Uda Eri Bagindo Rajo dan Dunsanak Sadonyo.

Maaf kalau Uda ndak mangarati nan ambo kecek an, dan Uda anggap "asa
mangecek sajo".

Kaitan antaro carito Lie Mei jo nan ambo sampaikan, kiro2 bantuak iko Da.

Tadi pagi ambo mambaco carito dari sanak Zultan. Carito itu berupa paparan,
tidak ada pengantar ataupun kesimpulan yang mengatakan bahwa "moral of the
story" caritoko adalah ...

Jadi sah2 saja kalau tiap orang mengambil aspek ma yang menonjol atau
menarik di situ.

Kebetulan ambo, dan mungkin juo Sanak Delfiar, dan mungkin juo Uda Taufiq
mancaliak iko dari sisi Senior - Yunior, atau perbedaan strata.

Sabantako ambo baco, sanak Rahyussalim manyabuikkan point dari carito ko
adalah penegakan hukum yang konsisten dan tidak pandang bulu.

Kaduonyo ambo rasio sah2 saja, dan sepertinya "nyambung" jo carito ko.

Itu tentang "apo yang dikecek pak Riri".

Kemudian tentang "sia nan dimukasuik dengan istilah KITA", tadinyo itu
artinya luas, general, siapa saja yang merasa superior sehingga mengabaikan
yang lebih rendah, tanpa berusaha memahami dulu apa yang dimaksud oleh
yuniornya itu. Ambo indak manyindia seseorang, atau orang tertentu.

Tapi kalau Uda keberatan dengan itu, ambo MINTA MAAF.

Terminologi "Kita" itu ambo batasi "ambo, beberapa orang di lingkungan ambo,
orang yang dimaksud Delfiar, dan Senior2 di tampek Uda Taufiq Rasyid".

Kalau seandainya terminologi "kita" itu dianggap termasuk dalam kategori
Flaming, kan lah ado aturan mainnyo di Adaik Salingka Palanta". Ambo siap
manarimo.

Riri
bekasi/l/48







2010/12/12 Eri Bagindo Rajo <[email protected]>

> Maaf , ambo indak mangarati apo nan di kecek pak pak Riri ko'
> dan ambo pun indak mangarati sia nan di mukasuik baliau  dengan istilah
> 'KITA"
>
> Apolah kaitan carito Lie Mei ko jo apo nan ka disampaikan sanak Riri?
> Kalau ka manyindia sia lah nan di sindia?
> kalau ereang jo gendeang ...apo masalah no?
>
> apo iko tamasuak kalompok tulisan " asa mangecek sajo"?
>
> 1. Kita seringkali terlalu cepat dan terlalu gampang "menyimpulkan" sesuatu
> yang dilakukan/ ditunjukkan orang lain yang stratanya lebih rendah - entah
> pendidikan, status ekonomi, atau seringkali umur.
>
> 2. Seringkali orang yang "umua alun sataun jaguang" tidak mendapatkan
> kesempatan untuk berpendapat, apalagi untuk bertindak dengan pikirannya
> sendiri.
>
> 3. Seringkali pikiran dan tindakan yang lebih yunior direspon secara cepat
> dengan: "Dinda, Uda lah baliak dari situ ..."
>
> 4. Padahal, seringkali "dinda" itu benar, cuma dianggap masih mentah, dan
> padahal, seringklai "Uda nan lah baliak dari situ" itu "ongok raya", tapi
> berusaha menutupi "keongokan"nya dengan buru2 menempatkan diri di strata
> yang lebih tinggi.
>
> 5. catatan: istilah "ongok raya" ambo dapek dari Jepe, kalau ndak salah".
>
>
> EBR,53, Pondok Gede
>
> ----- Pesan Diteruskan ----
> *Dari:* Riri Mairizal Chaidir <[email protected]>
> *Kepada:* Milis RantauNet <[email protected]>
> *Terkirim:* Ming, 12 Desember, 2010 07:37:17
> *Judul:* Re: [...@ntau-net] OOT: Lie Mei
>
> Cerita yang sangat dalam artinya.
>
> Kita seringkali terlalu cepat dan terlalu gampang "menyimpulkan" sesuatu
> yang dilakukan/ ditunjukkan orang lain yang stratanya lebih rendah - entah
> pendidikan, status ekonomi, atau seringkali umur.
>
> Seringkali orang yang "umua alun sataun jaguang" tidak mendapatkan
> kesempatan untuk berpendapat, apalagi untuk bertindak dengan pikirannya
> sendiri.
>
> Seringkali pikiran dan tindakan yang lebih yunior direspon secara cepat
> dengan: "Dinda, Uda lah baliak dari situ ..."
>
> Padahal, seringkali "dinda" itu benar, cuma dianggap masih mentah, dan
> padahal, seringklai "Uda nan lah baliak dari situ" itu "ongok raya", tapi
> berusaha menutupi "keongokan"nya dengan buru2 menempatkan diri di strata
> yang lebih tinggi.
>
> catatan: istilah "ongok raya" ambo dapek dari Jepe, kalau ndak salah".
>
> Riri
> Sadang di jalan manuju Depok, manjapuik anak dari tampek kos nyo
>
>
> Riri
> Powered by Iuran Bulanan
>
> -----Original Message-----
> From: "ZulTan" <[email protected]>
> Sender: [email protected]
> Date: Sat, 11 Dec 2010 23:22:55
> To: <[email protected]>
> Reply-To: [email protected]
> Subject: [...@ntau-net] OOT:  Lie Mei
>
>
>
> "Entah mengapa, setiap membaca kisah ini selalu air mataku berlinang.
> Mungkin aku memang lemah." [ZulTan]
>
> Seorang janda miskin Siu Lan punya anak berumur tujuh tahun bernama Lie
> Mei.  Kemiskinan membuat Lie Mei harus membantu ibunya berjualan kue di
> pasar.  Karena miskin Lie Mei tidak pernah bermanja-manja kepada ibunya.
>
> Pada suatu musim dingin saat selesai membuat kue, Siu Lan melihat keranjang
> kuenya sudah rusak dan Siu Lan berpesan pada Lie Mei untuk nunggu di rumah
> karena ia akan membeli keranjang baru.
>
> Saat pulang Siu Lan tidak menemukan Lie Mei di rumah.  Siu Lan langsung
> sangat marah.  Putrinya benar-benar tidak tau diri, hidup susah tapi masih
> juga pergi bermain-main, padahal tadi sudah dipesan agar menunggu rumah.
>
> Akhirnya Siu Lan pergi sendiri menjual kue dan sebagai hukuman pintu
> rumahnya dikunci dari luar agar Lie Mei tidak dapat masuk.  Putrinya mesti
> diberi pelajaran, pikirnya geram.
>
> Sepulang dari jualan kue Siu Lan menemukan Lie Mei, gadis kecil itu
> tergeletak di depan pintu.  Siu Lan berlari memeluk Lie Mei yang membeku dan
> sudah tak bernyawa.  Jeritan Siu Lan memecah kebekuan salju.  Ia menangis
> meraung-raung, tetapi Lie Mei tetap tidak bergerak.  Dengan segera Siu Lan
> membopong Lie Mei masuk ke dalam rumah.
>
> Siu Lan mengguncang-guncang tubuh beku putri kecilnya sambil meneriakkan
> nama Lie Mei.  Tiba-tiba sebuah bungkusan kecil jatuh dari tangan Lie Mei.
> Siu Lan mengambil bungkusan kecil itu dan membukanya.  Isinya sebuah biskuit
> kecil yang dibungkus kertas usang dan tulisan kecil yg ada di kertas adalah
> tulisan Lie Mei yang berantakan tapi dapat dibaca, "Hi, hi Mama pasti lupa,
> ini hari istimewa bagi Mama, aku membelikan biskuit kecil ini untuk hadiah,
> uangku tidak cukup untuk membeli biskuit yang besar, selamat ulang tahun ya
> Mama."
>
> Kisah nyata ini dimuat di Xia Wen Pao thn 2007.
>
>
> ZulTan, L, 50, Bogor
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~<http://groups.google.com/group/RantauNet/%7E>
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
>   1. E-mail besar dari 200KB;
>   2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
>   3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~<http://groups.google.com/group/RantauNet/%7E>
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
>   1. E-mail besar dari 200KB;
>   2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
>   3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
>
>  --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
> 1. E-mail besar dari 200KB;
> 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke