Mari kita tanya ahlinya
Supaya selamt hidup kita di dunia dan akhirat
Mungkin pak mas'oed bisa lebih menjelaskan
Salam
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "musbir arif" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Fri, 10 Dec 2010 02:46:49 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [SMA1Bkt Jaya] Re: Socrates


Saya sependapat dengan sanak Baihaqi ...tidak ada demokrasi dalam Islam .

Mari kita tidak menggunakan istilah istilah yg tdk bisa dijabarkan ...

Dlm islam pemimpin itu ditunjuk oleh Allah Swt  dan hukum yg digunakan adalah 
Syari'ah Islam .

Pemimpin itu adalah Imam, Ibrahim adalah  Imam bagi ummat manusia dan Muhammad 
adalah imamnya para imam.

Apakah bisa diterapkan Pemimpin seperti yg ada dalam Islam ?...dan adakah 
sekarang Pemimpin yang ditunjuk oleh Allah swt di zaman sekarang 
....Alalhuwallam 

Musbir 88

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung 
Teruuusss...!kalau ado pulsa

-----Original Message-----
From: "ba1haq1" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Fri, 10 Dec 2010 02:31:02 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [SMA1Bkt Jaya] Re: Socrates


Terima kasih Pak Suheimi atas artikel-nya.
Tetapi saya ada pertanyaan sedikit, mudah2an Pak Suheimi tidak terganggu.
Yang saya mau tanyakan yang dimaksud demokrasi Islam itu seperti apa Pak?
Yang saya tahu dalam demokrasi itu kedaulatan berada di tangan rakyat, 
sementara akidah Islam kita menyatakan bahwa kedaulatan itu hanyalah kedaulatan 
Allah sebagai konsekuensi dari ikrar kita 'Laa ilaha illa Allah'. Menurut saya 
kedua hal ini bertentangan ya.

Untuk contoh konkret-nya bagaimana kita memandang proses pembuatan undang 
undang oleh DPR, yang kadang-kadang undang-undang tersebut bertentangan dengan 
AlQuran dan sunnah Rasulullah.

Mohon pencerahan-nya Pak.

Terima kasih
Bay

--- In [email protected], ksuhe...@... wrote:
>
> 
> ب٠سÙ'Ù…Ù  اللÙ`Ù‡Ù  الرÙ`ÙŽØ­Ù'Ù…ÙŽÙ†Ù  الرÙ`ÙŽØ­Ù ÙŠÙ'Ù…Ù   
> السÙ`َلاَم٠ عَلَيÙ'ÙƒÙ Ù…Ù' وَرَحÙ'مَة٠ الله٠ 
> وَبَرَكَات٠ه٠ 
> 
> 
> Socrates
> Oleh K Suheimi 
> 
> Socrates mati dalam nestapa. Dia harus meneguk racunnya sendiri sebagai 
> sanksi hukuman oleh negara demokrasi yang dibangunnya sendiri.
> Dia kecewa. Bapak demokrasi itu menemui kematiannya justru di negara 
> demokrasi yang di bidaninya kelahirannya.. 
> Demokrasi telah memakan korban pertamanya  ialah socrates bapak dan pencetus 
> ide demokrasi itu sendiri
> 
> Ternyata Socrates, sang bapak pencari kebenaran orang-orang barat, harus 
> menenggak racun hukuman mati yang diputuskan oleh pengadilan dari 
> pemerintahan yang berasaskan demokrasi … 
> Menarik dan tragis sekali, seperti tragisnya pencari demokrasi dizaman kini 
> yang juga memakan korban harta benda yang tidak sedikit bahkan nyawa..
> 
> 
> Padahal Inti demokrasi adalah toleransi. Karena itu, sifat seorang demokrat 
> adalah pasti menghormati dan menghargai orang atau kelompok lain.
> Demokrasi itu mahal karena menelan banyak waktu. Ia memdiperlukan kesabaran 
> untuk mendengarkan perbedaan, bahkan menghormati perbedaan sebagai sebuah 
> keniscayaan.
> 
> Ada keraguan, apakah benarkah sistem demokrasi yang dianut?. Atau adakah yang 
> salah, apakah yang salah dan siapakah yang salah?.
>  Mungkin sistem demokrasi itu tak salah, tapi korban sudah berjatuhan.
> 
> Saya tringat kampung halaman saya Minangkabau. Dikampung yang saya cintai, 
> Semua keputusan diambil dengan azas musyawarah mufakat. Bulek aia jo 
> pambuluah, bulek kato jo mufakat, lamak di awak katuju dek urang. Kabukik 
> samo mandaki. Kalurah samo manurun. Tatilantang samo makan angin, tatungkuik 
> samo makan tanah. Saciok bak ayam, sadanciang bak basi.
> 
> Tidak ada kerusakan apagi kehancuran, tak memakan korban.
> Oh alangkah indahnya kehidupan yang demikian, tidak ada istilah voting.
> 
> 
> Dalam demokrasi, tentu, orang mengejar hasil. Tetapi, hasil tidak boleh 
> diraih dengan menghalalkan cara.
> Kita sadari bahwa Demokrasi memakan ongkos yang sangat tinggi. Ia menghabisi 
> pundi-pundi rakyat.
>  Ia hanya bagus dalam aturan, tetapi buruk dalam implementasi. Sebab, secara 
> kultural, kita memang belajar demokrasi bukan dari praktik keseharian dalam 
> kehidupan, melainkan lewat buku-buku.
> 
> Ironis jika demokrasi sebagai simbol ketinggian peradaban kita tegakkan 
> dengan kekerasan. Tragis jika nasib bangsa ini ditentukan melalui cara-cara 
> rendah dengan adu kekuatan dan mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan.
> 
> Demokrasi betapa manisnya kata-kata itu dan cita-cita itu. Semua itu tentu 
> saja lebih mudah diomongkan daripada dilaksanakan. 
> 
> Kita sedang memeragakan bentuk lain kebodohan karena menyamakan kebebasan 
> berpendapat dengan kebrutalan. Perkara yang nyata sekaligus memalukan. 
> 
> 
> Socrates menjelaskan bahwa manusia memiliki kecenderungan untuk menjadi 
> pengekor dari pendapat/ keputusan komunal dan seringkali gagal untuk bertahan 
> pada pendapat mereka sendiri. Menurut Socrates, hal ini mungkin terjadi 
> karena manusia yang bersangkutan   tidak memiliki kepercayaan diri atas 
> keputusannya yang telah 
> ndapat mereka sendiri. 
> 
> Menurut Socrates, hal ini mungkin terjadi karena manusia yang bersangkutan   
> tidak memiliki kepercayaan diri atas keputusannya yang telah diambilnya Ini 
> terjadi karena manusia cenderung malas untuk melakukan eksplorasi mendalam 
> tentang keputusan yang diambilnya. 
> 
> Sebagaimana yang telah dikenal masyarakat kita sejak lama, proses pengambilan 
> keputusan berdasarkan voting hanya dapat dilakukan ketika musyawarah mufakat 
> 
> Agaknya demokrasi Islam merupakan pilihan 
>  
> Untuk itu ingin saya petikkan sebuah Firman Sucinya dalam Al_Qur'an 
> Sungguh Allah menyuruhmu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, 
> dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaknya kamu 
> menetapkannya dengan adil. Sungguh Allah sebaik-baik yang memberi pengajaran 
> kepadamu. Sungguh Allah Maha Mendengar, Maha Melihat. (QS. An-nisa :58)
> dan Al-Hadist:
> “Jika amanah disia-siakan, tunggulah saat kehancuran†. Sahabat bertanya: 
> “Bagaimana menyia-nyiakan amanah itu?† Rasul menjawab: “Jika urusan 
> diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah saat kehancurannya† 
> (HR. Bukhari).
> 
> وَعَلَيÙ'ÙƒÙ Ù…Ù' السÙ`َلاَم٠ وَرَحÙ'مَة٠ الله٠ 
> وَبَرَكَات٠ه٠ 
>  
> 
> Pekanbaru 9 des 2010
> 
> Tulisan ini bisa dibaca pada
> http://hospital-pmc.com/ 
> 
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>



-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke