Wa'alaikum salam Adinda Noveri Maulana di Bandung sarato adi dunsanak
kasadonyo,

 

Membaco Adinda bercerita tentang organisasi Mahasiswa di Bandung,takano pulo
dek Ambo kegiatan ambo berorganisasi di Bandung +/- 20 tahun yang lalu.

Bagi ambo kegiatan organisasi ko adalah prioritas ke sekian,karano prioritas
utamanya tantu sajo kuliah.Organisasi bagi ambo sewaktu mahasiswa dulu
banyak untuak tampek belajar sabananyo,belajar berbicara di depan urang
rami,belajar berbeda pendapat tetapi tetap menjaga kebersamaan,belajar
mengenal orang dan mengetahui sedikit banyak karakternya,belajar
mengorganize dan menyusun sebuah acara,belajar mengundang urang untuk datang
ke acara awak,belajar meyakinkan orang lain dengan orang lain,belajar
berfikir realistis dan objektif.. dsb.dsb yang semuanya itu terkadang tidak
dapat kita pelajari di bangku perkuliahan.

 

Skala prioritas sangat penting sekali dipacik,karano kito ka Bandung di
lapeh orang tuo awak di kampuang bukan untuak berorganisasi sabananyo,tetapi
untuak kuliah. Karena berorganisasi juga bisa menjadi Pedang bermata dua
buat kita,kalau tidak punya skala prioritas.

Banyak ambo perhatikan,kawan2 ambo yang gagal kuliah dan putus di tengah
jalan karano sibuk berorganisasi,sehingga sering bolos kuliah dan
mengerjakan tugas2.

 

Bagaimana pendapek ambo mengenai Organisasi Mahasiswa Minang Se-Dunia?

 

Ide ko sangat rancak,kalau memang kita bisa memenage nyo,karano terus sajo,
salah satu yang sangat penting bagi seorang mahasiswa selain ilmu
pengetahuan dan ketrampilan/skill adalah sharing Informasi yang up to date
antar sesama mahasiswa.Kito sangat butuh sharing informasi dari dunsanak2
kito yang kebetulan mungkin kuliah di kota lain di Indonesia ini,atau bahkan
di belahan bumi yang lain barangkali,seperti dengan memanfaatkan media
milisgroup,Facebook,dsb.

 

Pengalaman ambo

 

Innamal akmalu binniati.segala pekerjaan itu dimulai dengan niat.Baitu juo
dengan niat kito membentuk organisasi.

Kalaupun awak samo2 dalam satu organisasi yang samo,tetapi nieknyo bisa sajo
babeda2 tergantungan diri kito masing2.Walaupun alah ado
bana,visi,misi,program kerja dsb,tetapi nantinya masing2 anggota kemungkinan
besar akan mendapatkan apa yang diniatkannyo sajo,begitu berdasarkan
pengalaman ambo.

 

Misalnyo :

 

Nan berorganisasi dengan niat,berbuat sesuatu untuk kemajuan diri dan
organisasi,dan bisa berbuat sesuatu untuak Kampuang Halaman,InsyaAllah
mereka akan mendapatkan itu pada dirinyo,dan mungkin orang lain tidak bisa
merasakan itu.

 

Nan berorganisasi dengan niat mencari kawan dan memperluas pergaulan,iyobana
kawan dan pergaulan sajo nan dapek dek merekanyo.

 

Nan berorganisasi dengan niat untuk mencari informasi,Ilmu
pengetahuan,insyaAllah dapek dek mereka nantinyo informasi2,dan ilmu
pengetahuan itu.

 

Nan berorganisasi dengan niat hanyo untuak uru-uru,kongkow-kongkow,dan pa
isi2 wakatu luang,InsyaAllah iyobana itu bana lo nan dapek dek
merekanyo,hanyo sekedar uru-uru dan kongkow2 lo nan dapeknyo.

 

Nan niat berorganisasi untuk mencari pitih,antalah.sebaiknyo jan lih,karano
raso2nyo jauh panggang dari Api,karano sejauh pengalaman ambo organisasi
kemahasiswaan itu sifatnyo social bukanlah komersial.

 

Kesimpulan ambo.

 

Apo yang kito niatkan di dalam diri kito masing2,biasanyo itulah yang akan
kito dapatkan dan yang akan kito rasokan dalam berorganisasi.

 

Demikian sajo saketek tukuak tambahnyo untuak adinda Noveri dari ambo,nan
dulu pernah juo aktif dalam organisasi kemahasiswaan di Bandung +/- 20 tahun
yang lalu.

 

Wasalam,

Kurnia Chalik

 

 

 

 

 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of noveri maulana
Sent: Tuesday, December 07, 2010 3:05 PM
To: [email protected]
Subject: Bls: [...@ntau-net] Mengagas Organisasi Mahasiswa Minang Se-Dunia

 

Assalamu'alaikum,
Uda Anggun sarato Mamak, Uda, Uni nan di Palanta..

Sangat menarik perihal apo nan lah uda paparkan sabalumnyo. Memang
organisasi mahasiswa Minangkabau banyak bertaburan di mana-mana. Bahkan, di
kota perantauan saya di Bandung, hampir semua perguruan tinggi terkenal,
negeri maupun swasta, telah memiliki perkumpulan mahasiswa Minang atau
perkumpulan mahasiswa yang giat mengkaji budaya Minangkabau.

Namun, hal yang menarik bagi ambo pribadi adalah pernyataan Uda tentang
track record para inisiator tersebut. Bukan bermaksud skeptis dan apatis,
memang kalau belum berpengalaman mengelola organisasi, komunitas ataupun
paguyuban mahasiswa Minangkabau di tingkat regional, agak ragu pulo ambo
pribadi baa ka jadinyo Organisasi Mahasiswa Minangkabau Se-Dunia ko lah
nantinyo.

Berkaca pado realita nan ambo tamui di kehidupan organisasi mahasiswa
Minangkabau di Bandung, cukup banyak pelajaran nan bisa awak ambiak dari
situ. beberapa tahun nan lalu para senior ambo pernah manggagas sebuah forum
komunikasi mahasiswa Minangkabau se Kota Bandung. Tapi, itu pun hanya
berjalan sebentar karena banyak persoalan, salah satunya ialah persoalan
ideologi itu pula.

Menurut pandangan pribadi ambo, kehidupan organisasi mahasiswa Minangkabau
tiap daerah memiliki ciri khas tertentu. Bahkan, ciri khas iko pulo nan bisa
dibilang sebagai ideologi mereka. Contohnya saja, KMM Jaya (Keluarga
Mahasiswa Minangkabau Jakarta Raya) lebih concern pada dunia pendidikan
(CMIIW), sedangkan organisasi Mahasiswa Minangkabau di Kota Bandung lebih
dominan kepada penalaran, seni, dan budaya, sedangkan mahasiswa Minang nan
di Mesir concern pada syiar dan da'wah Islam.

Di Kota Bandung, hampir di setiap organisasi mahasiswa penggiat budaya
Minangkabau di sini memiliki tim kesenian yang sudah beraktivitas secara
semi profesional. Sebut saja UPBM Unpad, UKM ITB, UABM Itenas, USBM ITT
Telkom, Fosmi UPI, Unisba, Unikom, Muda-Mudi Gonjong Limo, Sanggar Bundo
Kanduang, dan lainnya. Bahkan, tidak sedikit dari mereka yang telah memiliki
prestasi yang besar, tidak hanya di dalam negeri namun juga di dunia
internasional.

Namun, sayangnya, keseluruhan organisasi tersebut belum memiliki wadah
tersendiri tempat bernaung seperti Forum Mahasiswa Minangkabau Kota Bandung
tersebut. Alasannya klise, menurut subjektif ambo pribadi, karena
masing-masing organisasi masih mementingkan kelompoknya tersendiri
dibandingkan dengan forum atau organisasi yang lebih luas. Persoalan ini
yang selalu menjadi penghalang bagi inisiator-inisiator pembentukan forum
mahasiswa Minangkabau di Kota Bandung ini.

Lantas, bagaimana dengan ide pembentukan Organisasi Mahasiswa Minangkabau se
Dunia tersebut?
saya setuju dengan pendapat uda Anggun sebelumnya. Para inisiator harus
memiliki konsep yang lebih jelas dan terarah tentang bentukan organisasi
Mahasiswa Minang se Dunia ini. Bukan berarti telah mendapat dukungan dari
Pejabat Pemerintahan semua hal akan berjalan lancar, tapi baiknya para
inisiator memulai hal itu dari interaksi personal di barisan bawah hingga
mendapat pijakan yang kokoh untuk kemajuan organisasi itu ke depannya. 

Namun, setelah diketahui bahwa para inisiator tersebut "hanyalah" mahasiswa
dari Jakarta dan Jogjakarta, saya pribadi cukup skeptis dengan perjalanan
organisasi ini nantinya. Maaf jika saya contohkan pada fenomena pro-kontra
KKM yang berlangsung hangat beberapa bulan belakangan ini. Bukan tidak
mungkin hal serupa akan terjadi pada rencana pembentukan Organisasi
Mahasiswa Minang se Dunia ini atau yang menurut Uda Anggun akan diberi nama
Keluarga Besar Mahasiswa Minangkabau ini.

Jika saja para inisiator melakukan soft launching sesuai rencana awal
(dengan pendiri/penggagas dari Jakarta dan Yogyakarta), saya yakin akan
banyak kritik dan pro-kontra yang akan terjadi. Apakah dengan dikukuhkannya
organisasi tersebut otomatis seluruh organisasi mahasiswa minang regional
akan jadi bagian dari sistem itu? atau apakah nanti KBMM ini hanya memberi
tawaran kepada organisasi regional sehingga bebas memilih bergabung atau
tidak? lantas pula, apa visi dan misi yang jelas dari KBMM ini? adakah fokus
tertentu seperti seni budaya, pendidikan atau agama? atau organisasi ini
hanya tempat berkumpul dan bersilaturahmi saja? atau (maaf) jangan-jangan
organisasi ini jadi batu loncatan untuk tujuan tertentu lainnya?? Maaf,
bukan saya berniat untuk su'udzhon, namun seringkali yang terjadi di
lingkungan masyarakat kita memang seperti itu. Wajar saja bagi kami yang
masih muda matah ini jadi skeptis dan tidak mudah percaya.

Tapi, bagaimanapun, atas nama demokrasi dan kebebasan berpendapat, saya
mendukung teman-teman yang akan mendirikan KBMM tersebut. Kita tunggu kabar
dan kiprahnya dalam mambangun nagari :)

Banyak maaf,
Wassalam,

Noveri
23/Lk/Bandung

 

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke