>> Padang Panjang Sumbar yaitu Diniyah Putri Padang Panjang. Sayangnya Upik
>> tidak bersekolah disana sebab Mama ga mau pisah dengan Upik kecilnya. Jadi
>> Upik tetap bersekolah di kotanya yang mana sekolahnya masih berada didekat
>> rumahnya. Entah karena pesantren Diniyah Putri yang terkenal dengan
>> penampilan santriwati mereka yng memakai Mudhawarah, maka Mudhawarah buatan
>> Kota Padang Panjang sangat terkenal kwalitas buatannya. Kainnya yang halus
>> dengan sulaman tangan yang halus dan rapi, membuat harga mudhawarah asal
>> Padang Panjang ini menjadi sangat mahal.
>>
>>
>>
>> Di saat Upik sekolah sampai dengan kuliah, Mudhawarah dari Kota Padang
>> Panjang yang lazim dipakai adalah kain halus putih dan lembut yang disulam
>> serangkai bunga mawar di salah satu sudut kain ini. Diameter bunganya itu
>> kira-kira sejengkal lebih. Bila yang memakai Mudhawarah ini ada di
>> pusat-pusat perbelanjaan baik kota Bukittinggi atau Padang Panjang, orang
>> akan menyangka mereka adalah salah satu santriwati di Diniyah Putri.
>>
>>
>>
>> Upik kembali memakai mudhawarah ini setelah dia kuliah di salah satu
>> perguruan tinggi di Kota Padang. Semua Mahasiswi diwajibkan untuk memakai
>> Mudhawarah ketika mengikuti ujian semester. Pakaian ala gadis Minangkabau
>> jadul yaitu stelan dengan rok atau kami sebut *kodek *kain panjang  motif
>> kacang goreng warna coklat muda dipadu dengan baju kurung putih bersih dan
>> lilitan Mudhawarah. Perasaanku suasana di ujian semester di Kampus dulu
>> seperti hidup di jaman silam. Seperti yang kulihat di foto-foto lama koleksi
>> Mama atau Papa, dimana mereka berpakain serba putih untuk bersekolah.
>> Seperti halnya Mahasiswanya yang berpakain stelan celana dasar putih dan
>> kemeja putih. Beberapa kawan cowok malah ada yang memakai peci hitam. Kadang
>> ku berpikir, apa karena peraturan ini sudah ada sejak zaman dahulu kala di
>> Kampus ini dan pengurusnya lupa untuk *up date* aturan ini. Ataukah
>> mereka ingin melestarikan Mudhawarah atau Lilik ini sebagai identitas wanita
>> Muslimah Minangkabau? Mudah-mudahan alasannya yang terakhir ini.
>>
>>
>>
>> Di saat ini di tanah rantauku ini, aku belum pernah melihat wanita
>> muslimah yang memakai Mudhawarah yang anggun itu. Oh pernah ding..2 tahun
>> yang lalu, ketika buka bersama dengan Uni Siti Putrajaya, salah seorang
>> warga Cimbuak berkebangsaan Malaysia. Beliau memakai Mudhawarah ini, saya
>> ingat sekali waktu itu berjumpa untuk berbuka bersama di salah satu rumah
>> makan padang di kota rantauku ini. Nah Kawan..apakah sang Mudahwarah akan
>> hilang dari Bumi Minangkabau tercinta? Siapa yang berani menjawab????
>>
>>
>>
>>
>>
>> Batam,  Dec 02nd,2010
>>
>> Ritrina
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>> --
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
>> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/~<http://groups.google.com/group/RantauNet/%7E>
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
>> - DILARANG:
>> 1. E-mail besar dari 200KB;
>> 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
>> 3. One Liner.
>> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
>> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
>>
>
>  --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~<http://groups.google.com/group/RantauNet/%7E>
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
> 1. E-mail besar dari 200KB;
> 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~<http://groups.google.com/group/RantauNet/%7E>
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
> 1. E-mail besar dari 200KB;
> 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke