Wah kalau benar berita yang dibocorkan wikileak ini, Alangkah memalukan
sekali seperti ini:

http://id.news.yahoo.com/kmps/20101210/twl-pangeran-saudi-doyan-narkoba-dan-pes-70701a2.html
 Pangeran Saudi Doyan Narkoba dan Pesta[image:
Kompas]<http://sg.rd.yahoo.com/sea/news/article/KOMPASlogo/SIG=111k5q3ej/**http%3A%2F%2Fwww.kompas.com%2F>
Kompas - Jumat, 10 Desember

   - 
Kirim<http://mtf.news.yahoo.com/mailto?cid=216&ncid=14&prop=id09news&locale=sg&url=http://id.news.yahoo.com/kmps/20101210/twl-pangeran-saudi-doyan-narkoba-dan-pes-70701a2.html&title=Pangeran+Saudi+Doyan+Narkoba+dan+Pesta&h1=/kmps/20101210/r_t_kmps_wl/twl-pangeran-saudi-doyan-narkoba-dan-pes-70701a2&h2=T&h3=216&s=Wb34pm8VKtzBT7v33SG8G.xrfLA->
   - Kirim via 
YM<http://id.news.yahoo.com/kmps/20101210/twl-pangeran-saudi-doyan-narkoba-dan-pes-70701a2.html>
   - 
Cetak<http://id.news.yahoo.com/kmps/20101210/twl-pangeran-saudi-doyan-narkoba-dan-pes-70701a2.html?printer=1>

 
<http://id.news.yahoo.com/kmps/20101210/img/pwl-1-pangeran-saudi-doyan-2a17fe1337190.html>
Pangeran
Saudi Doyan Narkoba dan Pesta

JEDDAH, KOMPAS.com -  Para diplomat AS, dalam kawat diplomatik yang
dibocorkan WikiLeaks, menggambarkan dunia seks, narkoba dan rock'n'roll di
balik kasalehan formal kerajaan Arab Saudi.

Para pejabat Konsulat AS di Jeddah menggambarkan sebuah pesta Halloween
bawah tanah, yang digelar tahun lalu oleh seorang anggota keluarga kerajaan,
yang menabrak semua tabu di negara Islam itu. Minuman keras dan para pelacur
hadir dalam jumlah berlimpah, demikian menurut bocoran itu, di balik pintu
gerbang vila yang dijaga ketat.

Pesta tersebut digelar oleh seorang pangeran kaya dari keluarga besar
Al-Thunayan. Para diplomat itu mengatakan identitasnya harus dirahasiakan.

"Alkohol, meskipun sangat dilarang oleh hukum dan pabean Saudi, sangat
berlimpah di bar pesta itu dengan koleksi yang lengkap. Bartender Filipina
yang disewa menyajikan koktail sadiqi, sebuah minuman keras buatan lokal,"
kata kawat itu sebagaimana dilasir The Guardian. "Juga diketahui dari mulut
ke mulut bahwa sejumlah tamu (pada pesta itu) pada kenyataan adalah 'gadis
panggilan', sesuatu yang tidak biasa untuk pesta semacam itu.

Kiriman informasi dari para diplomat AS itu, ditandatangani oleh konsul AS
di Jeddah, Martin Quinn, yang menambahkan, "Meski tidak menyaksikan langsung
peristiwa tersebut, kokain dan hashishsh (ganja) digunakan secara umum dalam
lingkungan sosial semacam itu."

Pesta bawah tanah sedang "berkembang dan berdenyut" di Arab Saudi berkat
perlindungan dari kerajaan Saudi, kata kawat itu. Namun pesta semacam itu
hanya tersedia di balik pintu tertutup dan untuk orang yang sangat kaya.
Terdapat sedikitnya 10.000 pangeran di kerajaan itu. Beberapa masih
merupakan keturunan langsung Raja Abdul Aziz, sementara yang lain berasal
dari cabang keluarga yang tidak langsung.

Para diplomat yang hadir dalam pesta itu melaporkan, lebih dari 150 pria dan
perempuan Saudi, sebagian besar berusia 20-an dan 30-an tahun, hadir dalam
pesta tersebut. Perlindungan dari kerajaan berarti kecemasan akan diserga
polisi agama menjadi tidak mungkin. Orang-orang yang masuk dikontrol melalui
daftar tamu yang ketat. "Adegannya mirip sebuah klub malam di manapun di
luar kerajaan itu: banyak alkohol, pasangan muda yang menari-nari, seorang
DJ di turntable dan semua orang berdandan."

Bocoran itu mengatakan, rak di bar tempat pesta itu menampilkan jenis-jenis
minuman keras terkenal.

Para diplomat itu juga mencoba menjelaskan mengapa sang tuan rumah  begitu
lengket dengan pengawal Nigeria, beberapa di antaranya berjaga-jaga di
pintu. "Sebagian besar pasukan keamanan sang pangeran adalah laki-laki muda
Nigeria. Merupakan praktek yang umum di kalangan para pangeran Saudi untuk
tumbuh bersama para pengawal yang disewa dari Nigeria atau negara-negara
Afrika lainnya yang berusia muda, (seusia dengan para pangeran itu) dan akan
tetap bersama dengan pangeran tersebut hingga dewasa. Waktu bersama yang
lama menciptakan ikatan kesetiaan yang intens"

Seorang pemuda Saudi mengatakan kepada diplomat itu bahwa pesta  besar
merupakan tren baru. Hingga beberapa tahun lalu, katanya, kegiatan akhir
pekan hanya berupa "kencan" dalam kelompok-kelompok kecil yang bertemu di
dalam rumah orang kaya. Menurut bocaran itu, beberapa rumah mewah di Jeddah
memiliki basement bar, diskotik dan klub.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke