Komentar yang menarik Rin Tafsiran Rina 10 ribu kg kopi setara Rp 750 juta
Persis, mc Jepe pun lagi nanya ama temen alumni di BBM G, karena teman ini sering ke Temanggung dan penikmat kopi juga berapa kopi luwak per kg nya memang luar biasa mahalnya kalau kualitas ekspor Btw tentang kopi luwak (musang) sebenarnya nggak jugalah Rin "tidak menghormati perikebinatangan si luwak" Kenapa, kita2 atau petani kan hanya memanfaatkan kotoran si luwak terhadap biji kopi yang dimakannya Malah dari sisi ekonomi petani memberkan pendapatan yang lumayan tinggi jika mengumpulkanbiji kopi dari kotoran luwak (musang) ini Saya terkadang berpikir jika harganya kopi luwak ini sangat mahal, kenapa tidak memeihara luwak saja alam jumlah banyak (dikandangin) misalnya di kebon binatang atau disuatu desa sentra penghasil (kebun) kopi, lalu luwak2 ini dikasih makan biji kopi tentunya ketika luwak ini BAB para petani bakal panen kopi luwak :-) Terima kasih Rin secangkir kopinya menjelang makan siang Salam-Jepe Dtunggu 3 R yang lain komennya :-) Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone -----Original Message----- From: "rinapermadi" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Mon, 13 Dec 2010 11:31:28 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: RE: [...@ntau-net] "Tambah Jatah Kopi Saya 10.000 Kg" By : Jepe Dear All, Kalo melirik Buku Besar Peminum Kopinya ala Andrea Hirata, akan lain lagi ceritanya ini Mak. 10.000 kg itu kalo dijual pergelasnya akan berbeda-beda lagi hasilnya Taruhlah 1 kg itu 50 sendok datar kopi 2 sendok per gelas untuk kopi player 1 gelas dijual Rp. 3000,- harga rakyat sebab kopi sebagai social drink adalah hasil keringat rakyat, harus dijual dengan harga rakyat sebab dia dihasilkan dari keringat rakyat. Jadi totalnyo dihasilkan 750 juta Macam mana lagi bila kopi yang dimaksud adalah kopi luwak Kopi yang kabarnya terenak di dunia, padahal kopi ini jelas-jelas tidak menghormati prikebinatangan si luwak. Rabah pengsan si Gayus nyo ko hehe Wassalam Rina -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
